Blokade AS Paksa Iran Pakai Kapal Tanker Tua untuk Tampung Minyak
- Iran mengerahkan kapal tanker berusia 30 tahun untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun akibat blokade militer Amerika Serikat (AS).
Kapal tua tersebut digunakan sebagai penyimpanan terapung darurat untuk minyak karena blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran mencegah ekspornya, menurut sebuah kelompok pemantau sanksi dilansir Newsweek, Kamis (30/4/2026).
Kapal tua tersebut adalah kapal tanker minyak mentah besar Nasha, yang dapat menampung hingga 2 juta barel minyak.
Baca juga: Kami seperti Bajak Laut di Selat Hormuz, Ambil Minyak, Ambil Kargo
Ia terlihat di layanan pelacakan kapal publik pekan lalu saat berlayar di Teluk Persia menuju Pulau Kharg, terminal ekspor utama Iran.
Pada Minggu (26/4/2026), citra satelit menunjukkan kapal tanker super, yang panjangnya hampir 335 meter, sedang memuat bahan bakar di dermaga barat Kharg.
Namun, kapal itu sudah tidak ada di sana pada Rabu (29/4/2026), kata para analis di organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran.
Baca juga: Jalin Transaksi dengan Iran, AS Bakal Hukum Terminal Minyak China
Sanksi internasional selama bertahun-tahun terhadap Iran telah menyebabkan lonjakan di pasar kapal tanker bekas.
Alih-alih membongkar kapal-kapal tua, para pemilik justru menjualnya kepada perantara dalam jaringan armada "hantu" di Teheran.
Kapal-kapal tersebut sering kali tidak diasuransikan, kurang terawat, dan menimbulkan risiko lingkungan yang besar.
Baca juga: Khawatir Krisis Perang Iran, Trump Adakan Rapat dengan Bos-bos Minyak
Industri minyak Iran mendapatkan tekanan
Pulau Kharg memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi Teheran karena menjadi titik keberangkatan bagi sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.
Pengaktifan kembali kapal tua tersebut mungkin mengindikasikan meningkatnya tekanan pada industri minyak Iran, yang jadi jalur ekonomi utama, karena blokade AS.
Kondisi ini telah berlangsung selama 2 bulan dan membatasi ekspor Teheran, serta memaksa negara itu untuk menyimpan energinya daripada menjualnya.
Iran diketahui masih memiliki 18 kapal tanker super kosong yang dapat digunakan sebagai penyimpanan terapung, kata analis di TankerTrackers.com.
Saat kapal Nasha sedang memuat minyak di Kharg pada hari Minggu, sebuah kapal tanker lain terlihat melakukan hal yang sama di dermaga timurnya.
Baca juga: Dampak UEA Keluar dari OPEC: Perang Harga Minyak Dunia Mengintai
Foto satelit terpisah yang diambil pada hari yang sama menunjukkan hampir 20 kapal tanker bermuatan minyak yang berlabuh di lepas pantai pulau itu, yang mengindikasikan kemacetan pasokan minyak.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pada Selasa (28/4/2026) bahwa mereka telah menahan lebih dari 20 kapal di pelabuhan Chabahar Iran di Teluk Oman.
Menurut TankerTrackers.com, setidaknya setengah dari kapal yang terkurung di area tersebut adalah kapal tanker yang bermuatan minyak mentah Iran.
Baca juga: Indonesia Impor 150 Juta Barrel Minyak dari Rusia, Cari Tambahan Pasokan dari AS
Iran berisiko kekurangan penyimpanan minyak
Ilustrasi Selat Hormuz.
Iran mungkin mampu memperpanjang masa penyimpanan minyaknya jauh lebih lama daripada yang bisa dilakukan oleh banyak negara tetangganya, karena kebutuhan mendesak.
Namun, Kpler memperkirakan bahwa Iran hanya memiliki cadangan minyak di darat dan terapung sekitar 20 hari lagi sebelum terpaksa mengambil langkah-langkah yang lebih ekstrem untuk menghindari penutupan sumur-sumur minyaknya.
Lebih dari 90 persen minyak mentah Iran diekspor ke kilang-kilang kecil di China dengan harga lebih rendah daripada indeks Brent.
Baca juga: Kapal Tanker Iran Lolos Blokade AS, Kini Menuju Kepulauan Riau
Dengan sekitar 150 juta barel minyak mentah Iran yang sudah dikirim ke timur sebelum blokade AS dimulai, Teheran akan terus menerima pembayaran dalam beberapa bulan mendatang.
Tetapi pada akhirnya dapat kehilangan pendapatan hingga 250 juta dollar AS (Rp 4,3 triliun) per hari setelah produksi sangat berkurang pada pertengahan Mei, menurut Kpler.
Seperti diketahui, AS melakukan blokade di Teluk Oman untuk menghalangi kapal-kapal yang menuju ke/dari pelabuhan Iran sejak Senin (13/4/2026).
Hal itu dilakukan karena negosiasi AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan dan Teheran kukuh untuk memblokade Selat Hormuz.
Tag: #blokade #paksa #iran #pakai #kapal #tanker #untuk #tampung #minyak