Haruskah Mengurangi Kafein Saat Puasa Ramadhan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Minuman yang mengandung kafein (freepik)
06:00
22 Februari 2026

Haruskah Mengurangi Kafein Saat Puasa Ramadhan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

 – Pada dasarnya mengurangi kafein saat berpuasa Ramadhan menjadi pertanyaan umum karena banyak orang minum kopi atau teh setiap hari sebelum puasa tiba.

Selama Ramadhan, tubuh tidak menerima air atau makanan sepanjang siang hari sehingga efek kafein pada hidrasi dan metabolisme menjadi lebih penting untuk diperhatikan.

Kafein sendiri adalah stimulan yang umum dikonsumsi melalui kopi, teh, soda atau minuman energi dan dapat memengaruhi tidur, irama tubuh serta tingkat level energi.

Dalam konteks puasa, pengaruhnya terhadap hidrasi, dan kualitas tidur layak dipertimbangkan ketika ingin minuman berkafein.

Artikel ini membahas secara ilmiah kebutuhan mengurangi atau menyesuaikan konsumsi kafein selama puasa sebagaimana dilansir dari laman Ministry of Health dan Johns Hopkins Aramco Healthcare, Minggu (22/2) :

  1. Apa Itu Kafein dan Bagaimana Ia Bekerja di Tubuh

Kafein merupakan zat stimulan yang bisa membuat seseorang merasa lebih waspada dan berenergi.

Di luar konteks puasa,kafein juga meningkatkan detak jantung dan dapat memengaruhi tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan. 

Kadar kafein dalam tubuh dapat bertahan sekitar 5-6 jam setelah dikonsumsi, meskipun efeknya dapat bertahan lebih lama pada beberapa orang. 

Badan seperti FDA merekomendasikan batas aman kafein sekitar 400 mg per hari untuk orang dewasa setara beberapa cangkir kopi. 

Namun sensitivitas terhadap kafein berbeda-beda tiap individu dan konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti insomnia dan kecemasan.

Karena itu, menyesuaikan konsumsi kafein saat puasa menjadi relevan agar bisa menjalani ibadah dengan nyaman. 

  1. Mengapa Banyak Orang Mengurangi Kafein saat Ramadhan

Salah satu alasan utama orang ingin mengurangi kafein selama Ramadhan adalah karena kafein termasuk dalam minuman yang tidak boleh dikonsumsi saat puasa.

Selain itu, berhenti atau menurunkan konsumsi kafein tanpa persiapan bisa memicu gejala seperti sakit kepala, kelelahan dan kesulitan berkonsentrasi terutama di hari awal-awal puasa.

Studi menunjukkan bahwa lebih dari setengah orang yang mengonsumsi kafein sebelum Ramadhan mengalami sakit kepala pada hari pertama karena penghentian kafein secara tiba-tiba.

  1. Pengaruh Kafein pada Hidrasi dan Puasa

Kafein mempunyai sifat diuretik ringan artinya meningkatkan produksi urin yang bisa berkontribusi pada hilangnya cairan tubuh. 

Saat puasa dimana tidak ada asupan cairan sepanjang siang hari,efek diuretik ini bisa mempercepat risiko dehidrasi jika tidak diimbangi dengan hidrasi yang cukup di luar waktu puasa.

Ini terutama terjadi jika konsumsi kafein pada malam sebelum tidur atau pada saat sahur yang dapat menyebabkan Anda kehilangan lebih banyak air lewat urine.

  1. Efek Kafein pada Tidur dan Energi selama Ramadhan

Kafein dapat memengaruhi kualitas tidur karena sifat stimulannya sehingga membuat beberapa orang kesulitan tidur jika diminum terlalu dekat dengan waktu tidur. 

Selama Ramadhan, rutinitas tidur sering kali berubah karena jadwal sahur dan ibadah malam seperti tarawih sehingga kafein bisa semakin mengganggu tidur.

Kurang tidur dapat memperburuk kelelahan, gangguan konsentrasi dan mood yang berpotensi mengurangi kualitas ibadah dan aktivitas harian saat berpuasa. 

Oleh karena itu, banyak ahli menyarankan agar kafein dikonsumsi lebih awal setelah berbuka puasa atau dibatasi jumlahnya agar tidak mengganggu jam tidur utama. 

  1. Kafein dan Mood Selama Puasa

Konsumsi kafein juga dikaitkan dalam jangka pendek dengan peningkatan kewaspadaan dan mood positif di banyak studi kesehatan.

Namun konsumsi berlebihan juga dapat memicu kecemasan, ketegangan atau gejala stres pada sebagian orang.

Mengurangi kafein saat puasa bisa membantu mengurangi kecemasan dan rasa gelisah bagi mereka yang cenderung sensitif terhadap stimulan ini.

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #haruskah #mengurangi #kafein #saat #puasa #ramadhan #penjelasan #ilmiahnya

KOMENTAR