Pengusaha Sebut MBG Buka 1,9 Juta Lapangan Kerja Lewat 22.000 SPPG
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. (KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUM)
21:36
9 Februari 2026

Pengusaha Sebut MBG Buka 1,9 Juta Lapangan Kerja Lewat 22.000 SPPG

— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekosistem ekonomi lokal.

Hal itu mengemuka dalam pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (DPW GAPEMBI) Sulawesi Tenggara, Minggu (8/2/2026).

Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN Sitti Aida Adha Taridala mengatakan, program MBG merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka malnutrisi di Indonesia.

Baca juga: OJK: Penyaluran Kredit Buat Kopdes Merah Putih dan MBG Tembus Rp 149 Triliun di 2025

Ilustrasi makan bergizi gratis (MBG). KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Ilustrasi makan bergizi gratis (MBG).

Menurut Aida, persoalan gizi nasional masih menjadi tantangan serius. Data menunjukkan prevalensi stunting balita pada 2024 masih mencapai 19,8 persen.

Selain itu, angka underweight tercatat sebesar 16,8 persen dan wasting 7,4 persen. Pada kelompok ibu hamil, kekurangan energi kronis mencapai 16,9 persen, sedangkan anemia berada di angka 27,7 persen.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan intervensi komprehensif untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup sekaligus mendukung proses belajar mereka,” ujar Aida dalam siaran pers, Senin (9/2/2026).

MBG menjangkau 60 juta penerima manfaat

Program MBG menargetkan sekitar 60,19 juta penerima manfaat. Sasaran tersebut meliputi peserta didik dari jenjang pendidikan usia dini hingga menengah, santri, peserta didik sekolah luar biasa, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok masyarakat lainnya.

Baca juga: Purbaya Perkirakan Anggaran Rp 200 Triliun Cukup untuk Program MBG

Untuk mendukung pelaksanaan program, hingga saat ini telah beroperasi 23.012 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jumlah tersebut setara sekitar 65 persen dari target nasional sebanyak 35.270 unit.

SPPG menjadi simpul utama distribusi dan penyediaan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.

Melalui unit-unit tersebut, pemerintah berupaya memastikan standar kualitas pangan terpenuhi, mulai dari aspek kebersihan hingga kandungan gizi.

Efek berganda ke tenaga kerja

Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, program ini dinilai memberikan efek ekonomi yang signifikan.

Baca juga: Prabowo: 99,99 Persen MBG Harus Dinyatakan Berhasil

Ketua Umum GAPEMBI Alven Stony menyatakan, keberadaan SPPG telah membuka lapangan kerja dalam jumlah besar di berbagai daerah.

“Melalui program MBG, lewat SPPG telah berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja dengan estimasi sekitar 1,9 juta orang di 22.000 SPPG. Setiap SPPG rata-rata menyerap sekitar 50 pekerja honor. Selain itu, ada sekitar 22.000 pemasok bahan pangan yang masing-masing mempekerjakan minimal tiga orang,” kata Alven.

Dengan asumsi tersebut, rantai pasok program MBG tidak hanya melibatkan tenaga kerja di dapur produksi, tetapi juga pemasok bahan pangan yang tersebar di berbagai wilayah. Aktivitas ini dinilai turut menggerakkan sektor pertanian, distribusi, hingga usaha mikro dan kecil di tingkat lokal.

Standar gizi dan integrasi ekosistem

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Asrun Lio menilai program MBG memiliki tujuan strategis karena tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga memastikan kualitas gizi yang tepat bagi penerima manfaat.

Baca juga: Lebih Prioritas Mana: MBG atau Penciptaan Lapangan Kerja?

“Aspek penting dalam program ini bukan hanya menyediakan makanan yang enak, tetapi juga memastikan makanan tersebut sehat dan bergizi. Program MBG menekankan standar yang detail, mulai dari kebersihan, kehalalan, hingga kualitas gizi,” kata Asrun.

Ia menambahkan, keberhasilan program MBG memerlukan dukungan ekosistem yang saling terintegrasi.

“Program ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan ekosistem yang mendukung agar pelaksanaannya optimal. Ekosistem tersebut juga berpotensi besar menggerakkan perekonomian lokal,” ujarnya.

Tag:  #pengusaha #sebut #buka #juta #lapangan #kerja #lewat #22000 #sppg

KOMENTAR