Terapis Ungkap 7 Ciri Orangtua yang Tidak Dewasa Secara Emosional
Tidak semua orangtua yang memenuhi kebutuhan fisik anak mampu memberikan dukungan emosional yang sehat.
Dalam dunia terapi, kondisi ini dikenal dengan istilah emotionally immature parents atau orangtua yang tidak dewasa secara emosional.
Melansir HuffPost (16/5/2026), terapis menyebut orangtua dengan kondisi ini cenderung menjadikan diri mereka sebagai pusat dari segala situasi, termasuk dalam hubungan dengan anak.
“Orangtua yang tidak dewasa secara emosional adalah orangtua yang tidak mampu memenuhi kebutuhan emosional anak, baik saat anak masih kecil maupun ketika sudah dewasa,” kata terapis pernikahan dan keluarga Aparna Sagaram.
Menurutnya, orangtua seperti ini sering kali kesulitan mengatur emosinya sendiri dan tanpa sadar membebankan hal tersebut kepada anak.
Baca juga: Belajar dari Kasus Na Daehoon dan Jule, Psikolog Bahas Batasan Mengenalkan Pasangan Baru ke Anak
Ciri orangtua yang tidak dewasa secara emosional
Berikut adalah beberapa ciri orangtua yang tidak dewasa secara emosional.
1. Sering curhat masalah orang dewasa kepada anak
Salah satu tanda paling umum adalah menjadikan anak sebagai tempat meluapkan emosi.
Sagaram mengatakan, orangtua yang tidak dewasa secara emosional bisa menceritakan masalah rumah tangga, pekerjaan, hingga keuangan kepada anak, meski anak belum cukup siap secara mental untuk mendengarnya.
“Jika seorang anak terus mendengar masalah orang dewasa, situasinya bisa terasa sangat kacau,” ujar Sagaram.
Dalam jangka panjang, anak bisa merasa bertanggung jawab atas emosi orangtuanya atau justru menutup diri secara emosional.
Baca juga: Jangan Hanya Ajarkan Patuh, Ini Cara Mendidik Anak Perempuan agar Tangguh
2. Bergantung pada anak untuk dukungan emosional
Ilustrasi anak. Tanpa sadar, beberapa pola komunikasi orangtua bisa berdampak besar pada kondisi emosional anak hingga dewasa.
Terapis Jennifer Chaiken mengatakan orangtua seperti ini sering mencari validasi, kenyamanan, atau dukungan emosional dari anak.
Padahal, hubungan orangtua dan anak seharusnya tidak berjalan seperti itu.
“Aliran perhatian dan dukungannya jadi terbalik,” kata Chaiken.
Ketika anak tidak mampu memenuhi kebutuhan emosional tersebut, orangtua bisa marah atau bereaksi berlebihan.
Baca juga: Kartini Modern Bukan Sekadar Kuat, Ini Cara Mendidik Anak Perempuan Tangguh
3. Kurang memiliki empati
Orangtua yang tidak dewasa secara emosional juga cenderung sulit memahami perasaan anak.
Menurut Chaiken, mereka kerap tidak menyadari bagaimana emosi dan perilakunya memengaruhi orang lain.
Karena terlalu fokus pada diri sendiri, mereka sering gagal melihat kebutuhan emosional anak.
4. Sulit menghargai batasan
Tanda lain adalah tidak menghormati batasan pribadi.
Chaiken menjelaskan, sebagian orangtua bisa terlalu kaku, sementara sebagian lainnya justru tidak memiliki batasan yang sehat sama sekali.
Sagaram menambahkan, orangtua seperti ini biasanya juga sulit menerima batasan dari anak.
Contohnya, ketika anak meminta orangtua memberi kabar sebelum datang ke rumah, permintaan itu bisa dianggap sebagai penolakan.
5. Sering menggunakan rasa bersalah dan diam sebagai “hukuman”
Menurut Sagaram, orangtua yang tidak dewasa secara emosional sering memakai rasa bersalah untuk mengendalikan anak.
Kalimat seperti “Kamu sudah tidak peduli lagi sama keluarga” atau “Tidak ada yang pernah menelepon ibu” menjadi contoh yang sering muncul.
Selain itu, mereka juga kerap menggunakan silent treatment atau mendiamkan anak saat marah, alih-alih membicarakan masalah secara terbuka.
6. Emosinya tidak konsisten
Chaiken mengatakan emosi orangtua seperti ini sering berubah-ubah dan sulit ditebak.
Misalnya, ketika sedang mengalami hari buruk di kantor, mereka bisa melampiaskannya kepada pasangan atau anak di rumah.
Hal ini membuat anak tumbuh dalam situasi yang tidak stabil secara emosional.
Baca juga: Sering Dianggap Sopan, Ternyata Anak Tak Boleh Dipaksa Salim atau Peluk
7. Tidak menghargai kepribadian anak
Sagaram menjelaskan, orangtua yang sehat secara emosional akan membantu anak tumbuh menjadi individu yang memiliki nilai, pendapat, dan batasannya sendiri.
Sebaliknya, orangtua yang tidak dewasa secara emosional cenderung sulit menerima bahwa anak memiliki identitas yang berbeda dari dirinya.
“Mereka tidak mampu melihat anak sebagai individu yang terpisah dari dirinya sendiri,” ujar Sagaram.
Apa yang bisa dilakukan?
Menurut para terapis, langkah pertama adalah menyadari bahwa pola tersebut memang ada.
Chaiken mengatakan seseorang tetap bisa mengakui bahwa orangtuanya telah berusaha melakukan yang terbaik, sambil memahami bahwa kebutuhan emosionalnya mungkin tetap tidak terpenuhi saat kecil.
Para ahli juga menyarankan membangun batasan yang sehat, mencari dukungan sosial, dan menjalani proses re-parenting, yakni belajar memberikan kebutuhan emosional yang dulu tidak didapatkan saat kecil kepada diri sendiri.
Sagaram menambahkan, bantuan profesional seperti terapi juga dapat membantu memutus pola yang diwariskan turun-temurun dalam keluarga.
Baca juga: Tanpa Disadari, Kebiasaan Orangtua Ini Bisa Melanggar Batasan Anak
Tag: #terapis #ungkap #ciri #orangtua #yang #tidak #dewasa #secara #emosional