Ukraina Gempur Rusia, Luncurkan 550 Drone Sekaligus
- Ukraina melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Rusia pada Sabtu (16/5/2026) malam, dengan mengirim hampir 600 drone.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, sistem pertahanan udaranya menembak jatuh 556 drone, dengan 30 drone lainnya dinetralisir setelah fajar.
Ini menjadi salah satu serangan udara terbesar Ukraina dalam konflik yang sedang berlangsung sejauh ini.
Akibat serangan itu, tiga orang di wilayah Moskwa dan satu orang di wilayah Belgorod dilaporkan tewas.
Baca juga: Seberapa Bahaya Skandal Korupsi di Ukraina bagi Zelensky?
Pencegatan ini terjadi di 14 wilayah Rusia, serta semenanjung Krimea, Laut Hitam, Laut Azov, dengan wilayah di sekitar ibu kota termasuk yang paling parah terkena dampaknya.
"Seorang wanita tewas akibat serangan UAV yang menghantam sebuah rumah pribadi. Satu orang lagi terjebak di bawah reruntuhan," tulis Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, di Telegram, dikutip dari AFP, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, serangan dini pagi itu juga menewaskan dua pria.
"Sejak pukul 3 pagi, pasukan pertahanan udara telah memukul mundur serangan UAV skala besar di wilayah ibu kota," katanya.
Dalam serangan itu, empat orang terluka dan fasilitas infrastruktur telah menjadi sasaran.
Baca juga: Kisah Tentara Ukraina Kurus Kering di Garis Depan, 17 Hari Tanpa Kiriman Makanan
Serangan balasan Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Jumat (15/5/2026) bersumpah akan melancarkan serangan balasan lebih lanjut, sehari setelah serangan Rusia di Kyiv menewaskan 24 orang dan melukai sekitar 50 orang lainnya.
Di ibu kota Rusia, pihak berwenang setempat melaporkan bahwa sistem pertahanan udara telah mencegat lebih dari 80 drone dan melukai 12 orang.
"Kerusakan ringan telah tercatat di lokasi-lokasi tempat puing-puing berjatuhan," tulis Walikota Sergei Sobyanin di Telegram.
Salah satu serangan tersebut melukai para pekerja konstruksi di lokasi kerja dekat kilang minyak dan gas.
Baca juga: Gegara Tomahawk AS Batal Ditempatkan di Jerman, Berlin Gandeng Ukraina
"Produksi kilang tidak terganggu. Tiga bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan," tambahnya.
Meskipun wilayah ibu kota sering menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak, kota Moskwa yang berjarak sekitar 400 kilometer dari perbatasan Ukraina, lebih jarang menjadi target.
Di wilayah Belgorod yang berbatasan dengan Ukraina, seorang pria tewas di distrik Shebekino dalam serangan pesawat tak berawak terhadap sebuah truk.
Sementara itu, angkatan udara Ukraina mengatakan, telah mencegat 279 drone Rusia dari total 287 yang diluncurkan.
Baca juga: Gegara Drone, Banyak Sniper Ukraina Jadi Menganggur
Ukraina klaim serangan dapat dibenarkan
Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik telah menemui jalan buntu, karena Kyiv tidak bersedia menerima tuntutan maksimal Moskwa untuk wilayah di kawasan Donbas timur.
Meskipun Amerika Serikat telah mendorong kedua belah pihak untuk duduk di meja perundingan, pembicaraan tersebut tampak terhenti sejak perhatian Washington beralih ke perang AS-Israel di Iran.
Setelah berakhirnya gencatan senjata tiga hari pada Selasa (12/5/2026) untuk memperingati ulang tahun kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, Moskwa dan Kyiv kembali saling menyerang.
Sebagai respons terhadap pengeboman harian oleh militer Rusia selama lebih dari empat tahun, Ukraina secara teratur melakukan serangan di dalam wilayah Rusia.
Menyusul serangan terbaru Moskwa terhadap ibu kota Ukraina, Zelensky menegaskan, strategi Kyiv yang menargetkan situs militer dan energi di Rusia adalah sepenuhnya dapat dibenarkan.
Sekutu Kyiv menuduh Rusia mengejek upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik.