58 Juta Data Pendidikan Tinggi Disebut Diperjualbelikan di Darkweb, Kemendikti Merespons
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih(Dok. Pribadi A. Fikri Faqih)
21:46
9 Februari 2026

58 Juta Data Pendidikan Tinggi Disebut Diperjualbelikan di Darkweb, Kemendikti Merespons

- Anggota Komisi X DPR Fraksi PKS Abdul Fikri Faqih mewanti-wanti data pendidikan tinggi bocor ke dark web.

Hal tersebut Abdul sampaikan saat rapat Komisi X DPR bersama Kemendikti Saintek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

"Ini real sedang terjadi, karena konon katanya dijualbelikan di forum dark web. Ada sudah 58 juta data diperjualbelikan," ujar Abdul.

Meski demikian, Abdul berharap kabar data bocor ke dark web itu hanya hoaks.

Namun, jika memang benar data pendidikan tinggi bocor ke dark web, maka sangat berbahaya untuk masyarakat.

Baca juga: Kemendikti Saintek Akan Bebaskan UKT Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

"Nah ini kalau PDDikti juga seperti itu, ini berbahaya. Atau mudah-mudahan sih ini hoaks ya, mudah-mudahan tidak nyata. Tetapi kalau nyata betul, dan ini apalagi di pendidikan tinggi, ini berbahaya ini," jelasnya.

"Ini mungkin barangkali sekilas perlu dijelaskan untuk barangkali juga memberikan ketenangan bagi masyarakat terutama komunitas pendidikan," sambung Abdul.

Menanggapi Abdul, Sekjen Kemendikti Saintek Togar Mangihut Simatupang mengakui bahwa kerap terjadi kebocoran data ke dark web.

Dia pun berterima kasih karena telah diingatkan perihal potensi kebocoran data pendidikan tinggi.

Baca juga: Kemendikti Saintek Diminta Investigasi Dugaan Bullying Timothy Mahasiswa Unud

"Karena betul, Pak, data itu di dark web itu sudah terjadi, semua data, Pak, baik data pajak, data dari identitas lainnya, Pak, itu sudah ada di sana, Pak," jelas Togar.

"Nah ini sangat berbahaya sekali kalau memang data-data di dalam PDDikti mengalami kebocoran. Terima kasih, Pak, ini akan kami formulasikan," imbuhnya.

Tag:  #juta #data #pendidikan #tinggi #disebut #diperjualbelikan #darkweb #kemendikti #merespons

KOMENTAR