Harga Saham DEWA Meroket Hari Ini, Ternyata Ini Penyebabnya
Ilustrasi perdagangan IHSG hari ini [Ist/Antara]
18:06
6 Januari 2026

Harga Saham DEWA Meroket Hari Ini, Ternyata Ini Penyebabnya

Baca 10 detik
  • Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) ditutup menguat signifikan 7,95% menjadi Rp815 pada Selasa (6/1/2026) setelah sesi kedua.
  • Lonjakan harga ini didorong oleh akumulasi investor asing yang mencatatkan pembelian bersih (net buy) Rp160 miliar.
  • DEWA berhasil menembus level resistance teknikal sambil menjalankan strategi efisiensi biaya kepemilikan alat berat sendiri.

Saham emiten jasa pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), mencatatkan performa luar biasa pada perdagangan Selasa (6/1/2026).

Sempat menunjukkan pelemahan pada sesi pertama, saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Grup Salim ini tiba-tiba melesat tajam saat memasuki sesi kedua.

Pada penutupan bursa, DEWA parkir di level Rp815 per lembar, meroket signifikan sebesar 7,95% dibandingkan harga pembukaannya.

Aktivitas perdagangan terpantau sangat bergairah dengan volume transaksi mencapai 1,5 miliar saham dan nilai perpindahan aset lebih dari Rp1,1 triliun. Intensitas perdagangan ini juga tercermin dari frekuensi transaksi yang menembus angka 108.000 kali.

Investor Asing Borong Saham DEWA

Lonjakan harga yang mendadak ini dipicu oleh aksi akumulasi masif di pasar reguler. Berdasarkan data dari aplikasi Stockbit Sekuritas, DEWA membukukan nilai beli bersih (net buy) secara keseluruhan mencapai Rp160 miliar.

Menariknya, DEWA masuk dalam jajaran lima besar saham yang paling banyak diburu oleh investor mancanegara.

Hingga jeda siang saja, asing telah mencatatkan akumulasi dari sisi volume paling banyak dengan angka net buy asing mencapai 34.537.300 lembar saham.

Aliran modal asing yang deras ini mengonfirmasi kepercayaan pasar terhadap arah bisnis perseroan di awal tahun 2026.

Analisis Teknikal: Menembus Level Resistance

Pergerakan positif ini sebenarnya sudah diprediksi oleh sejumlah analis. Dalam ulasan teknikalnya pada 2 Januari 2026, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyebutkan bahwa DEWA masih berada dalam koridor tren bullish.

Pihak broker sebelumnya menaksir bahwa level resistance DEWA berada di kisaran 764 hingga 809. Dengan penutupan di harga 815 hari ini, DEWA secara resmi telah berhasil menembus batas resistance kuatnya, yang berpotensi membuka jalan menuju penguatan lebih lanjut di hari-hari mendatang.

Di balik performa sahamnya yang gemilang, manajemen Darma Henwa tengah menjalankan strategi transformasi operasional yang berani.

Dalam paparan publik (Public Expose) untuk tahun buku 2025, manajemen mengungkapkan kebijakan untuk mengurangi ketergantungan pada subkontraktor dan beralih ke penggunaan armada alat berat milik sendiri.

Langkah ini diambil demi memperkuat fleksibilitas dan efisiensi biaya produksi. Manajemen menjelaskan bahwa struktur biaya per unit Bank Cubic Meter (BCM) akan jauh lebih murah jika dikerjakan secara mandiri.

“Produk yang dikerjakan secara internal biaya per unit BCM akan semakin kecil. Dengan demikian, risiko munculnya kenaikan biaya akan semakin kecil,” jelas manajemen DEWA dalam kutipan paparan resmi perusahaan, Rabu (31/12/2025).

Strategi meminimalisir subkontraktor ini bertujuan agar perusahaan memiliki kendali penuh terhadap fixed cost (biaya tetap).

Dengan memiliki armada internal, DEWA lebih leluasa menyesuaikan kapasitas kerja saat terjadi perubahan volume produksi di lapangan tanpa harus tertekan oleh beban biaya eksternal yang tinggi.

Perseroan juga sangat selektif dalam mengalokasikan belanja modal (Capex). Dana diarahkan secara spesifik untuk pengadaan alat berat yang menunjang proyek-proyek berjalan, bukan untuk ekspansi yang bersifat spekulatif.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #harga #saham #dewa #meroket #hari #ternyata #penyebabnya

KOMENTAR