JPMorgan: Bitcoin Lebih Menarik dari Emas dalam Jangka Panjang
- Di tengah volatilitas pasar global dan pergeseran pola investasi aset tradisional versus aset digital, bank investasi asal Amerika Serikat (AS) JPMorgan Chase & Co., kembali memicu perdebatan tajam di dunia keuangan.
JPMorgan menyatakan, bitcoin (BTC) kini terlihat lebih menarik dibanding emas sebagai penyimpan nilai dalam jangka panjang, serta mengaitkan potensi kenaikan harga Bitcoin ke level yang secara historis jauh di atas harga pasar saat ini.
Pendapat tersebut disampaikan oleh analis JPMorgan di tengah ketidakpastian pasar dan pergerakan harga bitcoin yang relatif lemah baru-baru ini.
Baca juga: Harga Bitcoin Ambruk ke Level Terendah 16 Bulan, Euforia Politik Kehilangan Daya Dorong
Ilustrasi bitcoin.
Namun, dikutip dari CCN, Sabtu (7/2/2026), menariknya, bank tersebut tidak hanya mengacu pada tren harga semata, melainkan menggunakan perhitungan volatilitas relatif terhadap emas untuk menyusun argumennya.
Volatilitas: kunci perbandingan bitcoin vs emas
Menurut JPMorgan, hubungan antara volatilitas bitcoin dan emas telah mengalami perubahan signifikan.
Volatilitas emas naik tajam setelah reli harga yang kuat, sementara volatilitas bitcoin relatif menurun, sehingga rasio volatilitas antara bitcoin dan emas mencapai titik terendah sepanjang sejarah.
Dalam konteks ini, bitcoin yang sebelumnya dipandang sangat volatil kini menunjukkan profil risiko, yakni terkoreksi yang semakin kompetitif dibandingkan dengan logam mulia tersebut.
Baca juga: Bitcoin Tembus 60.000 Dollar AS, INDODAX: Tekanan Risk-Off Global
Tercatat pada periode terbaru, rasio volatilitas bitcoin terhadap emas turun ke level terendah historis, menandakan pergeseran persepsi risiko di antara investor institusional.
Hal ini menjadi landasan bagi analis untuk menyatakan, dalam jangka panjang, bitcoin kini terlihat lebih menarik dari emas sebagai alat investasi.
Ilustrasi bitcoin.
Sejak Oktober tahun lalu, kinerja emas yang berlebihan disertai dengan lonjakan volatilitasnya justru membuat bitcoin terlihat sebagai opsi yang lebih menarik dari segi risiko-terkoreksi.
JPMorgan prediksi harga bitcoin 266.000 dollar AS
Penghitungan target harga bitcoin dihitung berdasarkan kebutuhan kapitalisasi pasar bitcoin untuk mencapai risk-adjusted cap yang setara dengan investasi swasta di emas.
Baca juga: Harga Bitcoin “Rungkad” dan Seret Aset Kripto Lainya, Apa Sikap Investor?
Analis JPMorgan, yang memimpin model tersebut adalah Nikolaos Panigirtzoglou, yang menyatakan bahwa untuk menandingi investasi sektor privat di emas, yang dipisahkan dari simpanan bank sentral, pasar bitcoin perlu tumbuh ke kapitalisasi pasar sekitar 8 triliun dollar AS.
Dengan asumsi kapitalisasi pasar sebesar itu, JPMorgan menautkan target harga bitcoin menjadi sekitar 266.000 dollar AS per koin sebagai tolok ukur jangka panjang.
Jika dikonversikan ke nilai rupiah menggunakan kurs Rp 16.850 per dollar AS, angka tersebut setara dengan sekitar Rp 4,47 miliar.
Namun, Panigirtzoglou juga menegaskan bahwa angka ini bukan prediksi harga jangka pendek, melainkan tolok ukur jangka panjang yang mengindikasikan potensi pertumbuhan besar seiring kematangan pasar dan adopsi yang lebih luas oleh investor institusional.
Baca juga: Tekanan Global Hantam Kripto, Bitcoin Sentuh Level Terendah Sejak 2024
Harga bitcoin saat ini
Walaupun target jangka panjang yang dikemukakan JPMorgan cukup tinggi secara angka, pergerakan harga bitcoin saat ini menunjukkan dinamika yang lebih moderat dan bahkan penuh tekanan.
Penurunan harga ini dikaitkan dengan tekanan pasar yang lebih luas, termasuk penurunan di pasar saham AS dan arus keluar dana dari ETF bitcoin.
Bahkan dalam beberapa periode, bitcoin diperdagangkan di bawah biaya produksinya yang JPMorgan perkirakan sekitar 87.000 dollar AS per bitcoin, level yang selama ini berfungsi sebagai soft floor atau titik batas bawah psikologis bagi beberapa penambang dan pedagang.
Ketika bitcoin diperdagangkan di bawah biaya produksi, terdapat potensi tekanan supply yang muncul ketika beberapa penambang memilih untuk menjual ketimbang melakukan hold, meskipun keputusan tersebut juga selalu bergantung pada ekspektasi jangka panjang mereka terhadap harga.
Tag: #jpmorgan #bitcoin #lebih #menarik #dari #emas #dalam #jangka #panjang