Indonesia Dorong Dialog untuk Selesaikan Perang Pakistan-Afghanistan
Tentara Pakistan berpatroli di pos perbatasan Chaman yang memisahkan negara itu dengan Afghanistan, Jumat (27/2/2026). Perang Pakistan-Afghanistan pecah pada hari itu setelah pasukan Islamabad membombardir Kabul lewat serangan udara.(AFP/ABDUL BASIT)
22:46
27 Februari 2026

Indonesia Dorong Dialog untuk Selesaikan Perang Pakistan-Afghanistan

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berharap agar konflik yang berujung perang antara Afghanistan dan Pakistan bisa diselesaikan dengan dialog.

"Tentu terkait dengan perkembangan eh antara Pakistan dan Afghanistan, Indonesia berharap bahwa kedua negara ini bisa menyelesaikan permasalahan secara damai, mengedepankan dialog, dan melakukan deeskalasi," kata Juru Bicara Kemenlu Vahd Nabyl di kantor Kemenlu, Jakarta Jumat, (27/2/2026).

Sementara itu, Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Heni Hamidah mengatakan, WNI di Afghanistan berada dalam kondisi aman seiring pecahnya konflik antara Pakistan dan Afghanistan.

Baca juga: Perang Pakistan-Afghanistan, WNI di Afghanistan Dilaporkan Aman

Ia menyebutkan, saat ini ada 43 orang WNI yang tinggal di Afghanistan, 15 di antaranya adalah keluarga besar Kedutaan Besar RI di Kabul.

"Dan seluruh WNI di Afghanistan dilaporkan dalam kondisi aman. Mengingat WNI di KBRI Kabul tentunya bukan targeted parties ya dari konflik ini," ucapnya.

Sebagai langkah mitigasi, KBRI kabul juga melakukan imbauan kepada seluruh WNI di Afghanistan untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi perjalanan di luar domisili.

Para WNI juga diimbau untuk menghindari instalasi pemerintahan dan pusat keramaian di wilayah konflik.

Baca juga: Pakistan-Afghanistan Perang, Iran Ikut Bergerak

Perang Pakistan-Afghanistan

Perang Pakistan-Afghanistan pecah pada Jumat (27/2/2026) setelah pasukan Islamabad melancarkan serangan udara ke sejumlah kota besar, termasuk Ibu Kota Kabul.

Hubungan kedua negara memang sudah memburuk dalam beberapa bulan terakhir, dan perang kali ini menjadi puncak bentrokannya.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan, Islamabad dan Kabul kini berada dalam “perang terbuka” setelah rangkaian bentrokan balasan yang terus meningkat.

Wartawan AFP di Kabul dan Kandahar melaporkan, terdengar ledakan dan jet tempur melintas di atas kepala hingga menjelang fajar, ketika Pakistan menggempur ibu kota Afghanistan serta Kandahar yang menjadi basis kekuasaan otoritas Taliban di selatan.

Baca juga: Awal Mula Perang Pakistan-Afghanistan, Puncak Bentrokan Berbulan-bulan

Di wilayah perbatasan Torkham, jurnalis AFP mendengar suara tembakan sekitar pukul 09.30 waktu setempat, sedangkan salah satu kamp penampungan warga Afghanistan yang kembali dari Pakistan terdampak pertempuran pada malam sebelumnya.

“Anak-anak, perempuan, dan orang tua berlarian,” ujar Gander Khan (65), warga Afghanistan yang baru kembali, di depan deretan tenda kamp Omari.

Reporter AFP di Kandahar juga mendengar jet tempur melintas di atas kota tempat Pemimpin Tertinggi Taliban Hibatullah Akhundzada bermarkas.

Situasi di Kabul relatif tenang setelah fajar, bertepatan dengan hari Jumat di bulan Ramadhan, tanpa peningkatan signifikan kehadiran aparat keamanan atau pos pemeriksaan.

Tag:  #indonesia #dorong #dialog #untuk #selesaikan #perang #pakistan #afghanistan

KOMENTAR