Merasa Pusing dan Badan Lemas saat Berpuasa Apakah Berbahaya? Begini Penjelasan Dokter
Ilustrasi orang yang merasa pusing saat menjalankan puasa. (Canva)
16:05
27 Februari 2026

Merasa Pusing dan Badan Lemas saat Berpuasa Apakah Berbahaya? Begini Penjelasan Dokter

Rasa pusing, lemas, hingga tangan gemetar saat berpuasa ternyata bukan kondisi sepele. Gejala tersebut bisa menjadi tanda hipoglikemia, yaitu kondisi ketika kadar gula darah turun drastis dan berpotensi membahayakan tubuh.

Menurut internist, endokrinologist, dan health motivator, Dr. dr. Hans Tandra, kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah berada di bawah batas normal.

“Hipoglikemi atau hypoglycemia. Nah, jadi gula darah turun. Dikatakan kalau di bawah 70 itu membuat timbul gejala-gejala. Keringat dingin, kepala pusing,” jelasnya, dikutip dari kanal YouTube Goodtalktv99, Jumat (27/2).

Ia menerangkan, saat tubuh kekurangan gula, organ vital seperti otak akan terdampak. Akibatnya, seseorang bisa mengalami pusing hingga kehilangan keseimbangan.

“Efek pertama itu otak ini tidak dapat makan. Jadi orang itu oleng, pusing,” tuturnya.

Selain itu, dr. Hans juga mengatakan tubuh akan memicu mekanisme pertahanan yang ditandai dengan detak jantung cepat, gemetar, dan keringat dingin. Kondisi ini bisa semakin berbahaya jika tidak segera ditangani.

“Ya, itu sebetulnya berbahaya. Karena bahaya kalau sampai pingsan tidak sadarkan diri itu bahaya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa risiko lebih besar bisa terjadi pada kelompok tertentu, seperti lansia. Jika sampai pingsan akibat kekurangan gula, kondisi tersebut bisa berdampak serius pada fungsi otak. Sebagai langkah awal penanganan, tubuh perlu segera mendapatkan asupan gula.

“Penting. Jadi memang pertolongan pertama suntik gula atau minum atau makan yang manis ada yang ada kalori supaya cepat teratasi,” jelasnya.

Namun, pencegahan tetap menjadi hal utama. Saat berpuasa, seseorang disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berlebihan yang bisa menguras energi secara cepat.

“Jadi waktu Anda berpuasa Anda tidak boleh melakukan aktivitas yang kelewat batas. Berlari misalnya itu bakar gula,” ucapnya.

Selain itu, penggunaan obat juga perlu diperhatikan. Mengonsumsi obat dalam kondisi perut kosong tanpa pengawasan dokter bisa memicu hipoglikemia.

“Jadi mesti sebelumnya Anda konsultasi dengan dokter dulu. Dokter saya boleh puasa kapan boleh minum obat?” tambahnya.

Untuk menjaga gula darah tetap stabil selama puasa, pola makan juga harus diperhatikan, terutama saat sahur dan berbuka. Ia menyarankan untuk memilih makanan yang memberikan energi tahan lama.

“Cari proteinnya banyak ya. Protein itu bisa tahan lama. Cari sayuran, buah-buahan itu membuat tahan lama,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsumsi karbohidrat berlebihan justru bisa membuat cepat lapar karena cepat diserap tubuh. Oleh karena itu, keseimbangan nutrisi sangat penting.

“Jadi selalu ada seimbang fiber, protein rendah lemak dan karbo,” katanya.

Selain pola makan, gaya hidup juga berpengaruh. Kurang tidur dan stres dapat memperburuk kondisi tubuh saat berpuasa.

Dengan menjaga pola makan, aktivitas, serta konsultasi medis yang tepat, risiko hipoglikemia saat puasa bisa dihindari. Ia pun mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap gejala awal yang muncul. “Jangan sampai terjadi hipoglikemi,” tuturnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #merasa #pusing #badan #lemas #saat #berpuasa #apakah #berbahaya #begini #penjelasan #dokter

KOMENTAR