Pemimpin Bisnis Internet 50 Negara Kumpul di Jakarta, Bahas Masa Depan Ekosistem Digital
Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif(Dok APJII)
19:32
7 Februari 2026

Pemimpin Bisnis Internet 50 Negara Kumpul di Jakarta, Bahas Masa Depan Ekosistem Digital

– Para pemimpin bisnis dan operator internet dari lebih 50 negara dijadwalkan berkumpul di Jakarta dalam ajang Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT) 2026, Senin (9/2/2026).

Forum internasional ini menjadi ruang strategis untuk membahas arah masa depan bisnis dan infrastruktur internet global, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat penting ekosistem digital di kawasan Asia Pasifik.

Konferensi ini akan menghadirkan lebih dari 900 pakar internet dan pemimpin teknologi dari berbagai belahan dunia, mulai dari operator jaringan lokal hingga perusahaan global seperti Google, Amazon, dan Meta.

Baca juga: Rekacipta Group, Ekosistem Digital Lokal yang Hubungkan Kreator hingga Industri 4.0

Ketua Umum APJII Muhammad Arif DOKUMENTASI APJII Ketua Umum APJII Muhammad Arif

Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif menegaskan, kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia sebagai tuan rumah menjadi bukti peran penting industri internet nasional.

“Dengan menjadi tuan rumah APRICOT, APJII juga menampilkan kemajuan kolektif dan kontribusi hampir 1.469 penyelenggara jasa internet dalam memperkuat infrastruktur internet nasional,” kata Arif dalam rilisnya, Sabtu (7/2/2025).

Tokoh kunci dunia internet dan keamanan siber turut hadir

Sejumlah pembicara kunci dijadwalkan hadir dalam APRICOT 2026, antara lain pakar keamanan siber Indonesia Budi Rahardjo, sejarawan internet dari Universitas Harvard Jim Cowie, serta Network Engineer Google, Jen Linkova.

Direktur Eksekutif Asia Pacific Network Operators Group (APNOG) sekaligus penyelenggara APRICOT, Philip Smith, menilai pertemuan tatap muka tetap menjadi kunci ketahanan internet global.

Ilustrasi internetfreepik.com Ilustrasi internet

Baca juga: Kembangkan Ekosistem Digital Umat, Aplikasi Muslim Calendar Gandeng Stafsus Menteri Agama

“Pertemuan langsung seperti APRICOT membantu para operator internet memperluas jejaring koneksi yang membuat internet global semakin kuat dan tangguh,” ujarnya.

Direktur Jenderal APNIC (Asia Pacific Network Information Centre), Jia Rong Low, menilai Indonesia memiliki peran strategis dalam peta pertumbuhan internet regional.

“Pertumbuhan internet Indonesia dalam satu dekade terakhir sangat luar biasa, dengan jumlah pengguna yang meningkat lebih dari dua kali lipat hingga mencapai lebih dari 229 juta orang saat ini. Dengan menjadi tuan rumah APRICOT, Indonesia menunjukkan kepemimpinan dan komitmen kuat dalam membangun internet yang lebih aman dan resilien,” kata Jia Rong Low.

Agenda utama: penguatan infrastruktur

Sejumlah agenda utama yang dibahas dalam APRICOT 2026 diarahkan pada pengelolaan operasional internet dan pengembangan teknologi jaringan yang menjadi fondasi utama bisnis digital.

Baca juga: Telkomsel Ekosistem Digital Raih ISO 27001, Perkuat Kepercayaan Bisnis

Topik yang diangkat antara lain pengaturan dan operasional Internet Protocol versi empat (IPv4) dan Internet Protocol versi enam (IPv6), termasuk transisi dari sistem alamat lama yang terbatas menuju sistem pengalamatan baru yang lebih besar dan berkelanjutan.

Forum ini juga menyoroti isu keamanan routing, yaitu mekanisme untuk memastikan jalur pengiriman data internet tidak disusupi atau dimanipulasi.

Dalam konteks ini, dibahas penerapan Resource Public Key Infrastructure (RPKI) sebagai sistem kriptografi untuk memverifikasi keabsahan rute internet, serta Mutually Agreed Norms for Routing Security (MANRS), yakni norma global untuk menjaga keamanan dan stabilitas routing internet.

Agenda lainnya mencakup pembahasan operasional tulang punggung internet atau backbone sebagai infrastruktur utama yang mengalirkan lalu lintas data berskala besar antarwilayah dan antarnegara.

Baca juga: Mastel Dorong Kolaborasi OTT dan Operator Telekomunikasi untuk Wujudkan Ekosistem Digital yang Adil

Ilustrasi data center.www.shutterstock.com Ilustrasi data center.

Selain itu, dibahas pula praktik peering dan interkoneksi antarpelaku industri jaringan, serta peran Internet Exchange Point (IXP) sebagai titik temu berbagai jaringan internet untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan latensi.

Isu perancangan pusat data, operasional harian, serta strategi peningkatan kapasitas juga menjadi sorotan karena pusat data berfungsi sebagai fondasi utama layanan digital dan bisnis internet modern.

Distribusi konten, virtualisasi, dan otomatisasi jaringan

Dari sisi distribusi layanan, APRICOT 2026 mengangkat teknologi jaringan distribusi konten atau content delivery network (CDN), yang berfungsi mempercepat dan menstabilkan akses konten digital seperti video dan aplikasi.

Konferensi ini juga membahas virtualisasi jaringan, yakni pemisahan fungsi jaringan dari perangkat keras fisik agar pengelolaan menjadi lebih fleksibel, serta otomatisasi jaringan melalui pemrograman untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Baca juga: Gojek Lucurkan GoGreen SM, Analis: Bisa Tingkatkan Monetisasi Ekosistem Digital GOTO

Aspek keamanan infrastruktur jaringan turut menjadi perhatian utama guna melindungi sistem dari gangguan dan serangan siber.

Tag:  #pemimpin #bisnis #internet #negara #kumpul #jakarta #bahas #masa #depan #ekosistem #digital

KOMENTAR