Iran Salahkan AS-Israel Langgar Gencatan Senjata, Tegaskan Hak Bela Diri
- Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyatakan, Teheran berhak membela diri karena Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan berbagai pelanggaran gencatan senjata.
Pernyataan ini disampaikan saat ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak, setelah Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel pada Senin (8/6/2026).
Iran mengaku tindakannya merupakan respons atas rangkaian serangan militer Israel, dan dugaan pelanggaran gencatan senjata yang terjadi sebelumnya.
Baca juga: 100 Hari Adu Kuat Amerika-Israel Vs Iran
Kedubes Iran di Jakarta menyatakan, tindakan militer negaranya merupakan pelaksanaan hak membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB.
Dilansir dari Reuters, serangan rudal Iran terjadi hanya beberapa jam setelah Israel menyerang target-target militer di wilayah barat dan tengah Iran.
Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut Israel menggunakan rudal balistik yang diluncurkan dari udara dalam serangan ke wilayah kedaulatan mereka.
Sebagai balasan, IRGC menargetkan sejumlah sasaran, termasuk pangkalan udara Ramat David di dekat Nazareth.
Warga Israel pun telah diminta segera memasuki tempat perlindungan guna menghindari dampak ledakan.
Baca juga: Iran Hantam 2 Pangkalan Udara Israel, Balas Dendam Usai Fasilitas Radarnya Diserang
Alasan Teheran lakukan pembalasan
Tentara Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz pada 31 Desember 2022.Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kedutaan Besar Iran di Indonesia mengungkapkan bahwa serangan pada Minggu (7/6/2026) dipicu oleh pelanggaran berulang gencatan senjata sejak 8 April 2026.
Iran menyoroti adanya agresi berkelanjutan dari Israel di Lebanon dan Iran, termasuk kolaborasi dengan militer AS.
"(...) pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata tanggal 8 April 2026 serta berlanjutnya tindakan agresi rezim Zionis terhadap Lebanon dan Republik Islam Iran, termasuk melalui kerja sama dengan militer teroris Amerika Serikat dalam serangan selama dua pekan terakhir terhadap kapal-kapal dan berbagai sasaran Iran di wilayah selatan negara kami, serta keterlibatannya bersama Amerika Serikat dalam aksi perompakan maritim terhadap bangsa Iran," tulis Kedubes Iran.
Kedubes juga menegaskan bahwa keamanan di Lebanon tidak dapat dipisahkan dari kesepakatan gencatan senjata yang ada.
Oleh karena itu, Iran menganggap AS memikul tanggung jawab langsung atas pelanggaran yang dilakukan Israel beserta segala eskalasi yang timbul.
Baca juga: Baru Diserang Balik Israel, Iran Langsung Lancarkan Serangan Balasan
Dampak ekonomi global
Eskalasi militer ini langsung mengguncang pasar energi dunia. Pada perdagangan awal Senin (8/6/2026), harga minyak terpantau melonjak lebih dari 3 persen.
Minyak mentah Brent kini kembali bertengger di atas level 96 dollar AS (sekitar Rp 1,7 juta) per barrel.
Padahal, serangan ini terjadi di tengah upaya diplomasi Amerika yang masih berjalan.
Presiden AS Donald Trump sempat meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri, tetapi serangan tetap dilakukan.
Iran lalu memperingatkan akan adanya konsekuensi yang lebih besar jika provokasi terus berlanjut.
"Setiap tindakan provokatif dan petualangan agresif yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap Lebanon maupun Republik Islam Iran akan dihadapi dengan respons yang tegas, menyeluruh, dan menghancurkan dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," pungkas Kedubes Iran.
Baca juga: Trump Minta Tahan Diri, Israel Tetap Serang Fasilitas Petrokimia Iran
Tag: #iran #salahkan #israel #langgar #gencatan #senjata #tegaskan #bela #diri