Standar Militer di HP dan Laptop, Jaminan Perangkat Kuat?
Nokia meluncurkan smartphone tangguh terbarunya, Nokia XR21 ke pasar Eropa. Smartphone tersebut sudah mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H dan IP69K(Nokia)
17:09
9 Februari 2026

Standar Militer di HP dan Laptop, Jaminan Perangkat Kuat?

– Beberapa smartphone (HP) dan laptop modern kini dibekali dengan sertifikasi ketangguhan fisik berstandar militer alias Military Grade. 

Dalam berbagai promosi, perangkat yang memiliki sertifikat ini diklaim tangguh terhadap efek benturan dan bisa dipakai di kondisi ektrem. 

Namun, apa sebenarnya arti label ini untuk perangkat konsumen sehari-hari?

Apakah sekadar strategi pemasaran, atau memang sertifikat ini menjamin ketangguhan perangkat?

Baca juga: Nubia Rilis HP Tahan Banting, Lolos Standar Militer dan Anti-air

Apa yang dimaksud Military Grade?

Ketika produsen menyebut perangkatnya memiliki sertifikasi Military Grade, umumnya yang dimaksud adalah standar MIL-STD-810.

Ini merupakan standar pengujian milik Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) yang dirancang untuk menguji ketahanan peralatan dalam berbagai kondisi ekstrem.

MIL-STD-810 bukan satu jenis tes tunggal, melainkan kumpulan metode pengujian lingkungan.

Pengujiannya bisa mencakup suhu sangat panas dan sangat dingin, kelembapan tinggi, getaran, debu, hingga benturan.

Namun, penting dipahami bahwa lolos MIL-STD-810 tidak berarti perangkat benar-benar digunakan oleh militer.

Artinya, perangkat tersebut hanya telah melewati serangkaian uji laboratorium yang mensimulasikan kondisi ekstrem di luar penggunaan normal sehari-hari.

Baca juga: Vivo Y21d Meluncur di Indonesia, HP Rp 2 Jutaan dengan Standar Militer

Bagaimana pengujian perangkat?

Standar MIL-STD-810 memiliki banyak skenario pengujian. Untuk perangkat konsumen seperti ponsel dan laptop, biasanya produsen memilih beberapa tes yang paling relevan.

Beberapa pengujian yang umum antara lain:

  • Suhu Ekstrem: Perangkat diuji dalam suhu sangat tinggi dan sangat rendah untuk melihat apakah komponen internal tetap berfungsi.
  • Kelembapan dan Air: Uji paparan kelembapan tinggi dalam waktu lama untuk memastikan sirkuit dan lapisan pelindung tahan terhadap uap air.
  • Benturan dan Jatuh (Shock & Drop Test): Perangkat dijatuhkan berulang kali dari ketinggian tertentu untuk mensimulasikan kecelakaan sehari-hari.
  • Getaran (Vibration Test): Simulasi getaran terus-menerus seperti saat dibawa di kendaraan atau mesin.
  • Debu dan Pasir: Menguji ketahanan terhadap partikel kecil yang bisa masuk ke celah perangkat.

Perlu dicatat, produsen bebas memilih tes mana yang dijalankan. Jadi, jika sebuah perangkat lulus uji suhu dan kelembapan, belum tentu ia juga diuji ketahanan jatuh atau getaran.

Arti Military Grade untuk ponsel dan tablet

Ilustrasi tablet Blackview yang diklaim tangguh.Gizmochina Ilustrasi tablet Blackview yang diklaim tangguh.

Pada ponsel dan tablet, label Military Grade sering diartikan sebagai ketahanan ekstra terhadap jatuh.

Banyak sertifikasi difokuskan pada uji drop test dari ketinggian dan sudut tertentu, sehingga perangkat diharapkan lebih tahan saat terjatuh dari tangan atau meja.

Selain itu, klaim ini biasanya dipadukan dengan rating IP (Ingress Protection) untuk ketahanan air dan debu, serta toleransi suhu.

Dalam praktiknya, perangkat mungkin lebih tahan kondisi panas atau dingin ekstrem dibanding ponsel biasa, tetapi bukan berarti kebal kerusakan.

Arti Military Grade untuk laptop

Untuk laptop, sertifikasi ini sering kali lebih relevan, terutama bagi pengguna yang sering bepergian atau bekerja di lapangan. Pengujiannya bisa mencakup:

  • Stabilitas suhu lingkungan
  • Ketahanan engsel layar
  • Daya tahan keyboard
  • Ketahanan bodi terhadap getaran dan benturan
  • Uji jatuh dari ketinggian tertentu

Meski demikian, sertifikasi militer bukan jaminan laptop tidak bisa rusak.

Label ini hanya menunjukkan perangkat telah melewati uji tertentu dalam kondisi laboratorium yang terkontrol.

Baca juga: Realme Narzo 80 Lite 5G Meluncur, HP Murah Berstandar Militer

Sertifikat Militer Jaminan Ketangguhan?

Istilah “Military Grade certified” memang nyata dan melalui sederet proses pengujian. Akan tetapi, standar ini bukan segel universal yang menjamin perangkat super kuat dan tangguh.

Sebab, tidak ada otoritas global tunggal yang mewajibkan semua produsen menjalankan seluruh rangkaian tes MIL-STD-810 untuk produk konsumen.

Sebagai akibatnya, beberapa merek bisa saja hanya menonjolkan hasil tes yang paling menguntungkan bagi mereka untuk kepentingan pemasaran (marketing) atau gimik.

Misalnya, perangkat diuji debu dan suhu supaya menampilkan kesan perangkat bisa dipakai di suhu super panas atau dingin, tetapi tidak diuji benturan.

Secara teknis, hal ini tetap bisa disebut “MIL-STD certified”, namun tidak berarti tahan segala kondisi.

Bukan berarti bukti perangkat kuat

Seperti disebutkan di atas, sertifikasi Military Grade merupakan standar pengujian yang nyata dan menunjukkan perangkat telah melalui uji ketahanan lingkungan tertentu.

Meski demikian, perangkat bersertifikasi Military Grade atau MIL-STD-810 bukan berarti perangkat tersebut tidak rusak ketika jatuh atau terkena air.

Sebab, baik itu HP, tablet, atau laptop, perangkat seperti ini memang dikategorikan sebagai perangkat elektronik yang bisa pecah, tergores, atau rusak jika terkena air. 

Namun, tak ada salahnya menjadikan label ini sebagai salah satu pertimbangan saat membeli perangkat, bersamaan dengan faktor lain seperti rating IP, kualitas material, hingga garansi.

Sehingga, sertifikasi ini setidaknya memberikan rasa aman ketika perangkat tak sengaja terjatuh atau tercelup ke air, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Gizmochina.

Tag:  #standar #militer #laptop #jaminan #perangkat #kuat

KOMENTAR