Studi Ungkap Manfaat Lakukan Variasi Olahraga, Risiko Kematian Bisa Turun 19 Persen
Ilustrasi olahraga bersepeda dan olahraga padel. Penelitian jangka panjang menemukan bahwa orang yang melakukan berbagai jenis olahraga memiliki risiko kematian lebih rendah dibanding mereka yang hanya mengandalkan satu aktivitas.(Freepik/jcom, Freepik/Freepik)
14:24
8 Februari 2026

Studi Ungkap Manfaat Lakukan Variasi Olahraga, Risiko Kematian Bisa Turun 19 Persen

Rutin berolahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa jenis olahraga yang bervariasi memberi manfaat tambahan bagi umur panjang.

Orang yang melakukan beragam aktivitas fisik tercatat memiliki risiko kematian lebih rendah dibanding mereka yang hanya mengandalkan satu jenis olahraga.

Temuan ini berasal dari penelitian jangka panjang yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Medicine. Penelitian tersebut menganalisis data lebih dari 111.000 orang dewasa yang diikuti selama sekitar 30 tahun.

Hasilnya menunjukkan, individu dengan variasi aktivitas fisik tertinggi memiliki risiko kematian 19 persen lebih rendah dibanding mereka yang variasi olahraganya paling sedikit, meski total durasi olahraga relatif sama.

Baca juga: Rutin Olahraga Sejak Muda Bantu Cegah Hipertensi di Usia Paruh Baya

Variasi olahraga dinilai lebih menguntungkan

Peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa setiap jenis olahraga memberi dampak berbeda bagi tubuh.

Mengombinasikan beberapa aktivitas membantu melatih lebih banyak bagian tubuh dan sistem organ.

“Keterlibatan dalam berbagai jenis aktivitas fisik, bersamaan dengan peningkatan total aktivitas, berpotensi membantu menurunkan risiko kematian dini,” tulis tim peneliti dalam laporannya.

Jenis aktivitas yang dianalisis dalam studi ini sangat beragam. Mulai dari berjalan kaki, berlari, bersepeda, berenang, latihan beban, naik tangga, hingga aktivitas sehari-hari seperti berkebun atau memotong rumput.

Baca juga: Hanya 10 Menit Olahraga Intens, Tubuh Mulai Mengirim Sinyal Penekan Kanker

Manfaat olahraga tidak selalu bertambah dengan jam latihan

Ilustrasi olahraga. Penelitian jangka panjang menemukan bahwa orang yang melakukan berbagai jenis olahraga memiliki risiko kematian lebih rendah dibanding mereka yang hanya mengandalkan satu aktivitas.Google Gemini AI Ilustrasi olahraga. Penelitian jangka panjang menemukan bahwa orang yang melakukan berbagai jenis olahraga memiliki risiko kematian lebih rendah dibanding mereka yang hanya mengandalkan satu aktivitas.

Penelitian ini juga menemukan bahwa manfaat olahraga tidak terus meningkat seiring bertambahnya waktu latihan.

Risiko kematian cenderung menurun hingga sekitar 20 jam aktivitas fisik per minggu, lalu tidak menunjukkan perbedaan berarti setelahnya.

Artinya, menambah variasi olahraga bisa menjadi pilihan yang lebih efektif dan realistis dibanding menambah durasi latihan secara berlebihan.

Ahli gizi dan epidemiolog, Yang Hu, menjelaskan bahwa orang secara alami memilih jenis aktivitas yang berbeda sesuai kondisi kesehatan dan minat masing-masing.

Menurutnya, memilih beberapa jenis olahraga dapat memberi manfaat kesehatan tambahan dibanding hanya melakukan satu jenis aktivitas.

Baca juga: Jalan Kaki Dinilai Lebih Efektif Dibanding Olahraga Berat, Ini Penjelasan Dokter

Mengapa variasi gerak penting bagi tubuh

Olahraga yang bervariasi membuat tubuh bergerak dengan pola yang berbeda-beda. Hal ini membantu melatih otot dan sendi secara lebih seimbang, serta menurunkan risiko kelelahan dan cedera akibat gerakan berulang.

Selain itu, variasi aktivitas juga membantu menjaga motivasi agar kebiasaan olahraga lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

Fisiolog dari University of Leicester, Tom Yates, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menyebut manfaat variasi olahraga mirip dengan pola makan sehat. Keberagaman, menurutnya, memiliki nilai tersendiri bagi kesehatan.

Catatan penting dari penelitian

Peneliti menegaskan bahwa data aktivitas fisik dalam studi ini berdasarkan laporan peserta, bukan pemantauan langsung.

Selain itu, mayoritas partisipan berasal dari kalangan tenaga kesehatan berkulit putih, sehingga hasilnya belum sepenuhnya mewakili populasi global.

Meski demikian, temuan ini memperkuat pesan bahwa olahraga tidak harus berat atau seragam.

Bergerak secara rutin dengan berbagai jenis aktivitas dinilai cukup untuk memberi manfaat besar bagi kesehatan dan umur panjang.

Baca juga: Sering Jalan di Kantor dan Naik Tangga, Apakah Sudah Termasuk Olahraga? Ini Kata Dokter

Tag:  #studi #ungkap #manfaat #lakukan #variasi #olahraga #risiko #kematian #bisa #turun #persen

KOMENTAR