Sulit Bahagia Setelah Cerai? Hindari 3 Kebiasaan Toksik Ini Menurut Pakar
Ilustrasi seseorang yang sulit bahagia dalam hidupnya setelah cerai. (Foto: Freepik/adityapathak1501)
19:16
26 Februari 2026

Sulit Bahagia Setelah Cerai? Hindari 3 Kebiasaan Toksik Ini Menurut Pakar

Perceraian memang menguras emosi, namun banyak orang yang justru terjebak dalam "lubang hitam" kesedihan terlalu lama. Bukan karena gagal move on secara alami, ternyata ada pola perilaku tertentu yang sengaja atau tidak sengaja membuat seseorang sulit menemukan kebahagiaan baru.

Penelitian dari Asosiasi Psikologi Amerika menyebutkan bahwa rasa cemas dan bingung adalah reaksi manusiawi setelah berpisah. Namun, pakar perceraian menegaskan bahwa kualitas hidup Anda setelah cerai sangat bergantung pada pilihan kebiasaan hari ini.

Melansir dari YourTango, berikut adalah tiga pola utama yang wajib Anda hindari agar proses penyembuhan mental berjalan lebih cepat.

1. Menjadi "Detektif" Media Sosial Mantan

Kebiasaan mengintip profil mantan pasangan adalah racun pertama bagi kesehatan mental. Meskipun rasa penasaran itu wajar, terus-menerus memantau aktivitas mereka hanya akan memperpanjang luka lama.

Melihat mantan tersenyum atau tampak "baik-baik saja" di Instagram sering kali memicu rasa tidak adil dan cemburu. Pakar menilai kebiasaan ini membuat Anda kehilangan kendali atas proses pemulihan diri sendiri.

Setiap unggahan yang dilihat bisa membuka kembali luka lama, bahkan menciptakan cerita di kepala yang belum tentu sesuai kenyataan.

Mengambil langkah tegas seperti unfollow atau mute bukan tanda Anda lemah, melainkan bentuk perlindungan diri yang cerdas.

2. Strategi "Kebetulan" yang Direkayasa

Pernahkah Anda sengaja melewati kantor mantan atau nongkrong di kafe favoritnya dengan harapan bisa bertemu secara "tidak sengaja"? Pola ini biasanya didorong oleh harapan tersembunyi untuk melihat reaksi mereka atau sekadar mencari validasi.

Alih-alih merasa lega, pertemuan semacam ini justru sering berakhir dengan perasaan yang lebih rumit: marah, sedih, atau bahkan rasa bersalah yang mendalam. Alur hidup baru Anda akan terhambat karena pikiran terus ditarik ke masa lalu yang sudah tidak bisa diubah.

Ingat, dunia jauh lebih luas dari satu hubungan yang sudah berakhir. Menghindari pertemuan yang dipaksakan adalah cara terbaik untuk menghargai energi Anda sendiri.

3. Lari dari Kesedihan dengan Pasangan Baru

Banyak orang merasa harus segera "pamer" kebahagiaan dengan mencari pengganti secepat mungkin. Namun, menjadikan orang baru sebagai pelarian dari rasa sakit adalah sebuah bumerang emosional.

Pakar menyebutkan bahwa kesedihan adalah bagian alami dari proses berduka. Menghindari rasa sakit justru membuat luka tersebut tersimpan di bawah sadar dan berisiko meledak di masa depan.

Berpura-pura baik-baik saja atau sibuk berkencan demi menutupi rasa sakit sering kali membuat seseorang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.

Menghadapi rasa sedih secara jujur akan membawa Anda pada tahap penerimaan. Dari titik inilah, Anda bisa benar-benar bangkit dan membangun hubungan yang lebih sehat di masa depan tanpa membawa "sampah" emosional dari masa lalu.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #sulit #bahagia #setelah #cerai #hindari #kebiasaan #toksik #menurut #pakar

KOMENTAR