Paus Leo Larang ChatGPT Dipakai untuk Tulis Khotbah
Paus Leo XIV melambaikan tangan kepada para jemaat saat audiensi mingguan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, 18 Februari 2026.(AFP/FILIPPO MONTEFORTE)
23:00
27 Februari 2026

Paus Leo Larang ChatGPT Dipakai untuk Tulis Khotbah

- Paus Leo XIV mengingatkan para imam atau pastor agar tidak menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti ChatGPT untuk menulis khotbah/homili.

Dalam pertemuan bersama para klerus Keuskupan Roma, ia menegaskan bahwa teknologi tidak akan pernah mampu menggantikan iman yang dihayati maupun pengalaman pribadi seorang pelayan gereja.

Vatican News melaporkan, Paus pertama dari Amerika Serikat (AS) itu menyebut penggunaan AI dalam penyusunan khotbah sebagai “godaan”.

Baca juga: Paus Leo Ungkap Alasan Vatikan Belum Sebut Israel Genosida di Gaza

Ia memperingatkan, kebiasaan menyerahkan penulisan khotbah kepada bot berpotensi melemahkan disiplin intelektual seorang imam/pastor.

“Seperti semua otot dalam tubuh, jika kita tidak menggunakannya, jika kita tidak menggerakkannya, otot itu akan mati. Otak perlu digunakan, jadi kecerdasan kita juga harus sedikit dilatih agar tidak kehilangan kapasitas ini,” katanya, dikutip dari Express Tribune, Sabtu (27/2/2026).

“Memberikan khotbah yang benar adalah berbagi iman, (AI) tidak akan pernah bisa berbagi iman,” lanjut dia.

Ilustrasi ChatGPT saat digunakan di perangkat laptop dan smartphone, ketika difoto di Guildford, London, Inggris, 20 Februari 2025.AFP/JUSTIN TALLIS Ilustrasi ChatGPT saat digunakan di perangkat laptop dan smartphone, ketika difoto di Guildford, London, Inggris, 20 Februari 2025.Paus bernama asli Robert Francis Prevost tersebut menekankan, khotbah bukan sekadar soal struktur atau teknik penyampaian.

Keaslian, menurutnya, berakar pada keyakinan serta pengalaman pribadi dalam menjalani iman.

Baca juga: Siapa Santo Carlo Acutis yang Baru Saja Dikanonisasi Paus Leo XIV?

“Jika kita dapat menawarkan pelayanan yang terintegrasi dengan budaya di tempat tersebut, di paroki tempat kita bekerja, orang-orang ingin melihat iman Anda, pengalaman Anda dalam mengenal dan mengasihi Yesus Kristus,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi bagian dari perhatian lebih luas Sang Paus terhadap perkembangan teknologi.

Sebelumnya, ia juga menyoroti pesatnya kemunculan chatbot AI dan influencer virtual.

Ia mengingatkan, berbagai perangkat tersebut berisiko menggantikan relasi manusia yang tulus apabila tidak digunakan secara bijak.

Baca juga: Profil Paus Leo XIV Robert Prevost, Orang Amerika yang Soft Spoken

Tag:  #paus #larang #chatgpt #dipakai #untuk #tulis #khotbah

KOMENTAR