Target 2 Batalyon Komcad per Kabupaten Dinilai untuk Persiapan Perang Panjang
- Analis politik dan militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai rencana pembangunan dua batalyon Komponen Cadangan (Komcad) di setiap kabupaten/kota menunjukkan Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan perang panjang.
“Pertama tentu saja Indonesia sedang menyiapkan perang jangka panjang,” kata Selamat kepada Kompas.com, Senin (8/5/2026).
Baca juga: Rusia Bersiap Perang Jangka Panjang di Ukraina, Latih Divisi Baru di Belarus
Dari perspektif militer, pembentukan Komcad dalam jumlah besar sejalan dengan konsep Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) atau total defense, yakni sistem pertahanan yang melibatkan seluruh sumber daya nasional.
Selamat mengatakan, langkah tersebut tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan strategis yang semakin tidak menentu.
Ketegangan di Laut China Selatan soal rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok, perang Rusia-Ukraina yang belum berakhir, hingga konflik di Timur Tengah menunjukkan bahwa perang modern dapat berlangsung lama dan menguras sumber daya.
“Karena itu kita membutuhkan cadangan personel yang sangat besar,” ucap dia.
Baca juga: Milisi Kuat Irak Siaga Perang Panjang Iran-Amerika, Akan Ikut Tempur
Ia mencontohkan Ukraina yang mampu bertahan menghadapi Rusia sejak 2022 karena memiliki cadangan militer dan kemampuan mobilisasi nasional yang besar.
“Negara yang hanya mengandalkan tentara aktif tentu saja akan kesulitan mempertahankan perang berkepanjangan,” tegas dia.
Selamat Ginting, pakar politik-pertahanan dari UNAS. (Dok pribadi)
Selamat juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah menerapkan konsep serupa saat Operasi Trikora.
Ketika itu, komponen cadangan dilibatkan dalam kekuatan militer dan menjadi salah satu cikal bakal terbentuknya Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Mengatasi keterbatasan jumlah prajurit TNI
Selain untuk menghadapi perang berkepanjangan yang menguras sumber daya, Selamat menilai pembentukan Komcad bertujuan mengatasi keterbatasan jumlah prajurit aktif TNI.
Menurut dia, jumlah personel TNI saat ini hanya sekitar 400.000 hingga 500.000 orang, angka yang dinilai masih kecil dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 280 juta jiwa.
"Kalau dihitung, proporsinya hanya sekitar 0,175 persen dari jumlah penduduk. Itu masih sangat minim," kata dia.
Baca juga: SBY: Jika Ada Serangan Udara ke Jakarta, Apa yang Kita Lakukan?
Selamat berpendapat jumlah personel militer idealnya minimal mencapai 1 persen dari total penduduk.
Dengan jumlah penduduk saat ini, angka tersebut setara dengan sekitar 2,8 juta personel.
Menurut dia, target itu secara bertahap dapat didekati melalui pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan dan penguatan Komcad.
Baca juga: Kemenhan Targetkan Bangun 150 Batalyon Teritorial Pembangunan Setiap Tahun
Ia menjelaskan, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan juga direncanakan hadir di seluruh kabupaten/kota, sehingga jumlahnya bisa mencapai hampir 500 batalyon.
Dengan wilayah laut yang mencakup lebih dari dua pertiga wilayah nasional dan sekitar 17.000 pulau yang harus diamankan, Selamat menilai kebutuhan personel pertahanan Indonesia memang masih sangat besar.
"Karena itu, kebutuhan tambahan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan dan Komcad dapat dipandang sebagai force multiplier atau pengganda kekuatan," ujarnya.
Rencana Kemhan bangun 2 batalyon komcad per kabupaten
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menargetkan pembentukan dua Batalyon Komponen Cadangan (Komcad) di setiap kabupaten dan kota di Indonesia.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengatakan, target tersebut merupakan gambaran postur ideal Komcad yang ingin diwujudkan Kemhan ke depan.
“Jadi harapannya kita di tiap kabupaten itu ada dua Batalyon Komcad ya. Selain satu batalyon infanteri, kita juga mengharapkan di tiap-tiap kabupaten, di 514 kabupaten itu juga ada dua batalyon komcad. Kita harapkan seperti itu, targetnya seperti itu,” kata Donny di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Kemhan Bakal Bangun 2 Batalyon Komcad di Setiap Kabupaten/Kota
Menurut Donny, keberadaan Komcad tetap diprioritaskan untuk mendukung tugas pertahanan negara apabila diperlukan oleh TNI.
“Tugas utamanya adalah kalau TNI membutuhkan untuk tugas pertahanan militer ya, itu dibutuhkan, kita baru mengharapkan bantuan mobilisasi dari komcad-komcad di daerah,” jelas dia.
Tag: #target #batalyon #komcad #kabupaten #dinilai #untuk #persiapan #perang #panjang