Bakrie & Brothers (BNBR) Kantongi Restu Rights Issue, Terbitkan 90 Miliar Saham Baru
Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya Bakrie, serta Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti, usai RUPSLB, Jumat (27/2/2026). (KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)
18:12
27 Februari 2026

Bakrie & Brothers (BNBR) Kantongi Restu Rights Issue, Terbitkan 90 Miliar Saham Baru

- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Persetujuan tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya Bakrie, mengatakan, aksi korporasi tersebut merupakan optimalisasi struktur pendanaan, khususnya terkait pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).

“Perseroan menilai perlu untuk melaksanakan PMHMETD dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait Pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways,” ujar Anindya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, usai RUPSLB, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: Bakrie & Brothers (BNBR) Bukukan Laba Bersih Rp 502,74 Miliar, Naik 49,6 Persen

Melalui mekanisme PMHMETD ini, perseroan akan menerbitkan saham baru seri E sebanyak-banyaknya 90 miliar saham.

Saham baru ini akan dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Anindya menyebut, seluruh dana hasil rights issue akan digunakan untuk pembayaran kewajiban perseroan atau anak usaha kepada kreditur, sekaligus untuk memperkuat modal kerja serta pengembangan usaha, termasuk di CCT.

“Perseroan akan menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari PMHMETD untuk pembayaran kewajiban perseroan atau anak perusahaan kepada kreditur, serta untuk modal kerja dan pengembangan usaha di Perseroan atau anak perusahaan, termasuk CCT,” paparnya.

Ia meyakini aksi ini akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan, memperkuat struktur permodalan, sekaligus meningkatkan kapasitas ekspansi usaha.

Dengan struktur modal yang lebih sehat, perseroan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan laba dan meningkatkan imbal hasil investasi bagi pemegang saham.

“Selain itu, penambahan modal juga dapat meningkatkan kemampuan Perseroan untuk melakukan ekspansi usaha, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada laba Perseroan dan diharapkan dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan,” beber pria yang akrab disapa Anin.

Setelah aksi ini, lanjut Anin, rasio total pinjaman terhadap total aset turun dari sebesar 84,28 persen sebelum PMHMETD menjadi sebesar 67,9 persen setelah PMHMETD.

Hal itu menunjukkan setelah PMHMETD, komposisi aset perseroan yang didanai dengan ekuitas menjadi lebih besar, sehingga kontribusi kepada bagian pemegang saham dari kinerja aset-aset perseroan menjadi lebih besar.

“Selain itu, penurunan rasio ini memberikan Perseroan fleksibilitas yang lebih tinggi untuk ekspansi dan perolehan modal kerja dari tambahan pendanaan eksternal apabila diperlukan,” katanya.

Rasio total pinjaman terhadap total ekuitas turun dari sebesar 536,02 persen sebelum PMHMETD menjadi sebesar 211,57 persen setelah PMHMETD.

Hal ini menunjukkan bahwa komposisi ekuitas perseroan meningkat dibandingkan dengan utangnya.

“Rasio ini menjadi lebih baik karena menyeimbangkan struktur permodalan Perseroan antara ekuitas dan kewajiban,” ucap Anin.

Ia mengatakan, rencana PMHMETD akan memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD miliknya untuk melakukan pembelian saham baru, yang mana persentase kepemilikan saham di perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 33,33 persen setelah dilaksanakannya HMETD.

Baca juga: Grup Bakrie Siapkan Rights Issue Rp 414 Miliar untuk Akuisisi Jungleland

Tag:  #bakrie #brothers #bnbr #kantongi #restu #rights #issue #terbitkan #miliar #saham #baru

KOMENTAR