Ahli Gizi Ungkap Strategi Puasa Sehat agar Tubuh Tetap Prima Selama Ramadhan
Ilustrasi berpuasa. Guru Besar Gizi IPB membagikan panduan praktis mengatur makan, minum, olahraga, dan tidur agar tubuh tetap bugar selama menjalani puasa Ramadhan.(Shutterstock/Ika Rahma H)
19:06
22 Februari 2026

Ahli Gizi Ungkap Strategi Puasa Sehat agar Tubuh Tetap Prima Selama Ramadhan

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga soal menjaga tubuh tetap bugar agar aktivitas dan ibadah berjalan lancar sepanjang Ramadhan.

Mengutip laman resmi IPB University (20/2/2026), Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof Hardinsyah, membagikan strategi penting agar puasa tetap sehat dan tubuh tetap prima, seperti dikutip dari 

Menurut dia, perubahan pola makan dan aktivitas selama Ramadhan memang menuntut penyesuaian gaya hidup.

Penerapan kebiasaan yang tepat sejak sahur, berbuka, hingga waktu istirahat menjadi kunci agar puasa tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberi manfaat kesehatan.

Baca juga: Gula Darah Tak Stabil, Penderita Diabetes Kapan Harus Berhenti Puasa?

Atur porsi makan dan cairan dengan tepat

Prof Hardinsyah menjelaskan bahwa pemilihan jenis dan jumlah makanan saat sahur perlu disesuaikan dengan ukuran tubuh, tingkat aktivitas, dan tujuan berpuasa.

“Untuk remaja dan orang dewasa yang sehat, secara umum konsumsi yang dianjurkan saat sahur adalah 0,5–1 porsi makanan pokok, 1–2 lauk pauk, 1 porsi sayur, 1 porsi buah, serta 2–3 gelas minuman, terutama air putih,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa individu dengan tubuh besar dan berotot dapat mengonsumsi makanan pokok berserat lebih banyak serta lauk pauk rendah lemak agar tetap bertenaga.

“Prinsip berhenti sebelum kenyang juga perlu diterapkan dengan menyesuaikan porsi makan sesuai kebutuhan tubuh,” ujarnya.

Makanan yang terlalu kering, berminyak, berlemak, atau memiliki rasa ekstrem seperti terlalu pedas, asin, asam, dan manis sebaiknya dibatasi.

Makanan yang belum pernah dikonsumsi sebelumnya juga sebaiknya dihindari untuk mencegah gangguan pencernaan.

Untuk mencegah dehidrasi, ia menyarankan konsumsi sekitar 6–8 gelas air per hari pada waktu yang diperbolehkan.

“Pembagiannya bisa 1–2 gelas saat berbuka, 1–2 gelas saat makan malam, 1–2 gelas sebelum tidur, serta 2–3 gelas saat sahur dan akhir sahur,” tuturnya.

Baca juga: Minum Obat Diabetes Saat Puasa, Haruskah Dosis Diubah? Ini Penjelasan Dokter

Olahraga tetap aman, tidur harus cukup

Ilustrasi olahraga. Guru Besar Gizi IPB membagikan panduan praktis mengatur makan, minum, olahraga, dan tidur agar tubuh tetap bugar selama menjalani puasa Ramadhan.Freepik Ilustrasi olahraga. Guru Besar Gizi IPB membagikan panduan praktis mengatur makan, minum, olahraga, dan tidur agar tubuh tetap bugar selama menjalani puasa Ramadhan.

Prof Hardinsyah menegaskan bahwa olahraga tetap aman dilakukan selama berpuasa bagi remaja dan orang dewasa yang sehat.

Waktu terbaik untuk berolahraga adalah pagi hari karena udara masih segar dan kadar oksigen relatif lebih tinggi. Paparan sinar ultraviolet B pada pagi hari juga bermanfaat bagi tubuh.

“Olahraga juga bisa dilakukan menjelang berbuka atau malam hari, tetapi manfaatnya tidak seoptimal pagi hari dan berpotensi mengganggu waktu ibadah,” ujarnya.

Selain aktivitas fisik, kualitas tidur juga tidak boleh diabaikan. Secara umum, tubuh membutuhkan sekitar tujuh jam tidur per hari.

Selama Ramadhan, waktu tidur malam dapat diupayakan 4–6 jam dan dilengkapi dengan tidur siang singkat selama 20–40 menit.

“Tidur pulas itu penting. Kenali faktor yang mengganggu tidur dan upayakan kondisi yang mendukung agar kualitas tidur tetap terjaga selama Ramadhan,” pungkasnya.

Dengan pengaturan pola makan, asupan cairan, olahraga yang tepat, dan tidur cukup, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman dan tubuh tetap prima hingga waktu berbuka tiba.

Baca juga: Kapan Penderita Diabetes Harus Batal Puasa? Ini Penjelasan Dokter

Tag:  #ahli #gizi #ungkap #strategi #puasa #sehat #agar #tubuh #tetap #prima #selama #ramadhan

KOMENTAR