PDI-P Luncurkan Fatmawati Trophy 2026, Ini Maknanya
- PDI-P meluncurkan Fatmawati Trophy 2026 dalam rangka peringatan 103 tahun kelahiran Ibu Negara pertama RI, Fatmawati Soekarno.
Peluncuran digelar di Museum Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026). Peluncuran ini disebut bagian dari upaya merawat memori kolektif dan nilai peradaban bangsa.
Baca juga: Cerita Puti Guntur: Fatmawati Sempat Mengira Kain Merah Putih untuk Popok Bayi
"Fatmawati Trophy adalah wujud upaya merawat memori kolektif bangsa. Di dalamnya terkandung simbol keteguhan dan kekuatan moral perempuan Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto dalam konferensi pers di Museum Fatmawati, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Hasto mengatakan, Fatmawati Trophy merupakan hasil kontemplasi dan gagasan Ketua DPP PDI Perjuangan M. Prananda Prabowo.
Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan secara artistik oleh pemahat nasional Dolorosa Sinaga dalam bentuk figur perempuan berjubah yang berdiri tegak.
Menurutnya, penempatan trofi di area Museum Fatmawati, yang juga menampilkan mesin jahit bersejarah milik Fatmawati, memiliki makna simbolis yang kuat.
"(Penempatan) dimaksudkan sebagai pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya lahir dari peristiwa politik besar, tetapi juga dari peran personal yang kerap luput dari catatan sejarah," ujar Hasto.
Baca juga: Peran Fatmawati sebagai Tokoh Perempuan Kemerdekaan Indonesia
Cucu Fatmawati, Puti Guntur Soekarno, juga menegaskan bahwa secara konseptual Fatmawati Trophy merupakan hasil perenungan M. Prananda Prabowo tentang pentingnya mengabadikan Fatmawati sebagai arsip nilai peradaban bangsa.
“Gagasan tersebut diwujudkan secara artistik oleh pemahat nasional Dolorosa Sinaga, yang merancang trofi dalam bentuk figur perempuan berjubah berdiri tegak, melambangkan keteguhan, keheningan, dan kekuatan moral perempuan Indonesia,” tutur Puti pada kesempatan sama.
Tak hanya menjadi simbol, Fatmawati Trophy 2026 juga menjadi payung bagi kompetisi desain fesyen nasional.
Baca juga: Pertemuan Soekarno, Hatta, dan Radjiman dengan Terauchi di Dalat
Ajang ini menempatkan fesyen sebagai medium ideologis dan kultural untuk menafsirkan kembali nilai-nilai perjuangan Fatmawati, seperti kesederhanaan, keanggunan, dan keberanian perempuan.
Ketua Panitia Nasional Fatmawati Trophy, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, mengatakan kegiatan ini sebagai bagian dari gerakan kebudayaan yang menempatkan perempuan sebagai subyek utama sejarah.
Baca juga: Mengapa Soekarno Menyebut Dirinya Elang yang Terpotong Sayapnya?
“Fatmawati Trophy adalah monumen nilai. Kita ingin melahirkan kepemimpinan perempuan yang memiliki keteguhan prinsip seperti Ibu Fatmawati, yang mampu menjadi arsitek peradaban bagi Indonesia Raya,” kata Bintang.