Bersin Bukan Sekadar Refleks, Ini Penjelasan Ahli soal Dampaknya bagi Tubuh
Ilustrasi flu. Para ahli menyebut bersin adalah mekanisme pertahanan tubuh yang kuat dan tidak selalu berkaitan dengan penyakit.(SHUTTERSTOCK/ PAULAPHOTO)
22:06
9 Februari 2026

Bersin Bukan Sekadar Refleks, Ini Penjelasan Ahli soal Dampaknya bagi Tubuh

Bersin bukan sekadar refleks sepele. Para ahli menjelaskan bahwa bersin merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang kuat untuk mengeluarkan partikel asing dari saluran pernapasan.

Refleks ini bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari debu, alergi, hingga polusi udara, bukan hanya penyakit.

Karena itu, bersin tidak selalu menandakan seseorang sedang sakit.

Baca juga: Kenapa Kita Sering Bersin saat Masak Cabai? Ini Penjelasan Dokter

Bersin sebagai sistem pertahanan tubuh

Mengutip The Guardian, bersin terjadi ketika bagian dalam hidung mendeteksi adanya iritasi.

Profesor imunologi dari University of Manchester, Sheena Cruickshank, menjelaskan bahwa hidung manusia dilengkapi rambut halus mikroskopis yang disebut silia.

“Bersin adalah respons fisik tubuh untuk menyingkirkan sesuatu yang mengganggu,” kata Cruickshank.

Ia menjelaskan, saat debu, serbuk sari, atau virus terperangkap di hidung, silia akan mengirim sinyal ke saraf untuk memicu bersin agar partikel tersebut keluar.

Baca juga: Sering Bersin di Pagi Hari? Ketahui 4 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pemicu bersin tidak selalu berkaitan dengan penyakit

Ilustrasi bersin. Para ahli menyebut bersin adalah mekanisme pertahanan tubuh yang kuat dan tidak selalu berkaitan dengan penyakit.SHUTTERSTOCK/fizkes Ilustrasi bersin. Para ahli menyebut bersin adalah mekanisme pertahanan tubuh yang kuat dan tidak selalu berkaitan dengan penyakit.

Meski sering dikaitkan dengan flu atau alergi, bersin dapat dipicu oleh banyak faktor lain. Iritasi dari asap, udara dingin, bau menyengat, hingga lada dapat memicu refleks ini.

Bahkan, aktivitas sederhana seperti mencabut alis juga bisa membuat seseorang bersin. Hal ini berkaitan dengan saraf trigeminal di wajah, yang dapat memicu sinyal silang ke pusat refleks bersin.

Sebagian orang juga bersin saat terpapar cahaya terang, kondisi yang dikenal sebagai Achoo syndrome.

Fenomena ini bersifat bawaan dan diturunkan secara genetik, meski mekanismenya belum sepenuhnya dipahami.

Baca juga: Kenapa Tiba-tiba Bersin dan Pilek Setelah Makan?

Sebenarnya, seberapa kuat bersin?

Bersin sering dianggap sebagai salah satu refleks paling eksplosif pada manusia. Namun, anggapan bahwa bersin melontarkan udara hingga ratusan kilometer per jam ternyata tidak benar.

Studi terbaru menunjukkan bahwa aliran udara saat bersin hanya bergerak kurang dari satu meter dengan kecepatan sekitar 16 kilometer per jam.

Bersin juga tidak menyebabkan jantung berhenti sejenak atau mata terlepas, seperti yang kerap dipercaya dalam mitos populer.

“Ini adalah mekanisme perlindungan dasar yang masuk akal,” ujar Cruickshank.

Ia menambahkan bahwa refleks serupa juga ditemukan pada banyak spesies mamalia.

Polusi udara bisa memperparah bersin

Bersin juga dapat menjadi sinyal lingkungan yang kurang sehat. Cruickshank menjelaskan bahwa polusi udara diketahui merusak lapisan pelindung hidung dan paru-paru.

“Kami menemukan hubungan antara area dengan polusi tinggi dan gejala alergi yang lebih parah serta berlangsung lebih lama,” ujarnya.

Selain memudahkan partikel asing masuk ke tubuh, polusi juga diduga dapat mengubah respons sistem imun.

Baca juga: 3 Penyebab Bersin dan Cara Mengatasinya

Profesor teknik lingkungan dari University of Leeds, Catherine Noakes, menyebut bersin memang berpotensi menularkan penyakit, meski risikonya sulit diukur secara pasti.

“Bersin terjadi secara tidak terduga dan relatif jarang, sehingga lebih sulit dipelajari dibandingkan batuk atau berbicara,” kata Noakes.

Beberapa penyakit yang dapat menyebar melalui bersin antara lain flu, Covid-19, campak, cacar air, dan tuberkulosis.

Menutup bersin dengan tisu atau lengan bagian dalam dinilai sebagai cara paling efektif untuk mengurangi risiko penularan.

Baca juga: Normalkah Bayi Baru Lahir Sering Bersin?

Kapan perlu waspada?

Para ahli menegaskan bahwa bersin sesekali umumnya tidak berbahaya. Kewaspadaan diperlukan jika bersin disertai gejala lain seperti demam, sesak napas, atau berlangsung terus-menerus.

Dalam banyak kasus, bersin justru menandakan tubuh sedang bekerja melindungi diri.

Tag:  #bersin #bukan #sekadar #refleks #penjelasan #ahli #soal #dampaknya #bagi #tubuh

KOMENTAR