Penumpang LRT Jabodetabek Melonjak Signifikan, Tercatat 2,7 Juta Sepanjang Januari 2025
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja pertumbuhan yang konsisten pada layanan LRT Jabodebek. Pada Januari 2026, LRT Jabodebek melayani 2,7 juta pelanggan, meningkat signifikan dibandingkan 2,1 juta pelanggan pada Januari 2025 dan 1,2 juta pelanggan pada Januari 2024.
“Sejak mulai beroperasi pada Agustus 2023 hingga Januari 2026, LRT Jabodebek telah melayani 57,1 juta pelanggan,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Senin (9/2/2026).
Anne mengatakan, tren ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek sebagai moda transportasi harian, khususnya untuk perjalanan kerja dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan.
Secara tahunan, akselerasi pertumbuhan juga terlihat jelas. Sepanjang 2024, LRT Jabodebek melayani 21 juta pelanggan, kemudian meningkat menjadi 28,8 juta pelanggan pada 2025.
Baca juga: Dirut KAI: 18.000 Penumpang Kereta Ajukan Refund Imbas Banjir
Pertumbuhan ini berjalan seiring dengan berkembangnya kawasan hunian, pusat perkantoran, serta aktivitas jasa yang membutuhkan konektivitas transportasi publik yang andal, terjadwal, dan berkelanjutan.
Sementara itu, distribusi pergerakan pelanggan pada stasiun-stasiun utama menunjukkan kontribusi LRT Jabodebek dalam membentuk keterhubungan kawasan.
Stasiun Dukuh Atas mencatat 17,5 juta gate in dan gate out, menjadikannya simpul pergerakan tertinggi. Kawasan ini berfungsi sebagai pusat integrasi antarmoda yang menghubungkan berbagai layanan transportasi publik sekaligus berada di jantung kawasan perkantoran dan pusat bisnis.
Stasiun Harjamukti melayani 13,2 juta gate in dan gate out, mencerminkan perannya sebagai akses utama kawasan hunian yang berkembang pesat di wilayah timur.
“Konektivitas langsung menuju pusat aktivitas mendorong pergeseran pola perjalanan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik berbasis rel,” ujarnya.
Sementara itu, Stasiun Kuningan mencatat 10,2 juta gate in dan gate out, didorong karakter kawasan sebagai pusat perkantoran, kedutaan, dan layanan jasa. Pergerakan tinggi di stasiun ini menegaskan peran LRT Jabodebek dalam menopang aktivitas ekonomi formal yang menuntut kepastian waktu tempuh.
Stasiun Cikoko melayani 9,2 juta gate in dan gate out sebagai simpul integrasi antarlayanan kereta perkotaan, sedangkan Stasiun Pancoran dengan 7,3 juta gate in dan gate out memperkuat keterkaitan kawasan hunian dan pusat kegiatan.
“Transportasi rel perkotaan menjadi elemen penting dalam menjaga keterhubungan kawasan, meningkatkan efisiensi perjalanan, serta mendukung pengurangan ketergantungan pada kendaraan pribadi,” tambah Anne.
Dia menyampaikan bahwa pertumbuhan pelanggan LRT Jabodebek mencerminkan manfaat nyata layanan ini dalam mendukung pengembangan kawasan dan agenda pembangunan nasional.
“LRT Jabodebek dirancang untuk menghubungkan kawasan hunian, pusat aktivitas, dan simpul transportasi secara terintegrasi. Pertumbuhan pelanggan menunjukkan bahwa layanan ini semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat,” tegas Anne.
Baca juga: Selama Libur Nataru Jumlah Pengguna LRT Jabodebek Naik 10 Persen
Tag: #penumpang #jabodetabek #melonjak #signifikan #tercatat #juta #sepanjang #januari #2025