Salah Pakaikan Sepatu Anak, Ayah Ini Baru Sadar Penglihatannya Terus Menurun
Kesalahan saat memakaikan sepatu anak membuat Andy Johnson menyadari bahwa penglihatannya semakin menurun.
Melansir BBC Wales, ayah dua anak asal Pwllheli itu tanpa sengaja mengantar putranya, Oaklen, ke taman kanak-kanak dengan sepatu yang berbeda model dan warna pada 2024. Kekeliruan tersebut baru terlihat ketika istrinya, Danni Johnson, tiba di gerbang sekolah.
“Modelnya berbeda dan warnanya juga benar-benar tidak sama,” kata Andy, seperti dikutip dari BBC.
Momen sederhana itu menjadi titik balik bagi Andy, yang sejak lahir mengidap retinal dystrophy, penyakit genetik yang menyebabkan penurunan penglihatan secara bertahap dan dapat berujung kebutaan.
Baca juga: Anak Baca Buku Terlalu Dekat, Kebiasaan atau Kesehatan Mata Terganggu?
Retinal dystrophy dan dampaknya pada penglihatan
Mengutip StatPearls dalam NCBI Bookshelf yang ditulis Harshika Chawla, Koushik Tripathy, dan Vishal Vohra, retinal dystrophies merupakan kelompok penyakit genetik retina dengan variasi gejala dan perjalanan penyakit.
Lebih dari 270 gen diketahui berkaitan dengan kondisi ini, dan gejala dapat berbeda bahkan pada anggota keluarga dengan mutasi yang sama.
Penurunan penglihatan bisa berlangsung perlahan, mulai dari rabun senja, gangguan penglihatan tepi, kesulitan membedakan warna, hingga penurunan penglihatan pusat pada tahap tertentu.
Pada sebagian pasien, penglihatan dapat menyempit seperti terowongan, kondisi yang sering tidak disadari hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Kedua Orangtua Pakai Kacamata, Apakah Anak Pasti Alami Mata Minus?
Gejala yang umum muncul pada retinal dystrophy
Ilustrasi mata. Kesalahan kecil saat mengantar anak ke sekolah membuka kenyataan pahit tentang gangguan penglihatan yang dialami seorang ayah.
Gejala bisa berkembang bertahap, dari keluhan ringan sampai gangguan berat, bergantung tipe sel retina yang terdampak. Mengutip StatPearls, terdapat beberapa keluhan yang sering dilaporkan pada retinal dystrophy, seperti:
- Penglihatan redup atau berkurang perlahan
- Rabun senja atau sulit melihat di tempat gelap
- Gangguan membedakan warna
- Gangguan penglihatan tepi atau lapang pandang menyempit hingga seperti “terowongan”
- Penurunan penglihatan pusat pada sebagian tipe penyakit, disertai silau atau tidak nyaman pada cahaya
Baca juga: Cara Alami Mengendalikan Mata Minus Menurut Dokter, Termasuk Berjemur
Saat kondisi mulai memengaruhi kehidupan Andy
Andy mengaku telah lama hidup dengan penglihatan menyempit, tetapi kejadian sepatu itu menjadi momen pertama ia menyadari penglihatan bagian tengahnya mulai memudar.
Selama bertahun-tahun, Andy dan Danni menganggap kondisi tersebut bukan masalah besar dan tidak membiarkannya mengatur kehidupan keluarga.
“Lalu tiba-tiba semuanya terasa menghantam kami,” ujar Danni.
Seiring penglihatan yang memburuk, Andy mulai menarik diri dari berbagai aktivitas, termasuk menyeberang jalan dan mengantar anak ke sekolah.
Ia kemudian diberi tahu mengalami kecemasan yang membuatnya cenderung menghindari situasi tertentu.
Baca juga: 7 Penyebab Mata Kering, Ada Faktor Penuaan hingga Penyakit Autoimun
Diagnosis dan keterbatasan penanganan
BBC menulis penglihatan Andy sempat stabil hampir sepanjang hidupnya, hingga pada Januari 2024 dokter menyampaikan kondisinya memburuk.
Andy mengatakan tidak ada tindakan medis yang dapat menghentikan penurunan penglihatan tersebut dan dukungan lanjutan yang tersedia juga terbatas.
StatPearls menegaskan hingga kini belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan retinal dystrophy.
Namun, pendekatan yang dilakukan berfokus pada peningkatan kualitas hidup, seperti alat bantu penglihatan rendah, konseling genetik, serta dukungan psikologis.
Baca juga: Tompi Kritik Materi Pandji soal Mata Gibran, Sebut Itu Kondisi Medis Bernama Ptosis
Adaptasi keluarga dan pentingnya dukungan
Perubahan kondisi Andy juga berdampak pada pekerjaan keluarga mereka yang mengelola pusat olahraga air.
Andy beralih ke peran manajerial, sementara Danni mengambil pelatihan agar bisa mengemudikan perahu.
Keadaan mulai membaik setelah Andy menjalani pelatihan menggunakan tongkat dan mendapatkan anjing pemandu bernama Pearlie.
Andy kini tetap terlibat di dunia olahraga air dan ikut mengembangkan sesi pelatihan yang lebih aksesibel bagi penyandang gangguan penglihatan.
Dari kesalahan kecil menjadi pemahaman besar
Kisah Andy menunjukkan bagaimana gangguan penglihatan akibat retinal dystrophy bisa terdeteksi dari kejadian sederhana, lalu berkembang menjadi tantangan besar bagi individu dan keluarga.
Penyakit ini bersifat kompleks dan progresif, sehingga membutuhkan evaluasi menyeluruh serta dukungan medis, psikologis, dan sosial agar pasien tetap dapat menjalani hidup secara mandiri.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Ptosis, Kondisi Mata Gibran yang Disinggung Pandji Pragiwaksono
Tag: #salah #pakaikan #sepatu #anak #ayah #baru #sadar #penglihatannya #terus #menurun