Rahasia di Balik Bunyi Kentut, Kenapa Ada yang Senyap dan Nyaring?
Ilustrasi apakah sering kentut itu normal?(Shutterstock/Just dance)
21:06
8 Februari 2026

Rahasia di Balik Bunyi Kentut, Kenapa Ada yang Senyap dan Nyaring?

- Kentut atau buang angin adalah hal wajar yang dilakukan oleh semua orang. Rata-rata seseorang kentut sekitar 14 kali dalam sehari, dengan total volume gas mencapai kurang lebih setengah liter per hari.

Kendati demikian, tidak semua orang kentut dengan cara yang sama. Ada orang-orang yang kentutnya tidak bersuara, ada pula yang kentutnya bersuara, bahkan terdengar nyaring dan menggelegar.

Apa yang membuat bunyi kentut berbeda-beda pada setiap orang? Berikut penjelasan dokter spesialis gastroenterologi di University of Michigan Medicine Gastroenterology Clinic, Michael Rice, M.D., dilansir dari Men's Health, Minggu (8/2/2026).

Baca juga: Kenapa Manusia Kentut? Ini Penjelasannya...

Banyak faktor yang memengaruhi bunyi kentut

Bunyi kentut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari apa yang kamu makan dan minum, serta bagaimana posisi dan gerakan tubuh saat gas keluar.

“Selama proses pencernaan, gas seperti karbon dioksida, metana, dan hidrogen, terbentuk di dalam usus dan akan mencari jalan keluar,” ujar dr. Rice.

Usus kemudian berkontraksi untuk menggerakkan isinya, termasuk gas, melalui proses yang disebut peristaltik, yakni gerakan berirama yang mendorong sisa pencernaan menuju anus.

Dalam perjalanan tersebut, gelembung-gelembung gas kecil bergabung menjadi gelembung yang lebih besar. Ketika tubuh akhirnya melepaskan gas itu, terjadilah kentut.

Suara kentut bukan karena bokong

Menurut dr. Rice, suara kentut berasal dari getaran yang dihasilkan saat gas melewati saluran anus. Ini berbeda dari anggapan populer yang mengatakan bahwa bunyi kentut berkaitan dengan “kepakan” kedua belahan bokong.

“Suara kentut sangat dipengaruhi oleh kecepatan gas saat keluar, serta bentuk dan ukuran bukaan sfingter anus pada momen tersebut,” jelas dia.

Ia mengibaratkannya seperti alat musik. Semakin kecil bukaan tempat keluarnya udara, semakin tinggi nada yang dihasilkan, dan suara bisa terdengar melengking atau cempreng.

Sebaliknya, jika bukaan lebih besar, suara yang muncul cenderung lebih rendah dan dalam.

Baca juga: Tanda-tanda Kentut Tidak Normal yang Harus Diwaspadai

Sfingter anus dan kontrol otot

Ukuran bukaan anus pada saat kentut dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk kondisi otot anus saat istirahat dan faktor perilaku tertentu.

“Kita sebenarnya bisa memengaruhi bunyi kentut dengan cara mengendurkan atau mengencangkan sfingter anus eksternal serta diafragma, untuk mengubah tinggi nada, volume, dan durasi suaranya,” kata dr. Rice.

Mengencangkan sfingter anus mirip dengan usaha menahan buang air besar. Ketika bukaan menjadi lebih sempit, kentut yang keluar cenderung lebih pendek dan bernada tinggi, sehingga terdengar melengking.

Selain ukuran bukaan, kecepatan gas keluar dari tubuh (expulsion velocity) juga berperan penting. Semakin cepat gas keluar, semakin besar kemungkinan kentut terdengar lebih keras.

Kata dr. Rice, jenis gas turut memengaruhi suara dan bau. Kentut yang dipicu oleh udara yang tertelan biasanya lebih keras, tetapi tidak terlalu berbau.

Sebaliknya, kentut yang berasal dari proses pencernaan dan fermentasi bakteri di usus, volumenya cenderung lebih kecil dan suaranya lebih pelan, tetapi aromanya lebih menyengat.

Kapan kentut harus diwaspadai?

Dalam kebanyakan kasus, entah kentutmu terdengar keras, pelan, melengking, atau dalam, kondisi tersebut sebenarnya tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, ada situasi tertentu ketika kentut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

“Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter jika kentut disertai gejala seperti inkontinensia tinja, seringnya gas keluar tanpa bisa dikendalikan, nyeri perut yang menetap, perut terasa sangat kembung, atau adanya darah saat buang air besar,” ujar dr. Rice.

Dokter biasanya akan menanyakan pola makan, kebiasaan buang air besar, riwayat kesehatan keluarga, serta kondisi medis lain yang mungkin dimiliki.

Pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan untuk memastikan apakah ada gangguan pencernaan yang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), kolitis ulseratif, kanker usus besar, atau masalah gastrointestinal lainnya.

Baca juga: 12 Hal yang Bisa Jadi Penyebab Kamu Kentut Terus

Tag:  #rahasia #balik #bunyi #kentut #kenapa #yang #senyap #nyaring

KOMENTAR