Strategi BCA Cegah Penipuan Nasabah
- SPV Wholesale Transaction Banking Product Development PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Martinus Robert Winata, mengatakan, BCA memiliki mekanisme investigasi untuk menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan phishing dan penipuan terhadap nasabah.
“Kita melakukan investigasi, apakah suatu kejadian itu merupakan phishing atau tidak. Kita juga melihat di sistem kita, apakah ada akses yang tidak semestinya atau tidak,” kata Martinus di ICE BSD, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa dalam banyak kasus phishing, modus yang digunakan serupa dengan nasabah menyerahkan kartu ATM dan PIN kepada pihak lain, sesuatu yang sejak awal telah diingatkan untuk dihindari.
Baca juga: BCA Bagikan Tips agar Tidak Terjebak Phishing dan Scam
SPV IT Security BCA Ferdinan Marlim (kiri), SPV Wholesale Transaction Banking Product Development, Martinus Robert Winata (tengah)
“Kalau terjadi phishing, itu sama saja seperti nasabah membawa kartu ATM dan PIN lalu memberikannya ke orang lain. Karena itu sejak awal kita selalu mengingatkan, jangan pernah menyerahkan kartu dan PIN kepada siapa pun,” ujarnya.
Martinus menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar nasabah tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan, termasuk melalui komunikasi palsu yang mengatasnamakan bank.
“Kita terus melakukan edukasi ulang supaya nasabah tetap aware. Karena kalau sudah terjadi penipuan, itu kan susah,” kata dia.
“Jadi selain edukasi, kita juga punya tim investigasi sendiri untuk melihat dan menindaklanjuti setiap kasus yang terjadi,” tegas dia.
Baca juga: IASC Kembalikan Rp 161 Miliar Dana 1.070 Korban Penipuan Digital
Perlindungan sistem teknologi BCA
Sebelumnya, SPV IT Security BCA, Ferdinan Marlim, mengatakan bahwa perlindungan sistem teknologi BCA dibangun dengan konsep keamanan berlapis guna meminimalkan celah yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.
“Teknologi yang kita pasang itu banyak sekali dan kita menganut konsep proteksi berlapis. Proteksi memang harus berlapis untuk memastikan tidak ada celah sama sekali yang bisa dimanfaatkan untuk masuk,” kata Ferdinan.