Fabregas Ukir Sejarah, Como Menang di Markas Juventus Setelah 75 Tahun
Penyerang Juventus, Kenan Yildiz, berebut bola dengan bek Como, Ivan Smolcic, pada laga Serie A Italia antara Juventus dan Como di stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026.(AFP/ISABELLA BONOTTO)
06:02
22 Februari 2026

Fabregas Ukir Sejarah, Como Menang di Markas Juventus Setelah 75 Tahun

- Cesc Fabregas terus mengukir sejarah baru bersama Como. Untuk pertama kalinya dalam kurun 75 tahun, Como mampu menang di kandang Juventus.

Como racikan Cesc Fabregas memastikan superioritas mereka atas rakasasa Italia, Juventus, pada Liga Italia 2025-2026.

Dalam dua pertemuan melawan Juventus musim ini di pentas liga, Como 1907 yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia Hartono bersaudara, mampu menang dengan skor 2-0 atas Juventus.

Pertemuan pertama musim ini terjadi di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Oktober 2025 silam. Kala itu, Como melibas Juventus berkat gol Marc-Oliver Kempf dan Nico Paz.

Kini, torehan Mergim Vojvoda (11') dan Maxence Caqueret (61') memastikan hasil Juventus vs Como di Stadion Allianz, Sabtu (21/2/2026) berakhir 0-2 untuk kubu tamu.

“Sebagai orang Spanyol, saya bisa mengatakan ini, Juventus seperti Real Madrid-nya Italia," ucap pelatih Como, Cesc Fabregas usai laga di markas Juventus, dilansir dari Football Italia.

"Jadi bisa datang ke sini dan bermain seperti ini membuat saya sangat bangga,” tuturnya menambahkan.

Sejarah baru diciptakan oleh pasukan Fabregas. Inilah kemenangan pertama Como di markas Juventus dalam rentang 75 tahun terakhir.

Menurut catatan Tuttomercatoweb, sebelum ini kali terakhir Como mampu mencuri kemenangan dari kandang Juventus adalah pada 1 April 1951.

Kala itu, Como mampu membawa pulang kemenangan 3-0 dari lawatan ke Juventus.

“Fokus menjadi hal yang sangat fundamental jika Anda ingin datang ke sini dan mengalahkan tim kuat dengan pelatih yang telah menemukan titik baliknya," ujar Fabregas soal kemenangan bersejarah di markas Juve.

"Saya tahu orang-orang hanya melihat hasil, tetapi jika melihat gaya bermain dan level performa sejak Luciano Spalletti datang, itu adalah sebuah perubahan luar biasa,” kata Fabregas mengomentari perkembangan Juve sejak diasuh Spalleti.

“Kami mencoba bermain dengan cara yang menyulitkan mereka hari ini. Anak-anak asuh saya tampil luar biasa, dan kami melakukan sesuatu yang berbeda dibanding laga-laga lain, yaitu mencetak gol kedua."

"Menghadapi bakat dan kualitas seperti ini, jika Anda tidak mencetak gol kedua, mereka pada akhirnya akan menyamakan atau membalikkan keadaan."

“Saya sangat menyukai fakta bahwa kiper kami hanya melakukan satu penyelamatan sepanjang pertandingan, yang berarti kami benar-benar mengendalikan situasi,” tutur Fabregas.

Raihan tripoin terbaru dari markas Juventus membuat Como meramaikan persaingan menuju empat besar yang berhadiah tiket kelolosan ke Liga Champions musim depan.

Como racikan Cesc Fabregas kini menempati peringkat enam klasemen Liga Italia dengan bekal 45 angka. Mereka hanya berselisih satu poin dengan Juventus yang duduk di tangga kelima.

Jarak Como dengan peringkat empat yang ditempati AS Roma, juga cuma dua angka.

Walau begitu, Cesc Fabregas mengajak timnya untuk tak berpikir terlalu jauh dan memilih melangkah setapak demi setapak.

“Saya tidak bisa mengatakan kami membidik satu target tertentu atau yang lain. Jangan lupa, satu setengah tahun lalu kami masih bermain di Serie B, jadi kami harus menjalaninya dengan tenang, selangkah demi selangkah, sambil membangun budaya dan identitas yang bisa membawa kami untuk memenangkan setiap pertandingan yang memungkinkan,” ucap Fabregas.

Tag:  #fabregas #ukir #sejarah #como #menang #markas #juventus #setelah #tahun

KOMENTAR