Wall Street Menghijau, Saham Nvidia hingga Broadcom Melesat
Bursa saham AS atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (6/2/2026) waktu setempat.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.200 poin pada perdagangan Jumat, mencatatkan penutupan pertama kalinya di atas level 50.000, seiring pemulihan tajam pasar dari tekanan besar yang sebelumnya menghantam saham-saham teknologi.
Mengutip CNBC, reli pasar didorong oleh rebound saham teknologi setelah beberapa hari mengalami aksi jual besar-besaran.
Baca juga: Saham Raksasa Teknologi Rontok, Wall Street Tertekan Tajam
Ilustrasi bursa saham AS atau Wall Street.
Di sisi lain, bitcoin juga memulihkan sebagian kerugiannya setelah sempat anjlok lebih dari 50 persen dari level tertingginya.
Indeks Dow Jones naik 1.206,95 poin atau 2,47 persen dan ditutup pada level 50.115,67. Penutupan ini menjadi tonggak bersejarah karena merupakan pertama kalinya Dow melampaui level 50.000.
Indeks S&P 500 turut menguat 1,97 persen ke posisi 6.932,30, sementara Nasdaq naik 2,18 persen ke level 23.031,21. Dengan penguatan tersebut, S&P 500 kembali masuk ke zona hijau untuk tahun 2026.
Meski mencatat kenaikan signifikan pada Jumat, kinerja sepekan pasar masih bervariasi. S&P 500 mencatat penurunan tipis 0,1 persen sepanjang pekan, sementara Nasdaq melemah 1,8 persen.
Baca juga: Kekhawatiran AI Bayangi Saham Teknologi, Wall Street Merah
Sebaliknya, Dow Jones yang berisi 30 saham unggulan justru menguat 2,5 persen dalam sepekan, diuntungkan oleh rotasi investor ke saham-saham siklikal meski pasar secara keseluruhan masih terbebani tekanan di sektor teknologi.
Sejumlah saham teknologi mencatatkan pemulihan kuat. Nvidia dan Broadcom menjadi dua pemenang utama, masing-masing melonjak hampir 8 persen dan 7 persen setelah mengalami penurunan tajam di awal pekan.
Ilustrasi pasar saham.
Saham Oracle dan Palantir Technologies juga ikut pulih, masing-masing menguat sekitar 4 persen, seiring investor kembali melirik saham-saham tersebut pada valuasi yang lebih menarik.
Namun demikian, beberapa saham perangkat lunak utama, seperti ServiceNow, tetap berada di bawah tekanan di tengah kekhawatiran akan potensi disrupsi kecerdasan buatan terhadap industri perangkat lunak.
Baca juga: Didorong Saham Teknologi dan AI, Wall Street Ditutup Menguat
“Kita sedang berada di tengah demam emas dengan AI saat ini,” kata Gabriel Shahin, pendiri Falcon Wealth Planning.
“Ada investasi yang dilakukan oleh Google, Nvidia, Meta, dan Amazon. Ada uang yang akan diinvestasikan. Hanya saja perputaran dana terkadang membuat orang takut,” lanjutnya.
Shahin menilai pasar tengah mengalami “kalibrasi ulang besar-besaran”, di mana investor mulai mengalihkan dana dari saham pertumbuhan ke saham nilai.
Dalam beberapa bulan ke depan, saham nilai berkapitalisasi besar diperkirakan akan menjadi pilihan utama.
Baca juga: Wall Street Melemah, Kekhawatiran Balik Modal Investasi AI Tekan Saham Teknologi
Tren tersebut tercermin pada perdagangan Jumat, ketika investor memborong saham di sektor industri dan keuangan.
Di sektor ini, Caterpillar dan Goldman Sachs menonjol dengan kenaikan masing-masing 7 persen dan 4 persen, yang turut mendorong kinerja Dow. Saham berkapitalisasi kecil juga ikut menguat, tercermin dari kenaikan Indeks Russell 2000 sebesar 3,6 persen.
Di pasar kripto, bitcoin memulihkan sebagian kerugiannya dengan melonjak 10 persen dan menyentuh level tertinggi sesi di 71.458,01 dollar AS.
Sebelumnya, aset kripto tersebut sempat turun di bawah 61.000 dollar AS yang menjadi level terendah sejak Oktober 2024, atau lebih dari 52 persen di bawah rekor tertingginya di 126.000 dollar AS yang dicapai pada awal Oktober 2025. Meski demikian, secara mingguan bitcoin masih mencatat penurunan 16 persen.
Baca juga: IHSG Dibuka Melemah 122 Poin, LQ45 dan JII Kompak di Zona Merah
Sepanjang pekan, pasar sempat berada dalam tekanan berat. S&P 500 mengalami penurunan sepekan dan mencatat kinerja terburuk sejak Oktober, sementara Nasdaq nyaris mencatat pekan terburuk sejak melemahnya pasar akibat isu tarif pada April lalu.
Kenaikan tajam pada Jumat membantu memangkas sebagian besar kerugian tersebut.
Di tengah reli pasar, Amazon menjadi pengecualian. Saham raksasa e-commerce itu turun lebih dari 5 persen setelah perusahaan melaporkan laba per saham yang sedikit di bawah ekspektasi analis dan mengumumkan rencana belanja modal sebesar 200 miliar dollar AS pada tahun ini.
Tag: #wall #street #menghijau #saham #nvidia #hingga #broadcom #melesat