PCOS Resmi Jadi PMOS, Ini Perbedaan dan Gejala yang Perlu Diketahui
Ilustrasi dokter. PCOS kini resmi berganti nama menjadi PMOS karena para ahli menilai kondisi ini bukan hanya berkaitan dengan ovarium, tetapi juga gangguan hormon dan metabolisme tubuh.(Freepik)
12:06
17 Mei 2026

PCOS Resmi Jadi PMOS, Ini Perbedaan dan Gejala yang Perlu Diketahui

Kondisi yang selama ini dikenal sebagai polycystic ovary syndrome (PCOS) kini resmi berganti nama menjadi polyendocrine metabolic ovarian syndrome (PMOS).

Perubahan ini diumumkan dalam Kongres Endokrinologi Eropa di Praha pada Mei 2026 setelah melalui proses diskusi global selama bertahun-tahun.

Pergantian nama dilakukan karena istilah PCOS dianggap tidak lagi akurat menggambarkan kondisi sebenarnya.

Selama ini, banyak orang mengira PCOS adalah penyakit kista ovarium. Padahal, para ahli menegaskan kondisi tersebut jauh lebih kompleks dan tidak hanya berkaitan dengan ovarium.

Baca juga: PCOS Kini Jadi PMOS, Dokter Ungkap Kondisi Ini Tak Hanya Soal Ovarium

Mengapa PCOS diubah menjadi PMOS?

Profesor Helena Teede, ahli endokrinologi dari Monash University Australia yang memimpin perubahan nama tersebut, mengatakan istilah PCOS selama ini menimbulkan banyak kesalahpahaman.

“Sudah sangat jelas bahwa nama sebelumnya tidak akurat,” kata Teede, seperti dikutip dari Live Science (12/5/2026).

Istilah “polycystic” pada PCOS berasal dari temuan lama ketika dokter melihat banyak kantung kecil pada ovarium pasien. Namun, menurut para ahli, kantung tersebut sebenarnya bukan kista.

“Itu adalah folikel, yaitu struktur yang berisi sel telur,” ujar Prof Colin Duncan dari University of Edinburgh, seperti dikutip dari The Guardian (12/5/2026).

Pada PMOS, perkembangan sebagian folikel dapat berhenti sebelum sel telur matang dan dilepaskan melalui ovulasi.

Karena itulah, nama baru PMOS dianggap lebih mampu menggambarkan gangguan hormonal dan metabolik yang terjadi pada tubuh pasien.

Baca juga: 3 Gangguan Reproduksi yang Kerap Tak Terlihat, PCOS, Polip, dan Miom

Apa perbedaan PCOS dan PMOS?

Ilustrasi kanker serviks. PCOS kini resmi berganti nama menjadi PMOS karena para ahli menilai kondisi ini bukan hanya berkaitan dengan ovarium, tetapi juga gangguan hormon dan metabolisme tubuh.Freepik Ilustrasi kanker serviks. PCOS kini resmi berganti nama menjadi PMOS karena para ahli menilai kondisi ini bukan hanya berkaitan dengan ovarium, tetapi juga gangguan hormon dan metabolisme tubuh.

Secara kondisi medis, PCOS dan PMOS merujuk pada gangguan yang sama. Perbedaannya terletak pada cara kondisi tersebut dipahami.

Nama PMOS menekankan bahwa penyakit ini bukan hanya masalah reproduksi atau ovarium, tetapi juga berkaitan dengan sistem hormon dan metabolisme tubuh.

“Ini bukan hanya soal ovarium,” kata Duncan.

Menurutnya, PMOS dapat memengaruhi banyak aspek kesehatan, mulai dari menstruasi, kesuburan, berat badan, hingga kesehatan jantung dan mental.

Baca juga: Dokter Sebut Remaja dengan Gangguan Haid dan Obesitas Waspada PCOS

Gejala PMOS yang perlu diketahui

Gejala PMOS biasanya mulai muncul pada akhir masa remaja, tetapi dapat berbeda pada setiap orang. Gejalanya meliputi:

  • Menstruasi tidak teratur atau tidak haid
  • Ovulasi yang tidak teratur
  • Jerawat
  • Kenaikan berat badan
  • Rambut rontok di kepala
  • Pertumbuhan rambut berlebih di wajah atau tubuh

PMOS juga berkaitan dengan resistensi insulin, yaitu kondisi ketika tubuh kurang responsif terhadap hormon insulin.

Akibatnya, tubuh memproduksi lebih banyak insulin yang kemudian dapat meningkatkan produksi hormon androgen.

“Androgen yang meningkat akan membuat resistensi insulin semakin buruk, dan resistensi insulin juga meningkatkan androgen. Jadi terbentuk lingkaran yang saling memperparah,” ujar Duncan.

Baca juga: Apakah Penderita PCOS Bisa Hamil? Ini Penjelasan Dokter

Risiko kesehatan jangka panjang

Para ahli menegaskan PMOS adalah kondisi seumur hidup yang perlu dipantau dalam jangka panjang. Selain memengaruhi kesuburan, PMOS juga dikaitkan dengan peningkatan risiko:

  • Diabetes tipe 2
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit jantung
  • Obesitas
  • Gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kondisi ini memengaruhi sekitar 10 hingga 13 persen perempuan usia reproduktif. Namun, sekitar 70 persen penderita diperkirakan belum terdiagnosis.

Bagaimana PMOS ditangani?

Hingga kini belum ada obat untuk PMOS, tetapi gejalanya dapat dikelola sesuai kondisi masing-masing pasien.

Prof Stephen Franks dari Imperial College London menjelaskan penanganan dapat meliputi pengaturan berat badan, terapi hormon, hingga obat untuk membantu ovulasi bagi pasien yang ingin hamil.

“Cara penanganannya tergantung masalah utama yang sedang dihadapi pasien pada saat itu,” kata Duncan.

Para ahli berharap pergantian nama dari PCOS menjadi PMOS dapat membantu masyarakat memahami kondisi ini dengan lebih tepat, sekaligus mendorong diagnosis dan penanganan yang lebih dini.

Baca juga: 3 Jenis Olahraga untuk Meredakan PCOS, Wanita Perlu Tahu

Tag:  #pcos #resmi #jadi #pmos #perbedaan #gejala #yang #perlu #diketahui

KOMENTAR