Militer AS Salah Tembak Drone Pemerintah, Demokrat Marah-marah
Ilustrasi drone.(Ian Usher / Unsplash)
22:06
27 Februari 2026

Militer AS Salah Tembak Drone Pemerintah, Demokrat Marah-marah

- Militer Amerika Serikat keliru menembak jatuh drone milik Pemerintah AS di dekat perbatasan Meksiko pada Kamis (26/2/2026), memicu penutupan sementara wilayah udara di sekitarnya.

Drone tersebut milik Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (Customs and Border Protection/CBP).

Menurut laporan New York Times mengutip sumber anonim yang tak berwenang berbicara secara publik, drone itu ditembak jatuh di atas kota kecil dekat El Paso, Negara Bagian Texas.

Baca juga: Terpendam 65 Tahun, Pangkalan Militer Rahasia AS Muncul dari Bawah Es Greenland

Badan Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA) pada hari yang sama mengumumkan penutupan sementara wilayah udara di sekitar Fort Hancock, sekitar 80 kilometer dari El Paso, dengan alasan keamanan khusus.

Laporan NY Times menyebutkan, CBP tidak memberi tahu Pentagon soal peluncuran drone di area tersebut. Selain itu, penggunaan laser untuk menembak jatuh drone dilakukan tanpa persetujuan FAA.

Insiden ini terjadi hanya beberapa waktu setelah kesalahan serupa di dekat perbatasan selatan.

Pada awal bulan ini, petugas perlindungan perbatasan menggunakan laser untuk menembak jatuh balon pesta yang mereka kira sebagai drone.

Ilustrasi laser.SHUTTERSTOCK / Matteo Giotto Ilustrasi laser.Peristiwa terbaru ini memicu kritik dari anggota parlemen Partai Demokrat. Mereka menuntut adanya penyelidikan dan menuding pemerintahan Presiden Donald Trump menunjukkan kurangnya koordinasi antarlembaga.

Baca juga: Rahasia Kuatnya Kartel Jalisco, Punya Pasukan dan Senjata Setara Militer

“Kepala kami meledak mendengar berita Departemen Pertahanan menembak jatuh drone Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan menggunakan sistem anti-pesawat tanpa awak berisiko tinggi,” kata perwakilan Demokrat Rick Larsen, Bennie Thompson, dan Andre Carson, yang duduk di komite terkait masalah penerbangan dan keamanan, dikutip dari kantor berita AFP.

Para legislator itu juga mengecam kurangnya koordinasi antar lembaga dalam pemerintahan.

Pentagon, CBP, dan FAA menyatakan, akan meningkatkan kerja sama guna mencegah insiden serupa terulang.

Dalam pernyataan bersama yang dikutip New York Times, ketiga lembaga itu menyebut kejadian berlangsung saat Departemen Perang menggunakan kewenangan sistem anti-drone untuk mengeliminasi ancaman, yang tampaknya dari drone di wilayah udara militer.

Adapun Departemen Perang merupakan penamaan ulang Departemen Pertahanan oleh pemerintahan Trump.

“Pentagon, FAA, dan CBP akan terus berupaya meningkatkan kerja sama dan komunikasi untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang,” demikian pernyataan lembaga-lembaga tersebut.

Baca juga: Mega Proyek Militer Nantianmen China, Wacana Semata atau Betulan Nyata?

Tag:  #militer #salah #tembak #drone #pemerintah #demokrat #marah #marah

KOMENTAR