Pengangguran AS Tetap Rendah, Harapan Pemangkasan Suku Bunga Makin Tipis
Pasar tenaga kerja Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan pada April 2026. Jumlah lapangan kerja baru bertambah di atas perkiraan analis, sementara tingkat pengangguran tetap rendah.
Data tersebut memperkuat pandangan pasar jika Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah pekerjaan non-pertanian atau nonfarm payrolls bertambah 115.000 posisi pada April 2026.
Jumlah itu lebih tinggi dibanding proyeksi ekonom yang disurvei Reuters, yakni 62.000 pekerjaan baru.
Baca juga: Dari Pandemi hingga Tekanan Politik Trump, Ini Warisan Kepemimpinan Powell di The Fed
Data Maret juga direvisi naik menjadi 185.000 pekerjaan dari laporan sebelumnya sebanyak 178.000.
Tingkat pengangguran tetap berada di level 4,3 persen.
Rentang proyeksi ekonom sebelumnya cukup lebar, mulai dari kehilangan 15.000 pekerjaan hingga penambahan 150.000 posisi kerja. Perbedaan itu mencerminkan tingginya ketidakpastian kondisi ekonomi AS saat ini.
Analis menilai dampak perang AS dan Israel melawan Iran belum sepenuhnya tercermin pada data ketenagakerjaan.
Konflik tersebut memicu kenaikan harga bensin, solar, dan berbagai komoditas lain akibat terganggunya distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Kondisi pasar tenaga kerja AS juga dinilai makin sulit dibaca sejak pertengahan 2025.
Jumlah perekrutan tenaga kerja bergerak naik turun dari bulan ke bulan. Ekonom mengaitkan kondisi itu dengan perubahan besar pada struktur bisnis dan tenaga kerja di AS.
Sejumlah analis menyoroti masalah pada model “birth-death” milik pemerintah AS. Model tersebut digunakan untuk memperkirakan jumlah pekerjaan baru dari perusahaan yang baru berdiri serta pekerjaan yang hilang akibat perusahaan tutup.
Pergantian perusahaan yang makin cepat membuat estimasi penciptaan lapangan kerja menjadi lebih sulit dilakukan.
Faktor cuaca, aksi mogok kerja, pemutusan hubungan kerja di sektor pemerintah, hingga kebijakan Presiden Donald Trump yang memperketat imigrasi ilegal juga ikut memengaruhi volatilitas data ketenagakerjaan.
Ekonom kini lebih banyak melihat rata-rata pergerakan tiga bulan dibanding data bulanan tunggal untuk membaca arah pasar tenaga kerja.
Pasar tenaga kerja AS juga dinilai sedang berada dalam kondisi yang disebut ekonom sebagai “perekrutan lambat, pemecatan lambat”.
Perusahaan tidak agresif merekrut pekerja baru, tetapi juga belum banyak melakukan pemutusan hubungan kerja.
Situasi itu dipicu ketidakpastian kebijakan perdagangan dan imigrasi.
Penurunan imigrasi serta populasi yang menua juga membuat kebutuhan penciptaan lapangan kerja AS menjadi lebih rendah dibanding sebelumnya.
Menurut perkiraan ekonom, ekonomi AS saat ini hanya perlu menciptakan sekitar nol hingga 50.000 pekerjaan baru per bulan untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan populasi usia kerja.
Karena itu, perlambatan perekrutan belum tentu langsung memicu lonjakan pengangguran.
Laporan ketenagakerjaan terbaru ini memperkuat ekspektasi pasar keuangan jika The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Pekan lalu, The Fed menahan suku bunga acuannya di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen karena masih khawatir terhadap tekanan inflasi.
Tag: #pengangguran #tetap #rendah #harapan #pemangkasan #suku #bunga #makin #tipis