BEI-MSCI Bertemu Lagi Pekan Ini, Kebijakan Baru Pasar Modal RI Dibedah
Indeks MSCI (MSCI)
17:12
9 Februari 2026

BEI-MSCI Bertemu Lagi Pekan Ini, Kebijakan Baru Pasar Modal RI Dibedah

- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali bernegosiasi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu (11/2/2026) pekan ini.

Pertemuan itu untuk membahas sejumlah usulan perubahan kebijakan pasar modal Indonesia.

Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dialog antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization yang digelar pada 2 dan 5 Februari 2025 lalu, terutama setelah otoritas pasar modal menyampaikan proposal resmi kepada MSCI.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut terdapat tiga pokok usulan yang akan didiskusikan secara mendalam.

Baca juga: Moody’s Turunkan Outlook RI, Bos BEI Pastikan Fundamental Emiten Masih Solid

Pertama, pembahasan granularisasi kategori investor agar lebih detail dan mencerminkan struktur kepemilikan pasar yang sebenarnya.

Saat ini ada sembilan kategori dalam struktur Single Investor Identification (SID) di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan akan diperluas menjadi 28 subkategori.

“Seperti yang kami sampaikan tadi bahwa tanggal 5 Februari kita sudah menyampaikan proposal kepada MSCI. Yang tiga poin tadi, yaitu tadi granularisasi dari kategori investor,” ujar Jeffrey saat konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Senin (29/2/2026).

Kedua, perluasan keterbukaan informasi kepemilikan saham.

Jika sebelumnya keterbukaan hanya mencakup kepemilikan di atas 5 persen, ke depan akan diperluas hingga kepemilikan saham di atas 1 persen.

“Dari shareholders name dari 5 persen menjadi 1 persen. Serta kita juga akan komunikasikan rencana penerapan peraturan terkait free float. Itu yang akan kita diskusikan di hari Rabu nanti,” paparnya.

Ketiga, peningkatan ketentuan minimum free float bagi emiten.

Ambang batas minimum free float akan dinaikkan dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Menurutnya, pertemuan tersebut bersifat dua arah.

BEI akan memaparkan secara komprehensif usulan yang telah disiapkan, sekaligus mendengarkan pandangan MSCI mengenai kesesuaian proposal tersebut dengan metodologi yang berlaku.

“Kami ingin memastikan apakah yang kami usulkan sudah sesuai dengan metodologi MSCI atau masih ada aspek teknis yang perlu disesuaikan. Dari diskusi itu, masing-masing pihak tentu dapat melakukan penyesuaian yang diperlukan,” lanjut Jeffrey.

Selain dengan MSCI, BEI juga membangun komunikasi paralel dengan penyedia indeks global lainnya, yakni FTSE Russell, penyedia indeks global terkemuka yang digunakan oleh investor untuk mengukur kinerja pasar.

Jeffrey menyebut, substansi pembahasan yang sama akan dikomunikasikan kepada FTSE Russell untuk memperoleh pandangan metodologis yang sejalan.

Langkah tersebut ditempuh agar penguatan regulasi dan infrastruktur pasar Indonesia dapat diterima secara konsisten oleh para penyedia indeks global.

“Selain itu seperti tadi kami sampaikan, kami juga membangun komunikasi dengan FTSE. Hal yang sama juga akan kami sampaikan ke FTSE apakah ini sesuai dengan metodologinya FTSE. Jadi itu yang intens kita diskusikan dengan para penyedia indeks global,” katanya.

Baca juga: Airlangga Ungkap Demutualiasi BEI Gunakan Private Placement atau IPO

Tag:  #msci #bertemu #lagi #pekan #kebijakan #baru #pasar #modal #dibedah

KOMENTAR