OpenAI Rilis Trusted Contact, Fitur Penting Jika Ada Tanda Kondisi Mental Serius
Ilustrasi ChatGPT saat digunakan di perangkat laptop dan smartphone, ketika difoto di Guildford, London, Inggris, 20 Februari 2025.(AFP/JUSTIN TALLIS)
15:09
8 Mei 2026

OpenAI Rilis Trusted Contact, Fitur Penting Jika Ada Tanda Kondisi Mental Serius

- OpenAI resmi memperkenalkan fitur baru di ChatGPT bernama “Trusted Contact”.

Fitur ini kurang lebih mirip emergency contact atau kontak darurat di smartphone, tetapi khusus dirancang untuk situasi ketika pengguna diduga mengalami kondisi mental serius atau membahas tindakan menyakiti diri sendiri dalam percakapan dengan AI.

Dengan fitur ini, pengguna ChatGPT bisa menunjuk satu orang dewasa terpercaya, misalnya teman, pasangan, atau anggota keluarga, untuk menjadi kontak darurat di akun mereka.

Nantinya, jika sistem ChatGPT mendeteksi percakapan yang mengarah ke bunuh diri atau self-harm dan dinilai sebagai risiko serius, ChatGPT dapat mengirim notifikasi kepada kontak terpercaya tersebut agar segera melakukan pengecekan terhadap pengguna.

Baca juga: Bukan ChatGPT, Ini Model AI dengan IQ Paling Tinggi

Menurut OpenAI, Trusted Contact dikembangkan bersama klinisi kesehatan mental, peneliti, dan organisasi pencegahan bunuh diri.

“Trusted Contact dirancang untuk mendorong koneksi dengan orang yang sudah dipercaya pengguna. Fitur ini bukan pengganti bantuan profesional atau layanan krisis, melainkan salah satu lapisan perlindungan tambahan,” tulis OpenAI.

Cara kerja Trusted Contact di ChatGPT

Tampilan fitur baru ?Trusted Contact? di ChatGPT.OpenAI Tampilan fitur baru ?Trusted Contact? di ChatGPT.

Fitur Trusted Contact bersifat opsional dan hanya tersedia untuk pengguna ChatGPT usia 18 tahun ke atas. Pengguna bisa mengaktifkannya lewat menu Settings > Trusted Contact di ChatGPT.

Setelah itu, pengguna dapat menambahkan satu orang dewasa sebagai kontak terpercaya dengan memasukkan e-mail dan nomor telepon mereka.

Kontak tersebut nantinya akan menerima undangan dan harus menyetujuinya dalam waktu satu minggu agar fitur aktif. Jika tidak merespons atau menolak, pengguna harus memilih orang lain.

Setelah fitur aktif, sistem otomatis ChatGPT akan memantau percakapan yang dianggap mengandung indikasi serius terkait bunuh diri atau self-harm.

Jika percakapan terdeteksi berbahaya, ChatGPT akan memberi tahu pengguna bahwa kontak terpercaya mereka mungkin akan dihubungi, sekaligus mendorong pengguna untuk menghubungi orang tersebut secara langsung.

Dari situ, tim reviewer manusia OpenAI akan melakukan peninjauan. Jika dianggap benar-benar berisiko, barulah ChatGPT mengirim notifikasi ke Trusted Contact lewat e-mail, SMS, WhatsApp, atau notifikasi aplikasi.

Baca juga: Ketika Masa Depan OpenAI Dipertaruhkan di Sidang Sam Altman dan Elon Musk...

Namun pantauan KompasTekno, fitur Trusted Contact ini belum muncul di ChatGPT milik tim KompasTekno. Perusahaan AI yang didirikan Sam Altman ini mengungkapkan bakal menggulirkan fitur ini secara bertahap ke pengguna lebih luas dalam beberapa waktu ke depan.

Isi chat pengguna tidak dibagikan

Jika percakapan terdeteksi berbahaya, ChatGPT akan memberi tahu pengguna bahwa kontak terpercaya mereka mungkin akan dihubungi, sekaligus mendorong pengguna untuk menghubungi orang tersebut secara langsung.
OpenAI Jika percakapan terdeteksi berbahaya, ChatGPT akan memberi tahu pengguna bahwa kontak terpercaya mereka mungkin akan dihubungi, sekaligus mendorong pengguna untuk menghubungi orang tersebut secara langsung.

OpenAI menegaskan bahwa notifikasi yang dikirim sengaja dibuat terbatas demi menjaga privasi pengguna.

Kontak terpercaya hanya akan diberi tahu bahwa pengguna mungkin membahas bunuh diri dalam percakapan yang dianggap mengkhawatirkan. Isi chat, transkrip percakapan, atau detail pembicaraan tidak akan dibagikan.

Dalam contoh notifikasi yang dibagikan OpenAI, Trusted Contact akan menerima pesan seperti:

“Kami mendeteksi percakapan dari (nama pengguna) yang mungkin mengindikasikan masalah keselamatan serius. Karena Anda terdaftar sebagai Trusted Contact, kami membagikan informasi ini agar Anda dapat menghubungi mereka.”

OpenAI juga menegaskan bahwa Trusted Contact bukan layanan darurat, bukan sistem respons krisis, dan bukan pengganti bantuan profesional kesehatan mental.

Baca juga: Riset: Kasar ke ChatGPT Bisa Bikin Jawaban Jadi Ngasal

Muncul di tengah gugatan kasus bunuh diri

Fitur ini hadir di tengah meningkatnya sorotan terhadap dampak chatbot AI terhadap kesehatan mental pengguna.

Tahun lalu, OpenAI mengungkap bahwa sekitar 0,07 persen pengguna aktif mingguan ChatGPT menunjukkan tanda “mental health emergencies” terkait psikosis atau mania.

Sementara itu, sekitar 0,15 persen pengguna menunjukkan risiko self-harm atau bunuh diri, dan 0,15 persen lainnya memperlihatkan tanda ketergantungan emosional terhadap AI.

OpenAI sendiri mengeklaim ChatGPT kini memiliki sekitar 900 juta pengguna aktif mingguan secara global. Artinya, jumlah pengguna yang masuk kategori berisiko tersebut bisa mencapai 3 juta orang di seluruh dunia.

OpenAI juga sempat menghadapi sejumlah gugatan hukum dari keluarga pengguna yang meninggal bunuh diri setelah berinteraksi dengan chatbot AI.

Dalam beberapa kasus, keluarga menuduh ChatGPT justru mendorong atau membantu pengguna merencanakan bunuh diri, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechCrunch dan Gizmodo.

OpenAI Tambah Fitur Keamanan di ChatGPT, Buntut Kasus Bunuh Diri

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa mengunjungi website Into the Light Indonesia, di tautan ini https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/layanan-konseling-psikolog-psikiater/.

Tag:  #openai #rilis #trusted #contact #fitur #penting #jika #tanda #kondisi #mental #serius

KOMENTAR