Erin Erenberg Bangun Gerakan 100 Ribu Ibu, Perjuangkan Hak Cuti Berbayar hingga Kesehatan Mental
Lebih dari 100.000 ibu di Amerika Serikat kini tergabung dalam Chamber of Mothers, organisasi nirlaba yang mendorong perubahan kebijakan tentang cuti berbayar, pengasuhan anak, dan kesehatan ibu.
Gerakan yang dipimpin Erin Erenberg ini lahir dari kekecewaan para ibu terhadap minimnya dukungan sistem dan telah mencatat sejumlah kemenangan di tingkat lokal hingga federal.
Melansir InStyle (17/2/2026), Chamber of Mothers bersifat nonpartisan, artinya tidak berpihak pada partai politik tertentu, dan fokus memperjuangkan pengalaman menjadi ibu yang lebih sehat dan didukung kebijakan publik.
Baca juga: Dukungan Suami Jadi Penopang Mental dan Spiritual Ibu Menyusui
Lahir dari tekanan saat pandemi
Chamber of Mothers berdiri pada masa pandemi, ketika banyak ibu harus bekerja dari rumah sekaligus menjadi pengasuh penuh waktu. Erenberg merasakan sendiri beban tersebut.
Ia mendampingi dua anaknya sekolah daring, menghadapi kondisi kesehatan anak sulungnya yang didiagnosis diabetes tipe 1, serta menyesuaikan kehidupan keluarga saat suaminya membuka klinik hewan baru.
“Ibu-ibu merasa sangat kewalahan, dan jelas bahwa rasa kewalahan itu muncul karena negara ini tidak memiliki sistem dukungan sosial yang memadai,” ujar Erenberg.
Kekecewaan itu semakin besar ketika rencana cuti keluarga berbayar dihapus dari agenda kebijakan nasional pada 2021.
Erenberg mempertanyakan mengapa jutaan ibu tidak memiliki suara yang cukup kuat dalam pengambilan keputusan.
Pada November 2021, ia mengajak delapan ibu lain membentuk Chamber of Mothers dengan semangat menyatukan ibu agar bisa memperjuangkan hak bersama.
Baca juga: Dukungan Sesama Ibu, Cara Membantu Ibu Baru Lalui Masa Awal Motherhood
Fokus pada tiga isu utama
Ilustrasi ibu yang bekerja. Berawal dari rasa kewalahan saat pandemi, Erin Erenberg menyatukan lebih dari 100 ribu ibu untuk mendorong perubahan kebijakan tentang cuti berbayar dan kesehatan ibu di Amerika Serikat.
Dalam empat tahun, organisasi ini berkembang menjadi 48 cabang di 33 negara bagian. Setiap cabang dipimpin relawan dan mendapatkan dukungan dari tim pusat.
Ada tiga fokus utama yang mereka perjuangkan, yaitu cuti berbayar, pengasuhan anak yang terjangkau, dan peningkatan layanan kesehatan ibu.
“Selama persoalan ibu belum menjadi perhatian utama masyarakat, para politisi tidak akan memprioritaskannya,” kata Erenberg.
Beberapa keberhasilan mereka antara lain membantu pendanaan layanan kesehatan mental ibu di Massachusetts, mendorong inisiatif kesehatan ibu di New Hampshire, serta mengawal pengesahan undang-undang kesehatan ibu di Arizona.
Salah satu pencapaian yang disorot InStyle adalah dukungan terhadap BABES Enhancement Act, undang-undang yang memastikan ASI dan perlengkapan pompa diperlakukan secara higienis di bandara. Dukungan ini turut mempercepat pengesahan aturan tersebut.
Baca juga: Peran Ganda Ibu Bekerja, Psikolog Tekankan Pentingnya Dukungan Keluarga
Menyatukan ibu dari berbagai latar belakang
Erenberg menilai para ibu memiliki lebih banyak kesamaan dibanding perbedaan.
“Para ibu sebenarnya memiliki jauh lebih banyak kesamaan daripada yang selama ini digambarkan,” ujarnya.
Perdebatan seperti memilih ASI atau susu formula, bekerja atau tinggal di rumah, sering kali membuat ibu terpecah. Padahal, menurutnya, semua ibu memiliki kebutuhan dasar yang sama, yaitu dukungan sistem yang memadai.
Karena itu, Chamber of Mothers sengaja bersikap nonpartisan dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Tujuan utamanya bukan memenangkan perdebatan politik, melainkan memastikan ibu memiliki pengalaman yang sehat dan bahagia.
Bergerak cepat saat dibutuhkan
Selain mendorong perubahan kebijakan jangka panjang, organisasi ini juga melakukan aksi langsung saat krisis terjadi.
Ketika pemotongan bantuan pangan menyebabkan meningkatnya kerawanan pangan di Arizona, dua cabang mereka mengorganisasi pengumpulan makanan dan susu formula untuk keluarga yang terdampak.
Keberhasilan tersebut mendorong peluncuran CoM Unity, sebuah sistem respons cepat nasional yang menghubungkan cabang-cabang lokal untuk membantu keluarga yang membutuhkan.
Menurut Erenberg, langkah cepat seperti ini penting untuk menunjukkan bahwa para ibu memiliki kekuatan jika bersatu.
Baca juga: Para Ibu Wajib Tahu, 6 Tips Mencegah Burnout di Momen Liburan
Ruang aman bagi para ibu
Chamber of Mothers tidak menuntut setiap anggota untuk selalu aktif. Ada ibu yang hanya mengikuti informasi melalui surel, ada juga yang bersaksi di depan legislatif negara bagian.
“Kami ingin menjadi tempat di mana apa pun yang bisa diberikan seorang ibu hari ini, itu cukup,” ujar Erenberg.
Ia berharap suatu hari nanti dukungan bagi ibu tidak lagi menjadi isu yang harus diperjuangkan. Sampai saat itu tiba, gerakan ini akan terus berjalan dengan semangat kebersamaan dan tujuan yang jelas.
Baca juga: Cara Merayakan Hari Ibu Bagi yang Sudah Tidak Punya Ibu
Tag: #erin #erenberg #bangun #gerakan #ribu #perjuangkan #cuti #berbayar #hingga #kesehatan #mental