KPR Tetap Dominan, Penjualan Rumah Naik 7,83 Persen di Akhir 2025
- Bank Indonesia (BI) melaporkan, penjualan properti residensial di pasar primer pada kuartal IV 2025 mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan.
Kinerja ini membaik setelah pada kuartal sebelumnya masih mengalami kontraksi.
Bank sentral dalam Survei Harga Properti Residensial Triwulan IV 2025 menyatakan, secara tahunan (year on year/yoy), penjualan properti residensial tumbuh sebesar 7,83 persen pada kuartal IV 2025.
Baca juga: Harga Rumah Masih Tertekan, Penjualan Terkontraksi di Kuartal III 2025
Ilustrasi membeli rumah.
Angka tersebut lebih baik dibandingkan kuartal III 2025 yang masih terkontraksi sebesar 1,29 persen (yoy).
Perkembangan penjualan rumah primer tersebut terutama dipengaruhi oleh kinerja rumah tipe kecil. Penjualan rumah tipe kecil naik 17,32 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal III 2025 yang sebesar 11,60 persen (yoy).
Selain itu, penjualan rumah tipe menengah juga menunjukkan perbaikan. Pada kuartal IV 2025, penjualan rumah tipe menengah tumbuh 4,84 persen (yoy), setelah pada kuartal sebelumnya terkontraksi sebesar 12,27 persen (yoy).
Sementara itu, penjualan rumah tipe besar masih mengalami kontraksi sebesar 10,95 persen (yoy). Namun, kontraksi tersebut tidak sedalam kuartal III 2025 yang mencapai 23,00 persen (yoy).
Baca juga: BTN Prediksi Penjualan Rumah Tumbuh hingga 12 Persen Tahun Ini
Secara kuartalan berbalik tumbuh
Secara kuartalan (quarter to quarter/qtq), penjualan rumah pada kuartalan IV 2025 juga mencatatkan perbaikan. Penjualan rumah tumbuh sebesar 2,01 persen (qtq), setelah pada kuartalan III 2025 terkontraksi sebesar 5,21 persen (qtq).
Ilustrasi rumah baru.
Perbaikan ini terutama didorong oleh penjualan rumah tipe besar yang tumbuh tinggi sebesar 31,97 persen (qtq). Sebelumnya, pada kuartal III 2025, penjualan rumah tipe besar masih terkontraksi sebesar 13,50 persen (qtq).
Penjualan rumah tipe menengah juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,59 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang sebesar 0,99 persen (qtq).
Di sisi lain, penjualan rumah tipe kecil justru mengalami kontraksi lebih dalam. Pada kuartal IV 2025, penjualan rumah tipe kecil terkontraksi sebesar 7,43 persen (qtq), lebih dalam dibandingkan kontraksi 5,66 persen (qtq) pada kuartal III 2025.
Baca juga: REI: Pelonggaran LTV Akan Dorong Penjualan Rumah
Tantangan pengembangan dan penjualan rumah
Meski secara tahunan dan kuartalan menunjukkan perbaikan, penjualan properti residensial primer masih menghadapi sejumlah tantangan.
Berdasarkan hasil survei BI, penghambat utama pengembangan dan penjualan properti residensial primer meliputi kenaikan harga bahan bangunan sebesar 18,79 persen.
Selain itu, suku bunga KPR alias kredit pemilikan rumah menjadi kendala dengan porsi 15,56 persen.
Masalah perizinan dan birokrasi juga menjadi salah satu hambatan dengan persentase sebesar 14,79 persen. Selanjutnya, proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR tercatat sebesar 9,91 persen, serta faktor perpajakan sebesar 9,42 persen.
Baca juga: Bunga KPR Naik, Penjualan Rumah Jadi Seret
Sumber pembiayaan pengembang didominasi dana internal
Dari sisi pembiayaan, pada kuartal IV 2025 sumber pembiayaan utama pengembang dalam pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal perusahaan. Pangsa dana internal tercatat sebesar 80,14 persen.
Sumber pembiayaan lainnya berasal dari pinjaman perbankan dengan pangsa sebesar 14,15 persen.
Ilustrasi rumah subsidi yang disalurkan melalui KPR FLPP.
Sementara itu, pembayaran dari konsumen menyumbang 5,71 persen terhadap total sumber pembiayaan pengembang.
KPR masih jadi andalan konsumen untuk beli rumah
Dari sisi konsumen, sebagian besar pembelian rumah primer dilakukan melalui kredit pemilikan rumah (KPR). Pangsa pembelian melalui KPR tercatat sebesar 70,88 persen.
Baca juga: Cara Menabung untuk Membeli Rumah, Lakukan 9 Langkah Ini
Selanjutnya, pembelian rumah primer melalui pembayaran tunai bertahap memiliki pangsa sebesar 19,18 persen, sedangkan pembelian secara tunai penuh sebesar 9,94 persen.
Pada kuartal IV 2025, total nilai KPR secara tahunan tumbuh sebesar 7,05 persen (yoy). Namun, pertumbuhan ini melambat dibandingkan kuartal III 2025 yang sebesar 7,39 persen (yoy).
Secara triwulanan, nilai KPR tumbuh sebesar 1,72 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1,30 persen (qtq) pada kuartal III 2025.
Tag: #tetap #dominan #penjualan #rumah #naik #persen #akhir #2025