Exco PSSI Jawab Tudingan Gelombang Pemain Diaspora ke Indonesia Demi Piala AFF
Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga(KOMPAS.com/Pratama Yudha)
23:22
9 Februari 2026

Exco PSSI Jawab Tudingan Gelombang Pemain Diaspora ke Indonesia Demi Piala AFF

Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, merespons rumor yang menyatakan gelombang kedatangan pemain diaspora ke Indonesia demi Piala AFF atau ASEAN Championship 2026.

Menurut Arya Sinulingga, hal tersebut merupakan sebuah teori konspirasi.

Kompetisi Super League 2025-2026 memang menyambut banyak pemain diaspora Timnas Indonesia yang sebelumnya merumput di kompetisi Asia dan Eropa.

Tercatat, hingga ditutupnya bursa transfer paruh musim, sudah ada 10 pemain diaspora yang bergabung ke klub Indonesia.

Mereka adalah Jordi Amat, Thom Haye, Eliano Reijnders, Jens Raven, Rafael Struick, Shayne Pattynama, Dion Markx, Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Cyrus Margono.

Baca juga: Rekam Jejak Kelme di Dunia Olahraga, Modal bagi Timnas Indonesia

Situasi tersebut memunculkan sebuah dugaan di mana ini merupakan proyek PSSI.

Tujuannya agar para pemain tersebut bisa memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF atau ASEAN Championship 2026 yang akan bergulir mulai Juli hingga Agustus mendatang, demi mengukir sejarah meraih gelar untuk pertama kalinya.

Respons PSSI

Menurut Arya, asumsi tersebut tidaklah masuk akal. Sebab, perpindahan pemain adalah kegiatan yang melibatkan sejumlah kesepakatan di dalamnya.

Sehingga, tidak mungkin PSSI memberikan perintah kepada klub untuk memaksakan transfer seorang pemain.

"Kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya. Karena namanya pemain, transfer, itu menyangkut uang. Menyangkut duit. Yang bayar pemain siapa? Apakah PSSI atau klub?" ujar Arya kepada awak media ketika ditemui di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Mauro Zijlstra resmi diumumkan sebagai pemain Persija Jakarta, Rabu (4/2/2026).Dokumentasi Persija Jakarta Mauro Zijlstra resmi diumumkan sebagai pemain Persija Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Bek Man City Tak Bantah Dirinya Layak Dikartu Merah karena Langgar Salah

"Kalau klub, berarti urusannya apa nih? Urusan duit. Tawar menawar. Yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan bayar di situ. Jadi, lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI untuk AFF," ungkap dia.

Arya menegaskan, kepindahan para pemain diaspora ke klub Indonesia pasti terjadi setelah melalui proses negosiasi yang disetujui antara klub dengan sang pemain.

Sesuai dengan Kebutuhan Klub, Bukan Paksaan

Ia mengutarakan klub-klub mendatangkan pemain sesuai dengan kebutuhan, bukan paksaan.

"Memangnya pemain mau dibayar murah? Pemain pasti punya tawaran segini. Klub punya uang enggak? Kalau enggak cocok, ya enggak jadi. Kalau cocok bayarannya, ya jadi," kata Arya.

Baca juga: Proses Pencalonan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028

"Jadi, itu mekanisme pasar saja. Jadi, teori-teori konspirasi silakan, tapi tolong yang cerdas. Kalau tidak cerdas, nanti malu juga pengamatnya," tutur dia.

Agenda Piala AFF atau ASEAN Championship ini memang bukan termasuk kalender resmi FIFA.

Sehingga, kerap terjadi tarik-menarik antara klub dengan federasi ketika turnamen antarnegara ASEAN ini berlangsung.

Sepanjang sejarah, Indonesia belum sekali pun merasakan juara di turnamen ini. Pencapaian terbaiknya hanya enam kali finis sebagai runner up.

Tag:  #exco #pssi #jawab #tudingan #gelombang #pemain #diaspora #indonesia #demi #piala

KOMENTAR