Kondisi Nigeria Usai Pembantaian 162 Orang, Desa Porak-Poranda
Warga Nigeria berdiri di tengah reruntuhan dan puing-puing rumah sisa serangan di Kota Woro, Negara Bagian Kwara, Kamis (5/2/2026). Menurut Palang Merah, serangan ini menewaskan 162 orang.(AFP/LIGHT ORIYE TAMUNOTONYE)
17:42
7 Februari 2026

Kondisi Nigeria Usai Pembantaian 162 Orang, Desa Porak-Poranda

- Serangan kelompok ekstremis bersenjata menewaskan sedikitnya 162 orang di dua desa di Nigeria barat pada Selasa (4/2/2026) malam.

Insiden ini menjadi salah satu pembantaian paling mematikan di negara tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Anggota parlemen Nigeria, Mohammed Omar Bio, mengungkapkan bahwa serangan terjadi di Desa Woro dan Nuku, yang berada di Negara Bagian Kwara. Kedua desa tersebut diserbu oleh kelompok bersenjata yang menyerang secara brutal warga sipil.

Baca juga: Dari Nigeria hingga Australia, Benarkah Bayang-bayang ISIS Kembali Muncul?

“Serangan ini menargetkan komunitas kami secara langsung,” kata Bio, dikutip dari France24.

Sekretaris Palang Merah di Negara Bagian Kwara, Ayodeji Emmanuel Babaomo, menyatakan bahwa timnya kesulitan menjangkau lokasi kejadian karena medan yang terpencil.

“Kami belum bisa mencapai daerah yang terdampak karena akses sangat terbatas,” ujar Babaomo.

Kondisi mengenaskan di lokasi

Televisi lokal menayangkan rekaman kondisi desa yang porak-poranda. Terlihat jenazah korban tergeletak di tanah dalam kondisi berlumuran darah, beberapa dengan tangan terikat. Rumah-rumah penduduk juga tampak hangus terbakar.

Gubernur Kwara, AbdulRahman AbdulRazaq, menyebutkan bahwa kekerasan ini kemungkinan besar merupakan balasan dari kelompok ekstremis terhadap operasi militer yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

“Serangan ini adalah reaksi dari kelompok bersenjata terhadap operasi militer yang menekan pergerakan mereka,” ujarnya.

Nigeria sedang dilanda berbagai bentuk kekerasan yang meluas ke hampir seluruh wilayah negara itu.

Di timur laut, pemerintah masih menghadapi pemberontakan bersenjata yang sudah berlangsung lebih dari 16 tahun, terutama dari kelompok Boko Haram.

Gambaran umum puing-puing yang terbakar dan rumah-rumah yang rusak setelah serangan di Woro, Negara Bagian Kwara, Nigeria, pada 5 Februari 2026.AFP/LIGHT ORIYE TAMUNOTONYE Gambaran umum puing-puing yang terbakar dan rumah-rumah yang rusak setelah serangan di Woro, Negara Bagian Kwara, Nigeria, pada 5 Februari 2026.Sementara di wilayah tengah utara, konflik berkepanjangan antara petani dan peternak terus memicu ketegangan.

Aksi separatis yang kerap disertai kekerasan juga masih terjadi di tenggara. Di bagian barat laut, penculikan untuk tebusan menjadi momok tersendiri bagi warga sipil.

Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa gelombang kerusuhan bisa meluas hingga ke wilayah barat daya yang selama ini relatif lebih aman.

Meski belum ada pihak yang mengeklaim bertanggung jawab atas serangan di Kwara, Presiden Nigeria Bola Tinubu secara terbuka menuding kelompok Boko Haram berada di balik pembantaian tersebut.

Baca juga: Kesaksian Korban Selamat Pembantaian di El-Fasher Sudan: Dianggap Budak

Amerika Serikat kecam keras serangan

Situasi bangunan yang diledakkan di pasar Gamboru, Maiduguri, Nigeria, 25 Desember 2025. Ledakan ini menewaskan sedikitnya tujuh orang.AFP/AUDU MARTE Situasi bangunan yang diledakkan di pasar Gamboru, Maiduguri, Nigeria, 25 Desember 2025. Ledakan ini menewaskan sedikitnya tujuh orang.Pemerintah Amerika Serikat (AS) turut mengecam tragedi tersebut. Dalam pernyataan yang disampaikan Kedutaan Besar AS di Nigeria pada Jumat (6/2/2026), serangan itu digambarkan sebagai bentuk kekerasan yang mengerikan.

“Amerika Serikat mengecam serangan mengerikan di Negara Bagian Kwara di Nigeria, yang menewaskan lebih dari 160 orang,” tulis Kedutaan Besar AS melalui akun resmi X (sebelumnya Twitter).

Kedutaan juga menyebut bahwa jumlah korban jiwa masih bisa bertambah, mengingat masih banyak warga yang dilaporkan hilang.

Selain menyampaikan belasungkawa, AS juga menyambut baik langkah Tinubu yang mengerahkan pasukan keamanan ke lokasi untuk melindungi warga dan menyalurkan bantuan bagi para korban.

Situasi keamanan di negara berpenduduk terbanyak di Afrika ini semakin menjadi perhatian internasional, terlebih setelah Presiden AS Donald Trump menuding adanya praktik genosida di Nigeria.

Baca juga: Cerita Warga Nigeria Kaget Diserang AS, Bangun Tidur Langsung Panik

Sumber: Kompas.com/Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tag:  #kondisi #nigeria #usai #pembantaian #orang #desa #porak #poranda

KOMENTAR