Mengenal Sleep Divorce, Ketika Pasutri Pisah Ranjang demi Kualitas Tidur Lebih Baik
Ilustrasi sleep divorce.(Google Gemini AI)
21:05
22 Februari 2026

Mengenal Sleep Divorce, Ketika Pasutri Pisah Ranjang demi Kualitas Tidur Lebih Baik

 - Berbagi tempat tidur dengan pasangan bisa menjadi pengalaman yang indah dan membahagiakan, karena bisa berpelukan semalaman, bercerita tentang aktivitas seharian, dan bersantai bersama sambil membaca buku atau menonton film favorit.

Namun, jika pasangan mendengkur, sering gelisah dan banyak bergerak saat tidur, atau memiliki preferensi lingkungan kamar yang sangat berbeda, mendapatkan istirahat malam yang berkualitas malah sulit.

Ada suatu fenomena bernama "sleep divorce". Meski namanya menyeramkan, tetapi sama sekali tidak berkaitan dengan kandasnya pernikahan.

Baca juga: Sudah Tidur Cukup tapi Masih Lelah? Ternyata Tubuh Butuh 7 Jenis Istirahat Ini

“Manfaat potensial dari sleep divorce mencakup kualitas tidur yang lebih baik, apresiasi yang lebih besar terhadap waktu bersama, serta rasa memiliki ruang dan kebebasan,” jelas psikolog dan pakar hubungan, Dr. Michele Leno, dilansir dari Brides, Minggu (22/2/2026).

Mari mengenal lebih lanjut tentang sleep divorce.

Apa Itu sleep divorce?

Sleep divorce adalah ketika pasangan suami istri (pasutri) sengaja pisah ranjang dan memilih untuk tidur di ruangan yang berbeda, demi kualitas tidur yang baik.

"Ketika keputusan dibuat baik untuk sementara atau permanen, terlepas dari alasannya, hal ini dapat dianggap sebagai sleep divorce," terang psikoterapis sekaligus pakar hubungan Dr. Nicholas Hardy.

Ilustrasi sleep divorce.Google Gemini AI Ilustrasi sleep divorce.

Manfaat sleep divorce

Tidur di kamar terpisah bukan berarti kamu dan pasangan tidak lagi rukun atau sedang menuju perceraian sungguhan. Ini hanyalah pilihan praktis bagi beberapa pasangan yang memiliki gaya tidur yang benar-benar berlawanan.

Kata psikolog klinis dan terapis pasangan Dr. Molly Burrets, pemikiran bahwa pasangan yang tidur terpisah berarti tidak klop lagi adalah pemikiran yang sudah ketinggalan zaman.

“Lebih dari sepertiga pasangan di Amerika memilih tidur terpisah demi memprioritaskan kualitas tidur, yang dapat mengarah pada kesehatan fisik dan mental yang lebih baik, serta kebahagiaan yang lebih besar. Semua itu kemungkinan besar akan meningkatkan kepuasan dalam hubungan," ucap Burrets.

Hardy menambahkan, ada begitu banyak manfaat dari istirahat malam yang baik. Di antaranya, seseorang bisa menjadi lebih penyabar dan memiliki lebih banyak energi.

"Secara keseluruhan, semua ini berpotensi untuk secara drastis meningkatkan kualitas hubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung," tutur Hardy.

Deretan manfaat sleep divorce ini dapat meningkatkan interaksi dengan pasangan, sekaligs meningkatkan kinerja di tempat kerja dan dalam hubungan lainnya.

Sisi negatif sleep divorce

Menurut Hardy, terdapat beberapa kekurangan dari sleep divorce, termasuk perasaan terputus dari pasangan secara fisik, sosial, dan emosional.

Baca juga: Studi Ungkap Tidur Berkualitas Sama Pentingnya dengan Makan Sehat

Ilustrasi sleep divorce.Google Gemini AI Ilustrasi sleep divorce.

"Waktu sebelum kamu tertidur juga bisa menjadi sangat berharga bagi hubunganmu, karena waktu ini sering digunakan untuk berkomunikasi dan terhubung dengan pasangan," jelas dia.

Selain itu, sleep divorce dapat membatasi jumlah kedekatan yang kamu rasakan dengan pasangan, dan memiliki potensi untuk mengganggu keintiman fisik. Jarak fisik ini bisa mengganggu bagi sebagian orang, dan mendatangkan pikiran-pikiran yang tidak sehat.

"Lebih jauh lagi, jika sebelumnya sudah ada tantangan dalam hubungan, sleep divorce dapat memperburuk masalah-masalah tersebut, atau berfungsi sebagai penutup untuk menghindari penanganan masalah tersebut," lanjut Hardy.

Pakar kencan dan hubungan Tanya Rad mengamini hal tersebut. Menurut dia, ada ikatan istimewa yang seseorang rasakan dari pelukan di pagi hari.

"Jika harus tidur di tempat tidur yang berbeda, apalagi kamar yang berbeda, seseorang bisa merasa akan kehilangan koneksi tersebut," ucap Rad.

Bagi sebagian orang, mengetahui bahwa pasangan terlelap di samping mereka, memberi rasa damai sepanjang malam.

Baca juga: Stres Bikin Susah Tidur? Coba 2 Teknik Penenang Pikiran Ini

Apakah sleep divorce tepat untukmu?

Burrets merekomendasikan untuk mengajukan beberapa pertanyaan refleksi diri guna menentukan apakah ini saatnya untuk mendengkur secara terpisah, seperti:

Ilustrasi sleep divorce.Google Gemini AI Ilustrasi sleep divorce.

  • Apakah lingkungan tidur bersama pasangan berdampak sampai pada titik kamu rutin merasa lelah di siang hari?
  • Apakah masalah tidur menyebabkanmu merasa benci atau mudah marah terhadap pasangan?
  • Mungkinkah tidur yang lebih baik dapat menurunkan konflik dan meningkatkan keintiman yang lebih besar dengan pasangan?

"Jika jawabannya 'iya', sleep divorce bisa membuat hubunganmu lebih kuat dan lebih baik. Jika benar-benar berjuang untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak, mungkin cobalah sleep divorce untuk satu malam dan lihat bagaimana perasaanmu," kata Rad.

Baca juga: 3 Dampak Kurang Tidur yang Nyata pada Kulit Wajah

Cara membicarakannya dengan pasangan

Sebelum mengajak pasangan berdiskusi, ada baiknya kamu menyiapkan catatan mengenai poin-poin utama yang ingin disampaikan agar obrolan tetap fokus, jujur, dan tenang.

Ungkapkan keinginan untuk tidur di kamar terpisah secara obyektif tanpa perlu menyudutkan atau menyalahkan pasangan. Tekankan bahwa langkah ini merupakan solusi positif yang membawa manfaat bagi kebaikan bersama.

“Bertindaklah dengan hati-hati saat meminta sleep divorce, karena pasangan mungkin memandang permintaanmu sebagai sesuatu yang mengancam dan meresahkan,” kata Leno

Kemudian, bersikaplah terbuka untuk mendengar pemikiran mereka dan mendiskusikan solusi potensial bersama.

Ilustrasi sleep divorce.Google Gemini AI Ilustrasi sleep divorce.

“Bersiaplah untuk menyatakan niatmu dengan jelas dan dengarkan umpan balik atau kekhawatiran pasangan," tambah dia.

Penting juga untuk memastikan pasangan tahu bahwa ini adalah tentang tidur, bukan tentang keintiman atau seks.

Menurut Burrets, ketakutan bahwa sleep divorce akan memengaruhi hubungan intim adalah hal yang wajar. Jika pasangan memiliki kekhawatiran ini, validasi perasaan mereka, lalu ungkapkan bahwa tidur terpisah bakal bermanfaat untukmu dan pasangan.

Baca juga: 7 Tips Tetap Bisa Tidur Nyenyak meski Pasangan Mendengkur di Samping

Sebab, kurang tidur dapat menurunkan gairah seks dan membuat satu atau kedua belah pihak mudah tersinggung, serta cenderung memicu pertengkaran.

“Tidur yang lebih baik dapat meningkatkan keintiman jika kamu menerapkan strategi kreatif, seperti menghabiskan waktu bersama di tempat tidur sebelum salah satu pasangan pindah ke kamar lain untuk tidur, atau tidur terpisah hanya pada malam-malam tertentu dalam seminggu," jelas Burrets.a

Tag:  #mengenal #sleep #divorce #ketika #pasutri #pisah #ranjang #demi #kualitas #tidur #lebih #baik

KOMENTAR