Dokter Ingatkan Risiko Penyakit Kulit dari Baju Thrifting yang Tidak Dicuci
Cara mengatasi gatal akibat alergi cuaca panas yaitu beredam di air dingin dan mengoleskan salep. Ketahui tips lainnya...(Mayoclinic)
21:36
7 Februari 2026

Dokter Ingatkan Risiko Penyakit Kulit dari Baju Thrifting yang Tidak Dicuci

Penggunaan pakaian bekas atau thrifting tanpa proses pembersihan yang tepat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan kulit.

Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Fitria Agustina, Sp.KK, FINSDV, FAADV mengingatkan, baju bekas yang langsung dipakai tanpa dicuci dapat meningkatkan risiko penularan infeksi dan iritasi pada kulit.

“Risiko utama memakai baju bekas yang tidak dibersihkan dengan baik adalah penularan penyakit kulit dan iritasi pada kulit,” kata dokter Fitria dikutip dari ANTARA, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga: Perawatan Kulit Atasi Gatal dan Ruam akibat Eksim

Pakaian Bekas Masih Menyimpan Mikroorganisme

Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) itu menjelaskan, pakaian bekas masih dapat menyimpan sisa keringat, jamur, bakteri, serta residu bahan kimia dari pemilik sebelumnya.

Mikroorganisme tersebut dapat tertinggal di serat kain, terutama jika pakaian tidak dibersihkan dengan baik sebelum digunakan kembali.

Jika langsung digunakan tanpa dicuci, kondisi tersebut dapat memicu reaksi pada kulit.

Risiko ini lebih tinggi pada orang dengan kulit sensitif, meskipun tidak menutup kemungkinan terjadi pada siapa pun.

Baca juga: Seperti Apa Gatal karena Diabetes? Berikut 4 Ciri-cirinya…

Gatal hingga Infeksi Kulit

Keluhan yang dapat muncul akibat penggunaan baju thrifting tanpa dicuci antara lain gatal, ruam kemerahan, bentol kecil, hingga infeksi kulit.

Menurut dokter Fitria, infeksi yang paling sering berpotensi menular melalui pakaian bekas adalah infeksi jamur, seperti kurap.

Jamur dapat bertahan cukup lama di serat kain, terutama bila pakaian berada dalam kondisi lembap. Selain itu, penyakit kudis atau skabies juga dapat menular melalui pakaian yang terkontaminasi tungau.

“Selain jamur, ada juga skabies dan kutu yang bisa berpindah kalau bajunya dipakai cukup lama. Infeksi bakteri ringan juga bisa terjadi, meski lebih jarang,” ujar dokter lulusan pendidikan spesialis Dermatologi dan Venereologi Universitas Indonesia itu.

Baca juga: Kata Dokter: Lemes dan Gatal Saja Bisa Jadi Gejala Gagal Ginjal Stadium 5

Daya Tahan Jamur dan Tungau di Kain

Dokter Fitria menambahkan, mikroorganisme seperti jamur, tungau, dan kutu memiliki kemampuan bertahan hidup di serat kain dalam waktu yang berbeda-beda.

Jamur dapat hidup di pakaian selama berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Tungau penyebab skabies dapat bertahan sekitar dua hingga tiga hari, sedangkan kutu dan telurnya juga bisa bertahan selama beberapa hari.

Kondisi pakaian yang lembap dan tidak dibersihkan secara menyeluruh dapat memperpanjang daya hidup mikroorganisme tersebut.

Baca juga: Kulit Gatal Bisakah Jadi Tanda Peringatan Kondisi Medis? Ini Penjelasannya…

ilustrasi gatalfreepik ilustrasi gatal

Waspadai Gejala Awal pada Kulit

Dokter yang juga praktik di Klinik Utama Promec Pecenongan ini mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tanda awal gangguan kulit setelah mengenakan baju thrifting.

Gejala yang perlu diperhatikan antara lain gatal yang menetap, ruam, bentol kecil, kulit bersisik, atau munculnya bercak melingkar pada kulit.

Jika keluhan tidak membaik atau justru meluas, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tag:  #dokter #ingatkan #risiko #penyakit #kulit #dari #baju #thrifting #yang #tidak #dicuci

KOMENTAR