Bukan Soal Gaji Besar: Strategi Kaya ala Robert Kiyosaki untuk Gen Z
Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad Poor Dad. (WIKIMEDIA COMMONS/GAGE SKIDMORE)
16:48
9 Februari 2026

Bukan Soal Gaji Besar: Strategi Kaya ala Robert Kiyosaki untuk Gen Z

Di tengah tekanan ekonomi dunia yang tak kunjung mereda, mulai dari inflasi, biaya pendidikan dan sewa yang meningkat, hingga rendahnya pertumbuhan upah riil, banyak Gen Z merasa bahwa masa depan keuangan adalah nasib yang tak terhindarkan.

Survei menunjukkan hampir separuh Gen Z merasa merencanakan masa depan ibarat sia-sia, sehingga lebih memilih untuk menikmati hidup saat ini ketimbang menabung atau berinvestasi untuk jangka panjang.

Namun, bagi Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad dan tokoh di balik filosofi finansial “make money work for you”, keadaan ini bukanlah bukti bahwa generasi muda kalah dalam permainan ekonomi.

Baca juga: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Emas Tembus 27.000 Dollar AS

Ilustrasi Gen Z, Gen Z mengakses pinjaman online/pinjol. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi Gen Z, Gen Z mengakses pinjaman online/pinjol.

Menurutnya, Gen Z hanya belum “bermain game yang benar.”

Dalam pandangannya, generasi yang lahir sekitar pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an ini memiliki keuntungan unik dibanding generasi sebelumnya.

Dengan tools digital, akses pengetahuan lebih luas, dan waktu sebagai aset terpenting, Gen Z secara teoritis lebih siap membangun kekayaan jangka panjang, asalkan strategi yang digunakan sesuai dengan prinsip kekayaan yang benar.

Berikut beberapa cara membangun kekayaan di usia muda menurut Kiyosaki, dikutip dari Nasdaq, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Prediksi Robert Kiyosaki: Harga Perak Tembus 200 Dollar AS pada 2026

1. Mengubah cara pikir: dari "bekerja untuk uang” ke “uang bekerja untukmu”

Ajaran inti Kiyosaki tetap konsisten dengan filosofi Rich Dad, yakni kekayaan tidak datang dari mengejar gaji tinggi semata. Fokusnya bukan sekadar pendapatan, melainkan aset yang bisa menghasilkan uang dari waktu ke waktu.

Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Robert Kiyosaki mengungkap 10 pelajaran keuangan penting yang kerap baru disadari pria setelah bertahun-tahun bekerja.WIKIMEDIA COMMONS/GAGE SKIDMORE Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Robert Kiyosaki mengungkap 10 pelajaran keuangan penting yang kerap baru disadari pria setelah bertahun-tahun bekerja.

"Ini bukan tentang mengejar gaji tinggi. Ini tenntang investasi pada hal yang tumbuh," kata Kiyosaki.

Menurut Kiyosaki, yang dimaksud dengan “hal yang tumbuh” bukan hanya investasi finansial klasik seperti saham atau properti, tetapi juga:

  • Peningkatan skill yang terus berkembang nilainya
  • Sistem yang menghasilkan pendapatan pasif
  • Usaha sampingan (side hustle) yang bisa tumbuh menjadi sumber pendapatan utama

Ia menekankan, semakin cepat seseorang mulai mengumpulkan aset produktif, sekecil apa pun, semakin cepat pula ia bisa berhenti menukar waktu demi uang.

Baca juga: 5 Aset Passive Income Terbaik 2026 Menurut Robert Kiyosaki

Rata-rata gaji tahunan bukanlah tolak ukur kekayaan sejati, yang penting adalah bagaimana uang itu menghasilkan lebih banyak uang.

2. Waktu dan teknologi adalah keunggulan Gen Z

Dalam narasinya terhadap Gen Z, Kiyosaki tidak menutup mata tentang tantangan ekonomi yang terjadi. Namun ia melihat tiga modal utamanya, yaitu sebagai berikut.

  • Waktu. Waktu adalah teman dalam pertumbuhan kekayaan melalui compound growth (bunga majemuk).
  • Teknologi. Akses ke informasi, pasar modal, kemampuan belajar, dan bahkan peluang usaha kini tersedia hanya dengan laptop atau ponsel.
  • Skeptisisme. Melihat sistem yang terasa gagal bagi banyak orang membuat Gen Z tidak terikat oleh cara lama. Menurut Kiyosaki, itu sebenarnya menjadi keunggulan kompetitif.

Pandangan ini menegaskan bahwa Gen Z tidak perlu meniru jalur keuangan tradisional (kerja di perusahaan, menabung saja, lalu menunggu pensiun di usia senja).

Baca juga: 10 Pelajaran Keuangan yang Sering Terlambat Disadari Pria, Menurut Robert Kiyosaki

Sebaliknya, generasi ini dipandang memiliki keseimbangan unik antara kesadaran risiko dan akses terhadap alat keuangan modern.

Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki mengejutkan publik setelah menjual sebagian kepemilikan Bitcoin di tengah penurunan pasar kripto. Ia mengalihkan hasil penjualan ke bisnis tradisional yang menghasilkan pendapatan rutin.WIKIMEDIA COMMONS/GAGE SKIDMORE Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki mengejutkan publik setelah menjual sebagian kepemilikan Bitcoin di tengah penurunan pasar kripto. Ia mengalihkan hasil penjualan ke bisnis tradisional yang menghasilkan pendapatan rutin.

3. Rencana kekayaan di usia 20-an

Kiyosaki dan timnya merinci pendekatan yang menurut mereka cocok untuk Gen Z di berbagai tahapan usia 20-an.

Awal 20-an: mulai kecil tapi konsisten

  • Membentuk dana darurat minimal satu bulan biaya hidup.
  • Mulai berinvestasi otomatis, misalnya sebulan sekali ke reksa dana.
  • Mengembangkan skill yang dibayar pasar, seperti desain, penulisan, coding, atau editing.

Investasi sederhana dalam jumlah kecil setiap bulan dikombinasikan dengan waktu dan pasar historis yang tumbuh, memiliki efek eksponensial dalam jangka panjang.

Baca juga: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Perak Tembus 200 Dollar AS pada 2026

Menengah 20-an: membangun momentum

  • Mengonversi skill menjadi pendapatan sampingan yang nyata.
  • Menghindari lifestyle inflation, yakni peningkatan gaya hidup yang menghabiskan lebih banyak pendapatan.
  • Mengotomatisasi keuangan pribadi sehingga keputusan investasi tidak tergantung pada disiplin sehari-hari.

Fase ini menekankan bahwa pendapatan harus bertumbuh lebih cepat daripada biaya hidup untuk membangun kekayaan.

Akhir 20-an: play bigger

  • Mengubah side hustle menjadi sistem atau struktur usaha penuh.
  • Meneroka opsi seperti house hacking (memanfaatkan properti untuk menutup biaya sendiri) atau investasi jika membeli properti langsung terlalu mahal.
  • Fokus pada income streams yang tidak tergantung waktu, termasuk digital products, kursus online, atau usaha berbasis sistem.

Pendekatan ini mencerminkan visi bahwa kekayaan sejati tumbuh ketika seseorang berhasil “melipatgandakan sistem”, bukan melipatgandakan jam kerja.

Ilustrasi Gen Z iStock Ilustrasi Gen Z

Baca juga: Harga Perak Tembus 70 Dollar AS, Kiyosaki Wanti-wanti Hiperinflasi

4. Risiko yang harus dihindari

Sebagai bagian dari panduan ini, Kiyosaki juga menggarisbawahi sejumlah jebakan keuangan yang sering membuat orang tetap “terjebak pada waktu”.

  • Utang yang tidak membantu menghasilkan pendapatan lebih besar.
  • Inflasi gaya hidup, yakni kecenderungan menaikkan pengeluaran sejalan dengan kenaikan pendapatan.
  • Chasing hype, yakni mengikuti tren investasi yang tidak didasari oleh fundamental kuat (misalnya ikut-ikutan tweet atau forum daring).

Ini menunjukkan bahwa literasi keuangan bukan hanya kemampuan memahami istilah, tetapi juga menghindari perilaku yang membuat aset tidak berkembang.

Catatan tentang mentalitas dan filosofi Kiyosaki

Seruan Kiyosaki bukan hanya tentang angka atau strategi teknis. Ia terus menekankan pola pikir.

Baca juga: Robert Kiyosaki: Menjadi Kaya Bisa Lebih Cepat Jika Paham Uang

Dalam buku-bukunya, Kiyosaki pernah menulis bahwa orang kaya tidak bekerja demi uang, mereka membuat uang bekerja untuk mereka. Itu menjadi landasan dari seluruh ajarannya.

Inti pesan Kiyosaki kepada Gen Z adalah bahwa mereka tidaklah terlambat untuk membangun kekayaan, tetapi mereka harus mengubah cara bermain, dari fokus pada kerja upah ke fokus pada membangun aset yang bekerja untuk mereka.

Pesan ini disampaikan tanpa janji instan, tetapi dengan suatu peta jalan, yakni dibangun melalui pemahaman waktu, peluang teknologi, dan pola pikir berbeda tentang uang: bukan untuk ditukar hanya dengan waktu, tetapi untuk tumbuh melalui aset dan sistem yang benar-benar menghasilkan nilai dari waktu ke waktu.

Tag:  #bukan #soal #gaji #besar #strategi #kaya #robert #kiyosaki #untuk

KOMENTAR