4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Imlek, Konon Bisa Datangkan Sial
Ilustrasi menyapu hal yang tidak boleh dilakukan saat Imlek. [pexels.com/cottonbro]
17:11
9 Februari 2026

4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Imlek, Konon Bisa Datangkan Sial

Perayaan Imlek selalu identik dengan kemakmuran, kekayaan, dan rezeki melimpah. Tapi tahukah bahwa ternyata ada pantangan dan mitos yang beredar di Tahun Baru ini. Konon ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat Imlek.

Di Tahun Baru Imlek 2026 ini, masyarakat khususnya keturunan Tionghoa menyakini semangat mencari keberuntungan dengan mengambil tema Shio Kuda Api. 

Pantangan dan larangan tersebut juga selaras dengan menjaga hidup penuh kemakmuran, sebagaimana yang menjadi filosofi utama masyarakat Tionghoa.

Lantas, apa saja pantangan Imlek dan bagaimana pesan di balik semua pantangan tersebut? 

Menyapu dan membersihkan rumah

Ilustrasi menyapu, pantang dilakukan saat Imlek. (Shutterstock) PerbesarIlustrasi menyapu, pantang dilakukan saat Imlek. (Shutterstock)

Menyapu rumah pada hari pertama Imlek sangat dilarang oleh tradisi. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa keberuntungan dan rezeki masuk ke dalam rumah tepat saat pergantian tahun.

Membersihkan lantai dianggap sama saja dengan mengusir atau menyapu keluar rezeki yang baru saja tiba. Jika memang terpaksa harus menyapu, debu harus diarahkan ke dalam rumah, bukan ke luar pintu.

Pesan mendalam

Adapun kala dilihat dari sisi praktis, larangan ini sebenarnya bertujuan agar tuan rumah bisa beristirahat total dan menikmati waktu bersama keluarga tanpa terbebani urusan domestik.

Fokus utama hari pertama Imlek adalah mempererat silaturahmi.

Dengan menyelesaikan seluruh aktivitas bersih-bersih sebelum hari H, rumah sudah dalam kondisi prima sehingga pemilik rumah bisa menyambut tamu dengan suasana hati yang lebih rileks dan gembira.

Memotong rambut dan kuku

Semir rambut tanpa bleaching untuk lansia. (Pexels/Kampus Production). PerbesarSemir rambut tanpa bleaching untuk lansia. (Pexels/Kampus Production).

Penggunaan gunting, pisau, atau alat pemotong lainnya dianggap sebagai simbol pemutus rantai keberuntungan. Memotong rambut saat Imlek dipercaya dapat memperpendek usia atau memotong aliran rezeki yang sedang mengalir.

Alhasil karena itu, banyak orang berbondong-bondong merapikan rambut atau memotong kuku sebelum malam pergantian tahun tiba.

Pesan mendalam

Larangan ini secara tidak langsung berfungsi sebagai upaya pencegahan kecelakaan di hari raya. Suasana rumah saat Imlek biasanya sangat ramai oleh anak-anak yang berlarian dan tamu yang berlalu-lalang.

Menghindari penggunaan benda tajam meminimalisir risiko cedera atau luka yang dapat merusak suasana suka cita.

Selain itu, menyelesaikan urusan potong rambut sebelum Imlek memastikan penampilan sudah maksimal saat sesi foto keluarga dilakukan.

Mencuci rambut (Keramas) dan mencuci pakaian

Ilustrasi mesin cuci (Pexels/RDNE Stock project). PerbesarIlustrasi mesin cuci (Pexels/RDNE Stock project).

Kata "rambut" dalam bahasa Mandarin memiliki pelafalan yang mirip dengan kata "menjadi kaya".

Mencuci rambut saat hari pertama Imlek dianggap seperti membilas habis kekayaan dan keberuntungan yang baru saja hinggap.

Hal serupa berlaku untuk mencuci pakaian, karena hari pertama dan kedua Imlek diyakini sebagai hari lahir Dewa Air, sehingga menggunakan banyak air untuk mencuci dianggap kurang sopan.

Pesan mendalam

Aturan ini sebenarnya sangat membantu dalam hal efisiensi waktu. Mencuci dan menjemur pakaian memakan waktu serta tenaga yang cukup besar.

Dengan menunda pekerjaan ini, setiap orang memiliki kesempatan lebih banyak untuk berbincang dengan sanak saudara yang jarang bertemu.

Larangan ini mendorong setiap anggota keluarga untuk memprioritaskan interaksi sosial di atas rutinitas pekerjaan rumah tangga yang menjemukan.

Menagih utang dan meminjam uang

Ilustrasi uang rupiah (Pixabay/WonderfullBali) PerbesarIlustrasi uang rupiah (Pixabay/WonderfullBali)

Aktivitas finansial seperti menagih utang atau meminjam uang sangat dihindari selama perayaan Imlek. Tradisi meyakini bahwa siapa pun yang memulai tahun dengan urusan utang-piutang akan mengalami kesulitan finansial sepanjang tahun.

Menagih utang juga dianggap membawa nasib buruk bagi kedua belah pihak, baik bagi si penagih maupun si peminjam.

Pesan mendalam

Momen Imlek adalah waktu untuk merayakan kebahagiaan dan keharmonisan.

Membahas masalah finansial atau menagih utang tentu akan menciptakan ketegangan, rasa malu, hingga konflik antarindividu.

Menghindari topik sensitif seperti ini menjaga hubungan baik dan memastikan suasana perayaan tetap kondusif tanpa ada rasa dongkol atau permusuhan di meja makan.

Kontributor : Armand Ilham

Editor: Farah Nabilla

Tag:  #yang #tidak #boleh #dilakukan #saat #imlek #konon #bisa #datangkan #sial

KOMENTAR