UMKM Sawit Binaan BPDP Perkuat Daya Saing Lewat Hilirisasi
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus mendorong pengembangan produk turunan kelapa sawit melalui pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dukungan tersebut ditunjukkan dalam kegiatan pameran UMKM di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Magelang pada akhir Januari 2026 lalu.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan kehadiran BPDP dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dukungan terhadap upaya hilirisasi dan pengembangan produk berbasis kelapa sawit melalui promosi.
Baca juga: Petani Minta Rencana Pajak Pohon Sawit Dikaji Ulang
Ilustrasi kelapa sawit. Negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia.
“Pada kegiatan ini kami membawa beberapa mitra binaan kami yang berada di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Ini adalah salah satu bentuk dukungan kami untuk mendukung hilirisasi serta pengembangan produk berbasis sawit,” ujar Helmi dalam siaran pers, Sabtu (7/2/2026).
Ia menambahkan, BPDP berharap UMKM sawit dapat terus berkembang dan semakin berdaya saing.
"Kami berharap UMKM sawit ke depan dapat terus berkembang dan semakin berdaya saing,” tutup Helmi.
Dalam pameran tersebut, sejumlah UMKM binaan BPDP menampilkan berbagai inovasi produk berbasis sawit. Salah satunya adalah Smart Batik yang memproduksi batik sawit.
Baca juga: Pentingnya Sinkronisasi Kebijakan untuk Sektor Sawit
Batik sawit merupakan hasil inovasi UMKM yang memanfaatkan bagian sawit dalam proses produksi. Smart Batik menjadi UMKM binaan BPDP sejak 2023.
Usaha ini telah memberdayakan sekitar 70 perempuan pembatik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Selain Smart Batik, UMKM Karplanter juga turut berpartisipasi. Karplanter memproduksi pot terrazzo dari perpaduan gypsum dan cangkang kelapa sawit.
Petani menata tandan buah segar kelapa sawit yang baru mereka panen di Desa Paku, Kecamatan galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (10/9/2012).
UMKM ini juga mengembangkan media tanam ramah lingkungan yang merupakan campuran tandan kosong kelapa sawit, kompos, sekam, dan cocopeat.
Baca juga: BPDP Sebut Peremajaan Sawit Rakyat Kunci Percepatan Produktivitas
Perpaduan bahan tersebut menghasilkan media tanam yang subur, ringan, serta mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal sekaligus menjadi solusi dalam pemanfaatan limbah kelapa sawit.
Adapun UMKM Berkah Kita memproduksi LUNAR yang meliputi lilin aromatik dan sabun cuci rempah berbahan dasar minyak jelantah. Inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen UMKM Berkah Kita dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan melalui konsep ekonomi sirkular dan berkelanjutan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan para pelaku UMKM binaan BPDP tersebut saat melakukan kunjungan ke KPPN Magelang.
Menurut Purbaya, pengembangan produk turunan kelapa sawit memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional.
Baca juga: Amran Sebut Sawit Bisa Jadi Kekuatan Politik Luar Negeri Indonesia
"Selain berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan penyerap tenaga kerja, UMKM berbasis sawit juga mampu menciptakan pemerataan ekonomi," ujar Purbaya.
Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen mendorong hilirisasi kelapa sawit melalui berbagai kebijakan fiskal yang berpihak kepada UMKM.
“Ke depan pasti lebih cepat pertumbuhan UMKM sawit. Ini kita baru mulai,” jelas Purbaya.
Tag: #umkm #sawit #binaan #bpdp #perkuat #daya #saing #lewat #hilirisasi