Harga Properti Residensial Kuartal IV 2025 Cuma Naik 0,83 Persen
Ilustrasi rumah.(Dok. BP Tapera)
15:04
7 Februari 2026

Harga Properti Residensial Kuartal IV 2025 Cuma Naik 0,83 Persen

Bank Indonesia (BI) dalam Survei Harga Properti Residensial (SHPR) melaporkan, harga properti residensial di pasar primer pada kuartal IV 2025 tumbuh terbatas.

Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan IV 2025 yang tercatat sebesar 110,56 atau tumbuh 0,83 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Capaian tersebut relatif stabil dibandingkan pertumbuhan pada kuartal III 2025 yang sebesar 0,84 persen (yoy).

Baca juga: Survei BI: Harga Properti Residensial Naik Tipis pada Kuartal I 2025

Ilustrasi rumah.dok. SHUTTERSTOCK/Hasran Izan Ilustrasi rumah.

Perkembangan IHPR secara tahunan pada kuartal IV 2025 dipengaruhi oleh pergerakan harga rumah berdasarkan tipe.

Harga rumah tipe menengah mencatatkan indeks sebesar 113,57 atau tumbuh 1,12 persen (yoy), melambat dibandingkan triwulan III 2025 yang tumbuh 1,18 persen (yoy).

Sementara itu, harga rumah tipe kecil mencatatkan indeks sebesar 113,83 atau tumbuh 0,76 persen (yoy) pada kuartal IV 2025. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang sebesar 0,71 persen (yoy).

Adapun harga rumah tipe besar mencatatkan indeks sebesar 108,07 atau tumbuh stabil 0,72 persen (yoy) dibandingkan kuartal III 2025.

Baca juga: BI: Harga Properti Residensial Terindikasi Naik 2 Persen

Perkembangan harga properti residensial secara pasial: 12 kota melambat, 2 kota kontraksi

Secara spasial, dari 18 kota yang disurvei, sebanyak 12 kota mengalami perlambatan pertumbuhan harga properti residensial secara tahunan. Selain itu, dua kota tercatat mengalami penurunan IHPR secara tahunan.

Salah satu kota yang mengalami perlambatan adalah Palembang. Pertumbuhan harga rumah di kota tersebut tercatat sebesar 0,52 persen (yoy), setelah pada kuartal sebelumnya tumbuh 1,06 persen (yoy).

Ilustrasi rumah yang disediakan pada program 3 Juta Rumah. Dok. SHUTTERSTOCK/KURNIAWAN GRAPHY Ilustrasi rumah yang disediakan pada program 3 Juta Rumah.

Sementara itu, harga rumah di Manado pada kuartal IV 2025 mengalami kontraksi sebesar 0,04 persen (yoy), turun dibandingkan kuartal III 2025 yang masih tumbuh 0,03 persen (yoy).

Baca juga: BI: Harga Properti Tumbuh Terbatas, Konsisten hingga Akhir Tahun

Di sisi lain, beberapa kota mencatatkan peningkatan pertumbuhan harga. Harga rumah di Medan dan Batam meningkat masing-masing sebesar 0,61 persen (yoy) dan 1,67 persen (yoy) menjadi 1,39 persen (yoy) dan 2,39 persen (yoy) pada kuartal IV 2025.

Secara kuartalan tumbuh 0,17 persen

Secara kuartalan (quarter to quarter/qtq), IHPR di pasar primer pada kuartal IV 2025 tumbuh sebesar 0,17 persen. Namun, pertumbuhan ini melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 0,22 persen (qtq).

Perlambatan pertumbuhan secara kuartalan tersebut terutama didorong oleh rumah tipe besar dan menengah. Rumah tipe besar tumbuh 0,17 persen (qtq), lebih rendah dibandingkan 0,19 persen (qtq) pada kuartal III 2025.

Sementara rumah tipe menengah tumbuh 0,12 persen (qtq), melambat dari 0,33 persen (qtq) pada kuartal sebelumnya.

Baca juga: BI: Kenaikan Harga Properti Residensial Melambat

Berbeda dengan dua tipe tersebut, harga rumah tipe kecil justru mencatatkan akselerasi pertumbuhan. Pada kuartal IV 2025, rumah tipe kecil tumbuh sebesar 0,28 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan 0,16 persen (qtq) pada kuartal III 2025.

Perkembangan spasial secara kuartalan

Secara spasial, perlambatan harga secara kuartalan pada kuartal IV 2025 terutama terjadi di Pontianak dan Yogyakarta.

Di Pontianak, pertumbuhan harga tercatat sebesar 0,56 persen (qtq), melambat dibandingkan 1,87 persen (qtq) pada kuartal III 2025. Sementara di Yogyakarta, harga rumah naik 0,18 persen (qtq), lebih rendah dibandingkan 1,23 persen (qtq) pada kuartal sebelumnya.

Ilustrasi rumah.Dok. BP Tapera Ilustrasi rumah.

Sementara itu, perkembangan harga rumah di Bandar Lampung, Samarinda, dan Semarang relatif stabil dibandingkan kuartal sebelumnya.

Baca juga: Harga Properti Mahal, Bisnis Kos-kosan Menggeliat

Di sisi lain, pertumbuhan IHPR di sejumlah kota tercatat tumbuh lebih tinggi, terutama di Medan dan Surabaya.

Di Medan, harga rumah tumbuh sebesar 0,88 persen (qtq), meningkat dibandingkan 0,25 persen (qtq) pada kuartal sebelumnya.

Adapun di Surabaya, IHPR tumbuh 1,88 persen (qtq), berbalik arah dari kontraksi 0,22 persen (qtq) pada kuartal III 2025.

Tag:  #harga #properti #residensial #kuartal #2025 #cuma #naik #persen

KOMENTAR