Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Resmi Jadi Deputi Gubernur BI Periode 2026-2031
- Mahkamah Agung (MA) secara resmi melantik Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, pada Senin (9/2).
Pengangkatan Thomas Djiwandono sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Deputi Gubernur Bank Indonesia yang ditetapkan di Jakarta pada 3 Februari 2026.
Sebelum memangku jabatan, Thomas diwajibkan mengucapkan sumpah jabatan sesuai dengan ketentuan.
Berdasarkan Keppres RI Nomor 10/P Tahun 2026 tanggal 3 Februari 2026, pimpinan acara kemudian menanyakan kesediaan Thomas untuk mengucapkan sumpah jabatan menurut agama yang dianutnya.
“Bersediakah Saudara mengucapkan sumpah jabatan menurut agama Saudara?” tanya Ketua MA Sunarto.
“Ya, bersedia,” jawab Thomas.
Selanjutnya, Thomas mengucapkan sumpah jabatan dengan didampingi oleh rohaniawan. "Saya berjanji bahwa saya akan melaksanakan tugas dan kewajiban Deputi Gubernur BI dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab. Saya berjnji bahwa saya akan setia kepada negara konstitusi dan haluan negara. Kiranya Tuhan menolong saya," tutup Thomas.
Lantas, siapa Thomas Djiwandono yang telah resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur BI Periode 2026-2031?
Thomas Djiwandono, yang biasa dipanggil Tommy, lahir di Jakarta, 7 Mei 1972. Tommy adalah anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.
Ayahnya adalah mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang kini mengajar di Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Sedangkan ibunya, Bianti, adalah kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.
Tommy juga merupakan cicit R.M Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank BNI 46. Thomas sudah menikah dan dikaruniai tiga orang anak.
Dalam pendidikan, Thomas Djiwandono tercatat pernah bersekolah di SMP Kanisius, Menteng, Jakarta.
Kemudian, ia menyelesaikan kuliahnya di bidang studi sejarah di Haverford Colloge, Pennsylvania, Amerika Serikat.
Tommy juga mengambil master di bidang International Relations and International Economics di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, Amerika Serikat.
Dalam karirnya, Tommy bergelut di bidang ekonomi dan politik. Bahkan keduanya tak pernah jauh dari perusahaan dan partai yang didirikan oleh keluarganya.
Karirnya dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada tahun 1993 dan pada tahun 1994 di Indonesia Business Weekly.
Selain itu, Tommy pun pernah berkerja sebagai analisis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.
Pada tahun 2006, kariernya terus meningkat saat pamannya Hashim memintanya untuk membantu di Arsari Group dan ia menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group, perusahaan agrobisnis.
Sementara di politik, ia merupakan kader Partai Gerindra dan pernah menjadi caleg di Provinsi Kalimantan Barat.
Tommy sempat menjadi Bendahara Umum Partai Gerindra cukup lama, yakni 17 tahun. Lantas, per 31 Desember 2025 ia telah berhenti dan keluar dari partai politik.
Bahkan, sejak awal tahun 2025 ia telah menanggalkan posisi Bendahara Umum Partai Gerindra karena menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan akan berkarir di BI.
Jabatan Wamenkeu ia peroleh pada Juli 2024 pada era Presiden Joko Widodo untuk mendampingi Wakil Menteri Keuangan I yang dijabat oleh Suahasil Nazara.
Tag: #profil #thomas #djiwandono #keponakan #prabowo #yang #resmi #jadi #deputi #gubernur #periode #2026 #2031