Tak Hanya di 1.000 Hari Pertama, Gizi Anak Usia 3-4 Tahun Juga Penting
– Periode 1.000 hari pertama kehidupan dianggap sebagai fase krusial dalam tumbuh kembang anak. Tak heran, banyak orangtua sangat fokus pada pemenuhan gizi anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.
Namun, perhatian terhadap asupan gizi anak sering kali mulai mengendur setelah fase tersebut terlewati. Padahal, kebutuhan nutrisi anak tidak berhenti di usia dua tahun, terutama ketika anak memasuki usia 3–4 tahun.
Dokter spesialis anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH menegaskan bahwa usia prasekolah merupakan fase yang kerap luput dari perhatian orangtua, meski kebutuhan gizi anak pada usia ini masih tergolong tinggi.
“Biasanya orangtua fokus di 0–2 tahun. Setelah lewat 1.000 hari pertama, banyak yang merasa sudah santai. Padahal, anak usia 3–4 tahun itu masih butuh asupan yang cukup,” tutur dr. Mesty saat live podcast Expert Boost by Tentang Anak di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).
Baca juga: Pola Makan Anak Dibentuk Sejak Kehamilan, Hindari Kesalahan Ini
Anak Usia 3–4 Tahun Kerap Luput dari Perhatian
Menurut dr. Mesty, setelah anak melewati fase 1.000 hari pertama, perhatian orangtua terhadap asupan gizi sering kali menurun.
Banyak yang menganggap anak sudah cukup kuat dan tidak lagi membutuhkan pengaturan makan yang ketat. Akibatnya, pada usia 3–4 tahun, tidak sedikit anak yang mulai mengalami kenaikan berat badan yang stagnan.
“Banyak pasien usia 3–4 tahun yang akhirnya berat badannya flat. Karena orangtuanya merasa sudah lewat 1.000 hari pertama, jadi makannya lebih santai,” ujar dr. Mesty.
Ia menilai, salah satu kesalahan yang kerap terjadi adalah menentukan porsi makan anak berdasarkan ukuran tubuh, bukan kebutuhan energinya.
Baca juga: Kasus Anak Bunuh Diri Jadi Alarm Kesehatan Mental, Menkes Siapkan Psikolog di Puskesmas
Kebutuhan Kalori Anak Lebih Tinggi dari Orang Dewasa
Dr. Mesty menjelaskan bahwa kebutuhan energi anak usia prasekolah tergolong tinggi karena mereka aktif bergerak dan masih berada dalam fase pertumbuhan.
“Rata-rata anak usia 4 tahun itu kebutuhan kalorinya sekitar 1.600 sampai 1.800 kalori per hari,” jelasnya.
Jumlah tersebut bahkan bisa lebih tinggi dibandingkan kebutuhan sebagian orang dewasa dengan aktivitas ringan yang hanya membutuhkan 1.500 kalori dalam satu hari.
Oleh sebab itu, porsi makan anak usia 3–4 tahun tidak bisa disamakan atau dikurangi hanya karena ukuran tubuhnya terlihat kecil.
Baca juga: Tumbuh Kembang Tiap Anak Tak Sama, Dokter Tekankan Pentingnya Skrining sejak Dini
Peran Karbohidrat dan Protein Perlu Seimbang
Dalam pemenuhan gizi harian, dr. Mesty menekankan pentingnya keseimbangan antara karbohidrat dan protein.
Ia menyebut, sekitar setengah dari asupan harian anak sebaiknya berasal dari karbohidrat.
Sementara itu, kebutuhan protein pada anak tidak perlu berlebihan. Protein tetap penting, tetapi fungsinya berbeda dengan karbohidrat.
“Protein itu tidak butuh banyak-banyak banget. Karbohidrat yang dibakar tubuh untuk energi, sementara protein disimpan untuk pertumbuhan,” jelas dr. Mesty.
Baca juga: Bentuk Kaki X dan O pada Anak, Kapan Orangtua Harus Waspada?
Karbohidrat Tak Harus dari Nasi
Dokter Spesialis Anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH dalam acara live podcast Expert Boos by Tentang Anak di Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).
Dr. Mesty menambahkan, pemenuhan karbohidrat tidak harus selalu berasal dari nasi. Pada anak usia sekitar 4 tahun, kebutuhan karbohidrat diperkirakan setara dengan sekitar 800 gram per hari.
Jika dihitung, kebutuhan tersebut setara sekitar empat mangkuk nasi. Namun, sumber karbohidrat tidak harus selalu dari nasi, melainkan bisa berasal dari jagung, roti, atau sumber karbohidrat lainnya.
Kebutuhan tersebut juga dapat dibagi dalam beberapa waktu makan, termasuk dari camilan, selama tetap memperhatikan kualitas gizinya.
Baca juga: Pentingnya Orangtua Beri Batasan Sehat untuk Anak
Dengan demikian, dr. Mesty menegaskan bahwa perhatian terhadap asupan gizi anak seharusnya terus berlanjut setelah fase 1.000 hari pertama terlewati.
Usia 3–4 tahun tetap menjadi periode penting dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan anak.
Melalui pemenuhan gizi yang seimbang dan sesuai kebutuhan usia, anak diharapkan dapat tumbuh optimal dan siap menghadapi fase perkembangan berikutnya.
Tag: #hanya #1000 #hari #pertama #gizi #anak #usia #tahun #juga #penting