Kisah Pakde Prayogo, Bertaruh Jadi Pebisnis meski Harus Tinggalkan Karier Dosen
Prayogo Waluyo atau yang akrab disapa Pakde (Istimewa)
17:28
27 Februari 2026

Kisah Pakde Prayogo, Bertaruh Jadi Pebisnis meski Harus Tinggalkan Karier Dosen

- Berpindah dari pekerjaan tetap ke dunia bisnis bukan hanya soal mengganti profesi, tetapi juga mengubah seluruh pola hidup. Stabilitas yang dulu dimiliki harus ditukar dengan ketidakpastian, sementara jam kerja menjadi tidak lagi terbatas. Namun di balik itu semua, ada peluang besar bagi mereka yang berani mengambil risiko.

Hal tersebut dialami oleh Prayogo Waluyo atau yang akrab disapa Pakde. Bersama istrinya, Ciwid, ia membangun HIQWEEN, sebuah brand kecantikan yang kini dikenal luas dengan fokus pada perawatan flek hitam, khususnya bagi ibu-ibu.

Perjalanan Pakde di dunia bisnis dimulai dari langkah sederhana. Saat masih kuliah, ia sudah mencoba menjadi reseller. Setelah berprofesi sebagai dosen, ia tetap melanjutkan bisnisnya sebagai pekerjaan sampingan.

Sepulang mengajar, ia tidak langsung beristirahat. Justru, ia melanjutkan aktivitas dengan membungkus pesanan hingga dini hari, lalu mengantarkannya sendiri ke ekspedisi. Rutinitas itu dijalani dengan penuh ketekunan.

Pakde pun mengungkapkan bahwa dunia bisnis tidak selalu semudah yang terlihat oleh orang lain.

“Tapi kadang orang itu sawang-sinawang. Kelihatannya jadi pebisnis enak. Padahal dulu waktu jadi dosen, Sabtu-Minggu masih bisa jalan sama keluarga. Sekarang kerja 24 jam,” ujarnya, Jumat (27/2).

Saat menjadi dosen, ia masih memiliki waktu luang untuk keluarga, meskipun penghasilannya sebagian besar habis untuk membayar cicilan rumah. Dari fase inilah mentalnya ditempa untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.

Keputusan besar diambil pada tahun 2022. Pakde memilih mundur dari profesi dosen untuk fokus membesarkan bisnisnya. Langkah ini tidak mudah, apalagi latar belakang keluarga yang banyak berprofesi di bidang kesehatan sempat mempertanyakan pilihannya.

“Secara keluarga pasti ada pertanyaan. Tapi saya yakin, kalau mau bertumbuh, harus berani keluar dari zona nyaman,” katanya.

Namun, bisnisnya kemudian berkembang melalui strategi organik di media sosial, terutama lewat konten edukasi tentang bahaya merkuri. Dari situ, kepercayaan konsumen mulai terbangun secara alami.

Namun ujian besar datang pada 2023. Bisnis Pakde pun mengalami kerugian hingga hampir Rp 6 miliar akibat sistem manajemen tim yang belum tertata dengan baik.

“Tahun 2023 itu berat sekali. Kita diuji tim, diuji sistem, sampai rugi hampir Rp 6 miliar. Di situ saya sadar, bisnis bukan cuma soal produk laku, tapi soal sistem yang kuat,” ungkap Pakde.

Dari pengalaman tersebut, ia memahami bahwa setiap fase bisnis memiliki tantangan berbeda. Tahun 2021 menjadi fase pengenalan produk, tahun 2022 dihadapkan pada masalah supply chain, dan tahun berikutnya menghadapi persoalan internal tim.

“Setiap tahun level ujiannya naik. Tapi kami percaya semua itu proses belajar. Sistem kami benahi pelan-pelan,” tambahnya.

Setelah melakukan berbagai pembenahan, bisnisnya pun perlahan bangkit. Struktur tim diperbaiki, manajemen ditata ulang, dan pengawasan kualitas diperketat. Hasilnya, pengiriman produk sempat mencapai 28.000 resi dalam satu hari.

Di tengah pertumbuhan bisnis yang pesat, Pakde tetap menekankan pentingnya menjaga integritas produk. Ia memastikan setiap produk telah melalui uji laboratorium dan menghindari klaim berlebihan.

“Integritas itu harga mati. Jangan sampai karena ingin cepat besar, kita overclaim. Produk harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sebagai pasangan yang membangun bisnis bersama, Pakde dan istrinya juga menghadapi dinamika dalam rumah tangga. Ia menyadari pentingnya membagi peran agar bisnis tidak mengganggu keharmonisan keluarga.

Di akhir perjalanannya, Pakde menegaskan bahwa tujuan utama yang mereka kejar bukan sekadar angka penjualan.

“Bisnis ini bukan cuma soal omzet. Yang kami cari itu keberkahan. Kalau memang belum waktunya, ya tidak perlu dipaksa. Rezeki bukan perlombaan,” tutupnya.

 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #kisah #pakde #prayogo #bertaruh #jadi #pebisnis #meski #harus #tinggalkan #karier #dosen

KOMENTAR