Di KTT ASEAN, Prabowo Ingatkan Ketahanan Pangan Semakin Mendesak
(Kiri ke kanan) Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri Myanmar U Hau Khan Sum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Timor Timur Xanana Gusmao, Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, dan Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone berfoto bers
14:58
8 Mei 2026

Di KTT ASEAN, Prabowo Ingatkan Ketahanan Pangan Semakin Mendesak

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengingatkan adanya ancaman fenomena El Nino ekstrem dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).

Di tengah kondisi tersebut, Prabowo menilai penguatan ketahanan pangan ASEAN menjadi makin mendesak.

"Kita telah diperingatkan oleh organisasi internasional tentang risiko El Nino yang sangat ekstrem yang mengintai di depan kita. Dalam hal ini, ketahanan pangan menjadi semakin mendesak," kata Prabowo, Jumat, dikutip dari siaran pers.

Baca juga: Prabowo Dorong ASEAN Percepat Diversifikasi Energi di Tengah Krisis

Terlebih, fenomena El Nino juga telah diperingatkan berbagai organisasi internasional dan dapat berdampak pada ketahanan pangan kawasan.

Kepala Negara pun menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan kawasan ASEAN dalam rangka menghadapi tantangan global.

"Kita harus ingat bahwa wilayah kita memiliki jalur perdagangan strategis yang melewati perairan kita, dan kita harus berhati-hati agar tidak terjadi gangguan di wilayah kita sendiri," ucap dia.

Menurut Prabowo, tantangan pangan tidak dapat ditangani sendiri oleh masing-masing negara.

Baca juga: Momen Prabowo Ngobrol-Acungkan 2 Jempol ke PM Thailand di KTT ASEAN

Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan koordinasi yang lebih kuat di tingkat kawasan.

Prabowo juga mendorong penguatan pertukaran informasi, diversifikasi pangan, pengembangan teknologi pertanian, serta optimalisasi cadangan pangan regional ASEAN.

"Ini bukan tantangan yang bisa ditangani oleh satu negara saja. ASEAN harus bertindak bersama. Hal ini juga membutuhkan penyederhanaan ASEAN Plus Three Cadangan Beras Darurat. Kita harus memajukan Cadangan Pangan Berbasis Cadangan Lokal kita,” ucap Prabowo.

Ia menambahkan, ketahanan pangan membutuhkan kepemimpinan dan campur tangan aktif pemerintah.

Baca juga: KTT ASEAN di Filipina, Prabowo Hadiri Sesi Retreat Naik Mobil Maung

Pemerintah Indonesia berkomitmen mengambil tanggung jawab penuh dalam menjaga kedaulatan pangan nasional demi menjaga kesejahteraan masyarakat dan stabilitas negara.

"Bagi kami, ini adalah tanggung jawab utama pemerintah, dan Pemerintah Indonesia bertekad untuk memikul tanggung jawab penuh dan kedaulatan penuh atas sektor vital ini. Tanpa pangan, pada dasarnya tidak ada masyarakat. Tanpa pangan, tidak ada kemerdekaan. Tanpa pangan, tidak ada perdamaian,” kata Prabowo.

Tag:  #asean #prabowo #ingatkan #ketahanan #pangan #semakin #mendesak

KOMENTAR