India Siap Rogoh Rp 1.348 Triliun untuk Pesan Pesawat Boeing
Logo Boeing.(AFP PHOTO/ERIC PIERMONT)
09:40
7 Februari 2026

India Siap Rogoh Rp 1.348 Triliun untuk Pesan Pesawat Boeing

India menyatakan kesiapan untuk menempatkan pesanan pesawat dari Boeing senilai hingga 80 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 1.348 triliun (asumsi kurs Rp 16.850 per dollar AS).

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal, yang menegaskan langkah ini mencerminkan kesiapan India memperluas hubungan dagang dengan Amerika Serikat (AS).

“Permintaan India untuk pesawat terbang saja, dengan pesanan untuk Boeing yang belum dilakukan tetapi sudah siap, hampir mencapai 80 miliar dollar AS,” ujar Goyal, dikutip dari CNBC, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga: China Sanksi Boeing Cs setelah AS Jual Senjata ke Taiwan

Pesawat B777 di fasilitas perakitan Boeing di Seattle, AS.Future of Flight Pesawat B777 di fasilitas perakitan Boeing di Seattle, AS.

Ia menambahkan, apabila mesin dan suku cadang turut diperhitungkan, maka nilai impor dari AS hanya dari sektor pesawat dapat melampaui 100 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.685 triliun.

Goyal juga menyebut terdapat potensi untuk mengimpor sedikitnya 500 miliar dollar AS barang dari AS dalam lima tahun ke depan, setara sekitar Rp 8.425 triliun.

Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada komitmen investasi eksplisit yang dibuat sebagai bagian dari kesepakatan dagang dengan Washington.

Detail kesepakatan dagang AS dan India

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui media sosial bahwa Washington dan New Delhi telah mencapai kesepakatan perdagangan.

Baca juga: Permintaan Melonjak, Boeing Ajukan Pengecualian Aturan Emisi demi Bisa Jual 35 Pesawat Kargo

Trump menyatakan, AS akan menurunkan tarif atas barang-barang India menjadi 18 persen, dari sebelumnya dikenakan tarif hingga 50 persen.

Ilustrasi tarif Trump. Presiden Prabowo dan Presiden Trump sepakat menurunkan tarif ekspor RI ke AS menjadi 19 persen.canva.com Ilustrasi tarif Trump. Presiden Prabowo dan Presiden Trump sepakat menurunkan tarif ekspor RI ke AS menjadi 19 persen.

Sebagai timbal balik, India disebut akan menurunkan bea masuk atas barang-barang AS menjadi nol persen, membuka pasar sensitif seperti sektor pertanian, serta membeli barang-barang Amerika senilai 500 miliar dollar AS.

Selain itu, Trump juga mengklaim India akan mengganti impor minyak dari Rusia dengan pasokan dari AS dan Venezuela.

Namun, pemerintah India belum mengonfirmasi sejumlah klaim tersebut, termasuk penghapusan tarif menjadi nol persen dan komitmen pembelian senilai 500 miliar dollar AS.

Baca juga: Emirates Pesan 65 Pesawat Boeing Senilai Rp 636,4 Triliun

Perdana Menteri India Narendra Modi menyambut baik penurunan tarif terhadap barang India yang masuk ke AS, tetapi tidak menyinggung rincian lain yang disampaikan Trump.

Tahapan implementasi

Goyal mengatakan India dan AS akan menandatangani pernyataan bersama dalam tiga hingga empat hari ke depan untuk merampungkan tahap pertama kesepakatan dagang tersebut.

Tarif 18 persen atas ekspor India ke AS akan mulai berlaku setelah pernyataan bersama diterbitkan.

Selanjutnya, kedua negara dijadwalkan menandatangani perjanjian formal pada pertengahan Maret 2026. Setelah itu, konsesi tarif bagi barang-barang AS yang masuk ke India akan mulai diberlakukan.

Baca juga: Boeing Kucurkan Rp 16,6 Triliun untuk Dongkrak Produksi Pesawat 787

Sejak pengumuman kesepakatan tersebut, pemerintah India dinilai masih minim memberikan rincian dan menghadapi pertanyaan dari partai oposisi. Pemimpin oposisi India, Rahul Gandhi, menuduh Modi telah berkompromi dan menyerah terhadap tarif Trump.

Pemerintah India juga belum mengonfirmasi klaim penghentian impor minyak Rusia maupun komitmen pembelian 500 miliar dollar AS barang AS. Sejumlah analis menilai target pembelian sebesar itu berpotensi sulit direalisasikan.

Konteks perdagangan

Sebagai gambaran, total impor barang India pada tahun fiskal 2025 tercatat sebesar 720,24 miliar dollar AS atau sekitar Rp 12.136 triliun, dengan defisit perdagangan mencapai 94,3 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 1.589 triliun.

Dari jumlah tersebut, impor barang dari AS mencapai 45,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 763 miliar.

Baca juga: Balas Beijing, Trump Ancam Batasi Ekspor Suku Cadang Boeing ke China

Para ahli sepakat bahwa India kemungkinan akan meningkatkan pembelian dari AS, namun target pembelian hingga 500 miliar dollar AS dinilai ambisius dibandingkan struktur perdagangan India saat ini.

Tag:  #india #siap #rogoh #1348 #triliun #untuk #pesan #pesawat #boeing

KOMENTAR