Israel Bersumpah Akan Balas Serangan Rudal Iran, Tunggu ''Lampu Hijau''
- Israel menuduh Teheran melakukan kesalahan besar setelah wilayahnya menjadi sasaran rudal Iran pada Minggu (7/6/2026).
Ini merupakan serangan pertama sejak gencatan senjata diumumkan pada 8 April.
Menurut militer, sirene serangan udara berbunyi di sebagian besar wilayah Israel utara dan tengah, termasuk kota Haifa, Caesarea, dan Hadera.
Kepala militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir bersumpah akan membalas serangan itu.
"Militer akan menyerang dengan kekuatan segera setelah lampu hijau diberikan", ujarnya, dikutip dari AFP, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Iran Tembakkan Rudal ke Israel, Peringatkan Operasi Militer di Beirut
Israel klaim cegat 11 rudal Iran
Dalam serangkaian pernyataan yang dikeluarkan dalam waktu singkat, militer Israel mengatakan telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran dan semuanya telah dicegat.
Menanggapi permintaan rincian, militer mengatakan total 11 rudal telah ditembakkan dari Iran.
Layanan darurat Israel, Magen David Adom mengatakan, tidak ada laporan korban jiwa akibat rudal tersebut, tetapi beberapa orang terluka saat bergegas menuju tempat perlindungan.
"Rezim Iran telah melakukan kesalahan besar dengan sekali lagi memilih jalan teror," kata juru bicara militer, Brigadir Jenderal Effie Defrin dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi.
Seluruh sekolah di Israel akan ditutup mulai Senin, demikian pernyataan bersama dari Kementerian Pendidikan dan Komando Pertahanan Dalam Negeri militer pada Minggu malam.
Baca juga: Trump Ogah Cairkan Aset Iran yang Dibekukan, Minta Dahulukan Kesepakatan Damai
Iran peringatkan Israel
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, serangan itu sebagai peringatan setelah Israel menyerang pinggiran selatan Beirut.
Iran mengancam akan melakukan serangan yang lebih luas jika agresi berulang terjadi.
Kepala komando pusat militer Iran menyatakan, Israel telah melanggar semua "garis merah" dengan serangan di Beirut dan menuntut agar menghentikan kampanyenya di Lebanon.
"Operasi malam ini adalah sebuah peringatan. Jika agresi semacam itu terulang, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target Zionis-AS di wilayah tersebut," kata IRGC dalam sebuah pernyataan.
Teheran menegaskan, setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen juga harus menghentikan konflik paralel di Lebanon.
Baca juga: Tak Dilibatkan, Israel Mata-matai Tim Negosiasi Trump Terkait Iran
Israel bombardir Lebanon
Pada Minggu, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan, tentaranya telah menyerang pusat komando Hizbullah di distrik Dahiyeh, Beirut, sebagai tanggapan atas tembakan ke arah wilayah Israel.
Serangan itu menewaskan dua orang dan melukai 20 lainnya.
Israel telah memperingatkan akan menyerang daerah tersebut jika Hizbullah menyerang Israel utara.
Hizbullah kemudian mengkonfirmasi telah meluncurkan rudal dan drone ke dua barak tentara Israel pada Minggu pagi.
Tag: #israel #bersumpah #akan #balas #serangan #rudal #iran #tunggu #lampu #hijau