Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump
Presiden AS Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth. [RollingStone]
10:51
31 Mei 2026

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) terkait konflik di Timur Tengah kembali menunjukkan dinamika yang membingungkan.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, secara terbuka menegaskan bahwa blokade armada angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz masih berjalan efektif.

Pernyataan ini sekaligus mementahkan isyarat yang sempat dilontarkan oleh Presiden Donald Trump mengenai potensi penghentian sanksi militer tersebut.

“Blokade itu masih tetap berlaku,” ujar Hegseth secara singkat kepada awak media di sela-sela menghadiri forum keamanan Dialog Shangri-La di Singapura, Sabtu (30/5/2026).

Pernyataan Menhan AS ini memicu tanda tanya besar lantaran bertolak belakang dengan pernyataan sang presiden sebelumnya. Pada Jumat (29/5/2026), Donald Trump melalui unggahan di media sosial pribadinya mengindikasikan bahwa pembatasan maritim terhadap Iran akan segera diakhiri.

Kendati demikian, Trump menambahkan bahwa keputusan final baru akan divalidasi setelah dirinya menggelar rapat khusus di Situation Room Gedung Putih.

Iran Tuding Washington Khianati Jalur Diplomasi

Sikap mendua dari jajaran pemerintahan AS memancing reaksi keras dari pihak Teheran. Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, melayangkan tuduhan bahwa Donald Trump telah mengkhianati kompromi diplomasi yang tengah dirintis.

Menurut Rezaei, tetap berjalannya blokade laut membuktikan bahwa AS terus mengajukan tuntutan sepihak yang berlebihan dalam meja perundingan.

Ketegangan bersenjata antara kedua negara ini berakar dari operasi militer gabungan berskala besar yang diluncurkan oleh kekuatan AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu, yang dilaporkan merenggut lebih dari 3.000 korban jiwa.

Guna meredam kerusakan yang lebih masif, Washington dan Teheran sempat menyepakati maklumat gencatan senjata selama dua pekan yang mulai diumumkan pada 8 April.

Namun, tindak lanjut meja runding yang difasilitasi di Islamabad, Pakistan, menemui jalan buntu tanpa menghasilkan kesepakatan damai permanen.

Walau status perang secara terbuka tidak dideklarasikan kembali, militer AS langsung mengambil langkah sepihak dengan menutup akses pelayaran ke pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Pasar Minyak Dunia Cenderung Stabil

Meski tensi politik dan militer di kawasan Selat Hormuz selaku jalur nadi draf energi dunia kembali memanas akibat ketidakpastian blokade, reaksi pasar komoditas global justru terpantau bergerak sebaliknya.

Grafik harga minyak mentah internasional sejauh ini dilaporkan melandai dan bergerak stabil. Di pasar komoditas, minyak mentah berjangka draf diperdagangkan di level USD 87,3 per barel, sementara minyak mentah jenis Brent bertahan di posisi USD 91,1 per barel.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #update #harga #minyak #dunia #usai #menhan #bantah #omongan #donald #trump

KOMENTAR