Hilang Sepekan di Everest, Ini Cara Pendaki Nepal Bertahan Hidup di “Zona Kematian”
Ilustrasi pendaki gunung Everest. (canva.com)
12:07
8 Juni 2026

Hilang Sepekan di Everest, Ini Cara Pendaki Nepal Bertahan Hidup di “Zona Kematian”

Seorang pendaki Gunung Everest asal Nepal, Dawa Sherpa, berhasil bertahan hidup setelah hampir sepekan hilang di kawasan lereng atas gunung tertinggi di dunia tersebut. 

Sempat dikira meninggal oleh keluarga dan kerabatnya, Dawa Sherpa ternyata mampu bertahan dalam kondisi ekstrem dengan memanfaatkan apa yang tersedia di sekitarnya.

"Saya tidak menyangka akan selamat," katanya kepada BBC Nepali dari tempat tidurnya di rumah sakit, dikutip dari AFP, Sabtu (6/6/2026).

Dawa Sherpa (57) dilaporkan hilang pada 30 Mei 2026 saat mengikuti salah satu pendakian terakhir musim semi di Everest

Saat itu, jumlah pendaki yang masih berada di puncak sudah sangat sedikit dan persediaan oksigennya habis. 

Keluarga dan kerabatnya bahkan sempat kehilangan harapan dan mulai menggelar doa berkabung karena mengira Dawa telah meninggal dunia.

Baca juga: Badai Salju Jebak 1.000 Pendaki Everest, Cuaca Ekstrem pada Bulan yang Harusnya Cerah

Kehabisan Oksigen di Dekat Zona Kematian

Dawa mengatakan dirinya tidak tersesat saat berada di Everest. Namun, persediaan oksigennya habis sehingga ia tertinggal dari rombongan dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.

"Kupikir aku akan binasa dengan cara ini. Aku tidak tersesat. Saat oksigen habis, aku tertinggal. Setelah oksigen habis, aku tidak bisa berjalan," ujarnya.

Ia kemudian terjebak di dekat "zona kematian" atau death zone, kawasan di Everest dengan kadar oksigen yang sangat rendah dan berisiko tinggi bagi keselamatan pendaki.

Baca juga: Asal-usul Nama Gunung Everest, Mengapa Dinamai Everest?

Bertahan Hidup dengan Mengunyah Es

Dalam kondisi suhu beku dan minim perbekalan, Dawa harus mencari cara untuk bertahan hidup. Selama dua hari pertama, ia mengaku tidak makan apa pun.

"Saya tidak makan apa pun selama dua hari pertama. Kemudian saya mulai mengunyah es. Itu membuat gigi saya sakit. Saya mengunyah es dengan keras," jelas dia.

Es menjadi satu-satunya sumber cairan yang bisa ia manfaatkan di tengah kondisi ekstrem tersebut.

Dawa Sherpa (kiri) yang dikabarkan tewas setelah hilang di Everest pekan lalu, kini telah ditemukan, Kamis (4/6/2026).Tangkapan layar via BBC Dawa Sherpa (kiri) yang dikabarkan tewas setelah hilang di Everest pekan lalu, kini telah ditemukan, Kamis (4/6/2026).

Mengandalkan Cokelat dan Camilan di Saku

Selain mengunyah es, Dawa juga bertahan hidup dengan makanan yang kebetulan masih tersisa di sakunya.

Ia menemukan beberapa cokelat dan camilan, lalu mengonsumsinya secara perlahan untuk menjaga energinya.

"Saya merendamnya dalam air dan memakannya," ujarnya.

Baca juga: Gunung Everest, Atap Dunia yang Penuh Sampah

Sempat Jatuh ke Celah Es

Perjuangan Dawa untuk bertahan hidup tidak berhenti di situ. Ia mengaku sempat terjatuh ke dalam celah es atau crevasse, salah satu bahaya yang sering mengintai pendaki di Everest.

Meski demikian, Dawa berhasil menemukan cara untuk keluar dari celah tersebut.

"Saat menginjak salju, saya berdiri dan melihat ke atas. Rasanya saya bisa keluar dari sana," tuturnya.

Setelah berhasil keluar, ia menemukan tali yang membantunya melanjutkan perjalanan.

"Lalu saya mencari tali dan menemukannya. Kemudian saya berpegangan pada tali itu dan berjalan, akhirnya saya sampai di bawah," tambahnya.

Baca juga: 10 Fakta Menarik tentang Gunung Everest

Ditemukan Saat Merangkak Menuju Base Camp

Dawa kemudian berjalan siang dan malam menuju base camp. Namun, kondisi fisiknya terus melemah setelah berhari-hari berada di ketinggian ekstrem tanpa pasokan yang memadai.

Pada Kamis (4/6/2026), ia akhirnya ditemukan oleh tim Komite Pengendalian Polusi Sagarmatha (SPCC). Menurut laporan AFP, saat itu Dawa ditemukan dalam kondisi merangkak menuju base camp.

Anggota SPCC yang sedang naik ke Everest untuk mengumpulkan sampah kemudian mengevakuasinya dari lokasi.

Baca juga: Pendaki Gunung Everest Wajib Pakai Chip Pelacak demi Keselamatan

"Para pemuda dari SPCC sedang naik untuk mengumpulkan sampah. Saya bertemu mereka. Mereka menggendong saya turun," kata Dawa.

Saat ditemukan, Dawa mengalami radang dingin, dehidrasi parah, serta patah tulang paha. 

Ia kemudian diterbangkan ke Kathmandu untuk mendapatkan perawatan medis.

Tag:  #hilang #sepekan #everest #cara #pendaki #nepal #bertahan #hidup #zona #kematian

KOMENTAR